Lanjut ke konten

Belajar dari Kecelakaan Kang JJ di Khazakstan

14 Agustus 2012

PARA peturing sepeda motor banyak yang pernah mengalami kecelakaan di jalan. Salah satunya dialami oleh Jeffrey Polnaja alias Kang JJ, peturing jelajah dunia seorang diri asal Bandung, Indonesia.
Publikasi yang saya terima Senin (13/8/2012) membeberkan, kecelakaan menimpa Kang JJ di 201 Km menjelang kota Astana, Khazakstan, Selasa, 7 Agustus 2012 petang. Meski tetap dalam kondisi sadar, kecelakaan yang melibatkan truk kontainer besar itu telah membuat retak tulang tumit kaki kiri Jeffrey.
Bagaimana kronologis kecelakaan tersebut? Berikut ini penuturan Kang JJ seperti tertuang dalam publikasi, Senin.
Sekira pukul 15.00 waktu setempat, selepas kota Marinovka yang berjarak 201 Km dari Astana, Jeffrey sedang melaju di lintasan jalan raya. Banyak truk besar berjalan beriringan. Tentu bukan suatu hal yang baru bagi Kang JJ.
Ketika ingin mendahului laju lima truk kontainer yang berjajar, tiba-tiba truk di urutan kedua dari depan memotong lajur. Truk itu bermaksud menyalip kendaraan di depannya, tanpa melihat kondisi di sisi jalan. Jeffrey yang kala itu sudah berada sepertiga di badan truk terdorong ke sisi kiri luar lintasan.
“Seketika ketika mengetahui posisi truk ini bergeser ke kiri saya mengambil keputusan untuk menghindar,” kata dia.
Sayangnya, tak ada lagi sisi jalan yang tersedia. Kang JJ melompati tanggul, mendarat keras di permukaan tanah berbatu, dan menjatuhkan sepeda motor.
Malang bagi Jeffrey. Upaya antisipasinya ternyata tetap membuahkan risiko. Ketika menggelincirkan diri bersama BMW R1150GS, kaki kirinya tertimpa boks besar yang dibawanya. Rasa sakit langsung menjalar, meski Jeffrey berusaha menahannya.
Beruntung kelima truk yang sedang melaju tersebut berhenti. Para supir dan kernet truk keluar membantunya membangunkan sepeda motor. Beberapa ada yang memberikan pijatan ringan dan menuangkan air minum. Sementara supir ceroboh yang memotong lintasannya, berkali-kali memohon maaf. Rekan sesama pengemudi truk ini bahkan ikut menegur secara keras.
Usai beristirahat, Jeffrey yang telah merasakan sakit di kaki kirinya langsung mengambil keputusan melanjutkan perjalanan menuju Astana. Ironinya, rumah sakit terdekat yang mampu menangani luka serius berjarak lebih dari 200 Km dan berada di kota itu. Di tengah rasa sakit yang terus meningkat, Jeffrey menjelajah selama tiga setengah jam di atas permukaan jalan yang sebagian besar off-road.
“Sangat menyakitkan. Dengan tulang kaki retak saya harus melibas jalan off-road berbatu selama lebih dari tiga jam. Bantingan dan ayunan sepeda motor membuat rasa sakit di kaki tak terkirakan,” ujarnya.

Rute off-road ini memang harus menjadi santapannya mengingat lintasan utama menuju Astana tengah menjalani konstruksi ulang.
Jeffrey akhirnya tiba di rumah sakit pada pukul 18:30. Dia langsung dibawa ke ruang gawat darurat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hasil pindai di rumah sakit menyatakan Jeffrey mengalami keretakan tulang tumit di kaki kiri yang serius. Kaki Jeffrey pun dibalut gips dan diharapkan tim dokter baru bisa dilepas kurang lebih selama satu bulan. Hebatnya, tak sepeser uang dikeluarkan Jeffrey untuk seluruh pengobatan tersebut. Pemerintah Khazakstan telah memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakatnya, termasuk tamu asing seperti dirinya.

Bagi Jeffrey vonis dokter tentu memberatkan hatinya. Dia merasa jadwal perjalanan akan terganggu. Terlebih saat ini Jeffrey sedang dituntut mengejar waktu perjalanan agar terhindar dari cuaca buruk musim dingin ketika dirinya memasuki kawasan Siberia yang liar nanti.

“Beginilah tantangan seorang penjelajah. Saya memiliki rencana matang, namun nasib bisa berkata lain,” tukas dia.
Dokter meminta Kang JJ beristirahat selama satu bulan. Dia mengaku kemungkinan menuruti saran itu. ”Artinya, cuaca buruk di Siberia pasti lebih keras ketika saya melanjutkan perjalanan usai cidera ini pulih,” kata dia yang jika sesuai jadwal kembali ke Indonesia pada 2014.
Ya. Kecelakaan bisa menimpa siapa saja. Pelajaran berharga dari Kang JJ memberi kita penyegaran ingatan, mendahului mesti super waspada. Perhitungan super matang. Walau, bisa jadi ada faktor lain seperti ulah sang sopir yang tiba-tiba melakukan manuver berisiko. Pastinya, jangan mendahului jika merasa ragu. Sabar sesaat. Lebih baik hilang waktu sesaat, ketimbang hilang dalam sekejap.
Semoga lekas pulih Kang JJ. Harumkan nama Indonesia di kancah dunia. (edo rusyanto)

foto-foto: istimewa

17 Komentar leave one →
  1. 14 Agustus 2012 00:13

    yang PRO aja bisa celaka, apalagi yang amatiran , sip, semoga saya bisa mengambil pelajaran

  2. nubi permalink
    14 Agustus 2012 01:19

    Nice info, pelajaran buat semua..

  3. jape methe permalink
    14 Agustus 2012 04:10

    Alhamdulillah kejadiannya di khazakstan bukan di Indonesia, ironi tp bgmn lg, misal di Ina blm tentu sopirny berhenti dan yg pasti byr dokter mahal. Moga cpt sembuh dan lanjut dg aman

  4. Aa Ikhwan permalink
    14 Agustus 2012 07:21

    semoga lekas sembuh dan bisa melanjutkan perjalanan n balik dengan sehat n selamat 😀

  5. 14 Agustus 2012 07:43

    “Lebih baik hilang waktu sesaat, ketimbang hilang dalam sekejap” kalimat yang bijak sekali Om Edo..! Salam

    • 14 Agustus 2012 08:05

      yuups, cakep banget quote-nya… ati” buat kang jj, tetep semangat

  6. 14 Agustus 2012 09:52

    lekas sembuh kang JJ

  7. 14 Agustus 2012 12:02

    Semoga kang JJ bisa menuntaskan Word solo touring nya dg aman dan selamat…amiin

  8. 14 Agustus 2012 12:06

    mantab, semoga cepat sembuh……

  9. ayampanas permalink
    14 Agustus 2012 18:07

    montornya yang ilang di Belanda udah ketemu ya mbah edo ??

  10. 14 Agustus 2012 18:34

    Informasi yang berharga banget….. Kita bisa belajar bahwa manusia hanya berencana. Semoga Kang JJ cepat sembuh dan bisa segera bertualang lagi. Amin YRA

  11. 15 Agustus 2012 15:54

    Belajar dari senior Kang JJ.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.
    So Lebih Berhati hati Dalam Touring apalagi Touring Keliling Dunia Seperti Kang JJ.,.,.,.,.,.,.
    Godluck Bro JJ Moga Lekas Sembuh Dan Sampe d Indonesia.,.,.,.,.,.,

  12. pam permalink
    15 Agustus 2012 23:03

    pelajarnya.. jgn pasang sidebox yg besar n berat..

  13. rahmatt permalink
    16 Agustus 2012 10:08

    semoga Kang JJ segera pulih…

  14. 16 Agustus 2012 11:09

    rencana manusia yg atur, tp takdir Tuhan yg menentukan. smoga ttp tabah dan sukses melakukan perjalanannnya..

  15. r.kurniawan permalink
    17 Agustus 2012 14:46

    bravo kang JJ,kejadian serupa nyaris saya alami dlm perjalanan naik LT 1100 di sumatera utara bbrp thn yg lalu. You are not alone,keep on yr mission Kang !

  16. 20 Agustus 2012 19:33

    Tuhan menyertai perjalanan kang JJ…Good luck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: