Lanjut ke konten

Gebrakan Tifatul untuk Kampanye Keselamatan Jalan

7 Agustus 2012

Indonesia memiliki catatan kelam soal kecelakaan lalu lintas jalan. Pada 2011, setiap jam tiga orang tewas akibat kecelakaan. Korban yang berjatuhan tersebut akibat 12 kasus kecelakaan setiap jam. Butuh kemauan seluruh elemen masyarakat untuk memangkas fatalitas kecelakaan di jalan.
Saya bersama sejumlah penggiat di Solidaritas Untuk Keselamatan Jalan (SUKJ) menilai, kemauan politik pemerintah harus diimplementasikan. Bukan sekadar retorika. Kebijakan Kementerian Kominfo mengharuskan operator seluler untuk aktif mengkampanyekan keselamatan jalan, sebuah tindakan penting. Hal itu saya lontarkan dalam seminar dan pencanangan kampanye’Setop Berponsel Sambil Berkendara’, di Jakarta, Senin (6/8).
SUKJ menilai, butuh langkah lebih konkret dan pengawasan yang komprehensif agar permintaan pemerintah diimplementasikan oleh industri seluler. Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto, setiap enam bulan akan ada evaluasi dari pihak Kemkominfo dan BRTI. “Setiap operator harus memberi tahu apa saja yang telah mereka sosialiasasikan,” tukas dia.
Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, mengeluarkan Surat No 442/M.KOMINFO/07/2012 tertanggal 30 Juli 2012 tentang Sosialisasi Larangan Penggunaan Perangkat Telekomunikasi Saat Mengemudikan Kendaraan. Itu sebuah langkah bagus. Substansi surat tersebut meminta para operator telekomunikasi mengkampanyekan pesan keselamatan jalan kepada para pemakai jasa telekomunikasi. Ada empat langkah yang harus dilakukan operator, yakni pertama, pemasangan peringatan ”tidak berponsel saat berkendaraan” pada kemasan kartu perdana dan atau isi ulang layanan seluler dan FWA.
Kedua, pencatuman peringatan tersebut pada iklan luar ruang dan berbagai media massa. Ketiga, edukasi kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan program sosialisasi publik. Keempat, khusus terkait Lebaran, operator diminta mengirim SMS broadcast atas nama Kemkominfo dengan isi pesan : jangan menggunakan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan karena dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Hari ini kami mengajak para operator untuk mengingatkan kepada para pemudik agar tidak menggunakan ponsel sambil berkendara,” kata Tifatul.

Pada musim Lebaran tahun 2011, kontribusi perilaku menggunakan ponsel saat berkendara memang hanya sekitar 2% terhadap faktor manusia. Saat itu, faktor manusia memicu 84% kecelakaan di Indonesia.
Dengan asumsi ada 4.744 kasus kecelakaan pada mudik 2011, lalu sebanyak 84% kecelakaan dipicu factor manusia, maka ada 3.985 kecelakaan yang dipicu faktor manusia. Nah, tahun itu, dari total factor manusia, sebanyak dua persen adalah dipicu oleh faktor berponsel sambil berkendara. Artinya, ada 80 kasus kecelakaan yang tercatat akibat berponsel.

Namun, sekalipun kontribusinya saat ini kecil, tren pertumbuhan kasus berponsel yang memicu kecelakaan sebesar 1.200-an%. Itu untuk kasus di wilayah Polda Metro Jaya pada kurun waktu 2009-2010. Bukan mustahil angka kontribusi berponsel bakal membubung jika tidak ada langkah proaktif mengkampanyekan bahaya berponsel saat berkendara.
Tahun 2010, di Jakarta ada sekitar 8.030 kasus kecelakaan, dengan asumsi 1,67% adalah dipicu factor berponsel, maka ada 120 kasus kecelakaan sepanjang tahun 2010.
Padahal, UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),khususnya di pasal 106 menegaskan bahwa setiap para pengemudi harus berkonsentrasi dan dilarang melakukan aktifitas yang mengganggu konsentrasi, salah satunya berponsel sambil berkendara. Pasal tersebut memberikan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu atau pidana penjara maksimal tiga bulan bagi siapa saja yang melanggar.
Ironisnya, penegakan hukum terkait hal itu masih terasa amat kurang. SUKJ mendesak agar penegakan hukum kian tegas dan konsisten.
Menariknya, pada Senin, 6 Agustus 2012, nyaris bersamaan dengan pencanangan kampanye yang dilakukan Menkominfo, sejumlah operator langsung mengirim SMS broadcast berisi pesan keselamatan jalan. Setidaknya ada dua operator yang sudah melakukan. Indosat mengirim pesan ”Mohon jangan menggunakan perangkat telekomunikasi ketika berkendara karena resiko kecelakaan!!”
Lalu, operator Smartfren mengirim SMS, ”Pelanggan Yth, Mohon tidak menggunakan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan, krn dpt membahayakan diri Anda & menyebabkan kecelakaan lalu lintas.”
Saya belum tahu operator lain apakah sudah mengirimkan pesan serupa. Pastinya, operator XL Axiata mengaku bakal mengirim mulai H-1 Lebaran hingga H+7.
Sebuah langkah penting, terlihat sepintas sepele, tapi saya rasa itu baru langkah awal. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. nubi permalink
    7 Agustus 2012 04:20

    Mantep !
    Semoga diikuti operator lainnya..

  2. ben permalink
    7 Agustus 2012 05:45

    menyedihkan… pertumbuhan hingga 1200 persen????
    memang harus segera di ambil tindakan, jangan sampai angka kecelakaan bertambah lagi karena tindakan bodoh semacam ini……

  3. 7 Agustus 2012 08:05

    Hmm..
    Cukup baik ini langkah Pak menteri. Setidaknya sebagai menteri dia tak hanya sibuk mengurusi blokir situs-situ porno yang (katanya) menjadi akar rusaknya moral bangsa.

  4. haroem permalink
    7 Agustus 2012 17:22

    Semoga saja ada tindak lanjutnya dari Bp Tifatul yaa ! gak hanya saat ini saja 😀

Trackbacks

  1. Iklan Indosat Patut Dipuji « Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: