Lanjut ke konten

Buka Puasa KHCC Bahas Risiko Berponsel

6 Agustus 2012

RESTO lesehan Mekar riuh rendah oleh pengunjung. Berbagai kalangan usia dan beragam kalangan berbaur menanti saatnya berbuka puasa. Di antara ratusan pengunjung, di salah satu sudut, berhimpun para anggota Karisma Honda Cyber Community (KHCC).
“Buka puasa bersama kali ini rencananya ada 25 anggota, tapi yang datang lebih,” sergah bro Alex, anggota KHCC yang sibuk wara-wiri menyiapkan tempat dan hidangan, Sabtu (4/8/2012) petang.
Resto itu terletak di perbatasan Jakarta Timur dengan Bekasi. Persisnya sebelum masuk jantung Pondok Gede, Bekasi. “Maksimal kami mampu menampung seribu pengunjung,” jelas pria pelayan resto berseragam warna merah.
Saya hadir diminta untuk berbagi seputar keselamatan jalan (road safety). Adalah bro Irwan, sang Ketua KHCC yang mewanti-wanti saya untuk hadir sekaligus berbagi. Sebuah kehormatan.
Sesaat usai menyantap hidangan berbuka puasa, bro Henry ‘Bodats’ memandu ajang berbagi. “Kita kedatangan bro Edo yang sudah malang melintang soal road safety. Mari kita manfaatkan untuk diskusi,” ujar lajang penunggang Kawasaki Ninja 250 R itu.
Pilihan saya mengangkat topik berkendara aman dan selamat saat mudik Lebaran 2012. Maklum, tak lebih dari dua pekan lagi, jutaan orang bakal bergerak wara-wiri untuk bermudik.
Segudang data kejadian di jalan saat 16 hari arus mudik dan balik Lebaran 2011 saya gelontorkan. Fakta kala itu memperlihatkan, ada 297 kasus kecelakaan lalu lintas jalan setiap harinya. Sekitar 49 orang tewas setiap hari. Pemicu utama, sekitar 84% adalah faktor manusia. Termasuk di dalamnya, sebanyak 2% adalah perilaku berponsel sambil berkendara.
“Bagaimana jika petugas yang berponsel saat berkendara,” tanya bro One.
Lantas, “Apakah mendengarkan musik memakai earphone sama tingkat mengganggu konsentrasinya seperti ponsel?” sambung bro Bob.

Dua pertanyaan yang menggelitik. Petugas yang berponsel saat berkendara tentu saja bukan perilaku yang patut ditiru. Pernah saya mendapat kabar bahwa aksi itu adalah dalam kondisi sedang bertugas. Butuh komunikasi. Walau, kemungkinan risikonya tinggi.
Soal mendengarkan musik sambil bersepeda motor masih mencuatkan perdebatan. Sebagian menganggap tidak mengusik konsentrasi, tapi sebagian kebalikannya. Aktifitas mendengarkan musik yang membawa seseorang menjadi melamun, menerawang ke masa lampau, bernostalgia, bisa jadi menggoyahkan konsentrasi.
Nah, soal konsentrasi menjadi perhatian serius bagi para penggiat road safety. Bahkan, pemerintah mengaturnya dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya di pasal 106 ayat 1. Dalam aturan itu disebutkan bahwa para pengemudi alias pengendara wajib selalu konsentrasi. Beberapa hal yang mengganggu konsentrasi adalah kegiatan berponsel, menonton tv, mabuk, sakit, dan mengantuk. Pelanggar aturan ini bisa dijerat sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal Rp 750 ribu.

Rasanya kita sepakat, berponsel sambil berkendara berisiko merusak konsentrasi yang bisa memicu kecelakaan. Pilihannya jelas, tak berponsel saat kendaraan melaju sambil berkendara.
Malam terus merangkak. Diskusi sambil berbuka puasa bersama KHCC terus bergulir. Topik pembicaraan beraneka ragam. Ada soal modifikasi yang berisiko memicu kecelakaan. Lalu, soal sanksi lampu yang menyilaukan hingga soal slip warna biru bagi pelanggar lalu lintas jalan.

Saya coba berbagi apa yang saya ketahui. Sesuai pengalaman dan pengetahuan yang terbatas. Bagi saya, ajang berbagi bersama KHCC merupakan upaya untuk saling mencerahkan, mengingatkan, dan menanamkan kepedulian atas pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Tak perlu menunggu esok hari. Dimulai dari diri sendiri dan hari ini juga. Cukup sudah tiga orang tewas setiap jam. Duka anak negeri.
Persis pukul 20.30 WIB kami membubarkan diri. Kembali ke rumah masing-masing. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: