Lanjut ke konten

Duka Para Pejalan Kaki Sebagai Korban Kecelakaan

24 Juli 2012

BARU saja kita dikagetkan pejalan kaki yang diseruduk sedan mewah di Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus). Dari tiga yang ditabrak, Senin (23/7/2012) pukul 03.00 WIB, satu meninggal dunia dan dua luka-luka.
Tiba-tiba, Senin sore, saya membaca kabar yang memilukan. Tiga orang pejalan kaki tewas ditabrak mobil multi purpose vehicle (MPV). Kejadian di Garut, Jawa Barat itu, seperti dilansir kantor berita Antara, terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Diberitakan, sebelum kejadian ada sekitar 14 orang ibu-ibu berjalan di pinggir jalan aspal sepulang dari tempat pengobatan alternatif tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tiba-tiba mobil Opel Blazer hijau bernopol D 939 EM dikemudikan Heri Suharna (51) warga Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, menabrak para pejalan kaki.
Akibatnya enam orang tertabrak, bahkan ada yang terpental, sementara sebagian lainnya ibu-ibu terhindar dari peristiwa nahas tersebut.
Korban yang meninggal dunia yakni Mimik (65), Tini (60), dan Imas (61) dengan luka berat di bagian tangan, kaki, terutama luka di kepala.
Sedangkan tiga korban lainnya yakni Amah (65) luka ringan dan dirawat di Puskesmas Limbangan, sedangkan Pupu (60) dan Anah Hasanah (60) terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut karena mengalami luka serius.
Peristiwa di Garut itu membangkitkan memori kita pada kasus Tugu Tani, Jakpus. Saat itu, 12 pejalan kaki ditabrak MPV yang dikemudikan Afriyani. Kasus pada Minggu, 22 Januari 2012 pagi itu, menewaskan sembilan orang dan mencederai tiga lainnya. Sang penabrak pada Juli 2012 ini masih menjalani proses persidangan.
Pejalan kaki menjadi kelompok pengguna jalan yang rentan menjadi obyek kecelakaan lalu lintas jalan. Tak hanya ditabrak oleh sepeda motor, mobil, truk, tapi juga rawan ditabrak kereta api (KA). Selain faktor penabrak yang lengah, mengantuk, atau mabuk, kasus kecelakaan pejalan kaki juga bisa dipicu oleh perilaku pejalan kaki yang tidak tertib. Tidak disiplin, bahkan melanggar peraturan, seperti kasus penyeberang jalan yang melintas di busway, sehingga tertabrak bus Transjakarta. Menurut saksi mata, sang penyeberang enggan menggunakan jembatan penyeberang orang (JPO) karena jaraknya sekitar 100 meter.

Tahun 2010, pejalan kaki yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan rata-rata sebanyak 18 orang per hari. Dari total korban kecelakaan yang mencapai 31.100-an orang, pejalan kaki menempati posisi ketiga terbesar, yakni 21% dari total korban tewas.
Pada tahun 2012 ini, semoga kian merosot jumlah kasus kecelakaan yang menimpa pejalan kaki maupun seluruh pengguna jalan. Ironisnya, awal 2012 kita disodorkan fakta tewasnya Sembilan pejalan kaki yang ditabrak MPV di Jakarta Pusat. Bahkan, pada penghujung Juli 2012 ini kita dikejutkan dua kasus fenomenal di Garut dan Jakarta.
Memang tak sefenomenal kasus di India, Kamis (26/1/2012) yang menewaskan sembilan orang dan melukai 27 orang lainnya. Setop duka anak negeri, selamatkan pejalan kaki. (edo rusyanto)

11 Komentar leave one →
  1. 24 Juli 2012 00:24

    Entah siapa yg disalahkan..yg pasti kita tidak tahu disudut dunia mana kita akan mengakhiri nafas ini, sebaiknya trotoar yg benar2 di pergunakan untuk pejalan kaki diberi pembatas baja disetiap sisinya…sehingga jika ada kendaraan yg ugal2an..setidaknya hanya penguna mobil itu saja yg celaka akibat menabarak pembatas jalan yg terbuat dari baja tersebut..GOD BLESS INDONESIA..’

  2. 24 Juli 2012 03:46

    ckckc, hanya ada di indonesia 😦
    trotoar nekat buat offroad

    • Aa Ikhwan permalink
      24 Juli 2012 08:07

      yakin fan hanya ada di Indonesia?..udh survey ya di negara lain 😀

  3. ~titikoma~ permalink
    24 Juli 2012 08:02

    dengan bebasnya media memberitakan peristiwa kecelakaan, saya kira di masa dtg penduduk indonesiaakan menjadi biasa dgn hal ini sehingga mematikan rasa kepedulian terhadap sesama.
    sy kira ada perlunya untuk membatasi pemberitaan media, krn yg saya rasa skrg media tll bebas menyampaikan informasi tnp ada “filter”

  4. Aa Ikhwan permalink
    24 Juli 2012 08:07

    ptihatin

  5. 24 Juli 2012 13:15

    dosa apa negeriku ini???
    😦

  6. Ismulyono permalink
    24 Juli 2012 13:59

    Turut prihatin……smoga jadi pelajaran bagi kita semua utk selalu berhati-2…

  7. green monster permalink
    24 Juli 2012 14:08

    Raja jalanan pdg kaki lima mbah. Jalan diambil buat dagang, hak pejalan kaki di trotoar diambil pedagang kaki lima, akibatnya pejalan kaki terpaksa berjalan di pinggiran jalan raya.

    faktanya pedagang kaki lima juga berperan besar menyumbang kemacetan. Merasa paling benar dan merasa berhak mengambil hak pejalan kaki dan pengendara, contoh di tnh abang, kramat jati, dan buanyaakk lagi di jakarta.

    Bukan peroalan tega atau tidak tega, bukan lantaran iba thd pedagang kecil, tapi aturan hrs ditegakkan. Dalam agama juga dilarang mengambil hak org lain dgn alasan apapun, termasuk untuk mengisi perut.

  8. 24 Juli 2012 17:10

    Teman saya tadi malam ditabrak motor sampai tidak sadarkan diri, baru td siang siuman. Dia berjalan di pinggir jalan mengikuti motornya yg dituntun temannya karena bocor ban. Tiba2 ada motor ngebut dan menabrak teman saya ini dari belakang… benar2 memprihatinkan.

    • 24 Juli 2012 17:12

      smoga temannya cepat pulih mas bro. satu fakta lagi, etika berkendara perlu ditingkatkan untuk menghargai sesama pengguna jalan.

  9. 25 Juli 2012 21:23

    menciptakan trotoar yang aman dan nyaman buat pejalan kaki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: