Lanjut ke konten

Tak Ada Toleransi Bagi Operator Lalai

22 Juli 2012

OPERATOR telekomunikasi yang melanggar aturan bakal kena semprit. Entah dalam kesiapan jaringan atau infrastruktur, maupun soal konten layanan yang dianggap melanggar ketentuan.
”Tak ada toleransi bagi operator lalai, pasti kena sanksi sesuai peraturan yang ada,” papar Gatot S Dewabroto, kepala humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dalam talkshow ’Rumah Publik’ di TVRI Pusat, di Jakarta, Jumat (20/7/2012) pagi.
Sedangkan sebagai pemandu talkshow yang digelar pada pukul 08.00-09.00 WIB itu, adalah penyiar TVRI, Herdina. Wanita ayu kelahiran Cirebon itu, membuat diskusi menjadi lebih hangat. Termasuk ketika memandu para penanya via telepon yang bertubi-tubi meminta pemerintah bekerja dan bekerja, tak sekadar pencitraan lewat media.
Pernyataan Gatot soal sanksi, bagi saya sesuatu yang harus dibuktikan. Tak semata gertak sambal apalagi sebagai pencitraan. Ternyata, lumayan ada pembuktian seperti dalam kasus pencurian pulsa dan pemblokiran bagi situs yang menyediakan konten porno.
Gatot yang pagi itu siaran bersama saya di TVRI, juga menceritakan bagaimana upaya pemerintah untuk mendukung kesiapan infrastruktur telekomunikasi menjelang dan selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2012. Terkait soal kontrol pemerintah terhadap operator yang kemungkinan nyeleneh, menurut dia, pihaknya menggelar monitoring secara intensif. Dukungan pemerintah tak sebatas regulasi, tapi juga pengawasan yang ketat.
Arus mudik Lebaran merupakan moment penting bagi banyak kalangan. Tak semata para operator telekomunikasi. Saking pentingnya, terutama bagi mereka yang memanfaatkannya untuk ajang promosi pasar, di setiap jalur mudik, terutama jalur pantura Jawa dan jalur selatan Jawa, bakal dengan mudah kita temui pos-pos perusahaan tertentu dengan umbul-umbul yang mencolok mata.
Di luar itu, tingginya pergerakan kendaraan dan orang selama arus mudik Lebaran juga menimbulkan ekses. Kecelakaan lalu lintas jalan.
Pada 2012, dalam periode 16 hari, rata-rata kasus kecelakaan yang terjadi tiap hari mencapai sebanyak 297 kasus. Sedangkan korban jiwa yang terrenggut tiap harinya, 49 orang. Tragedi anak negeri.


Suasana di studio TVRI Pusat (dok edo)

Karena itu, perlu sosialisasi massif terhadap para pengguna jalan. Maklum, faktor utama kecelakaan-kecelakaan tersebut adalah faktor manusia, yakni sekitar 84%. Di dalamnya tidak tertutup kemungkinan karena faktor menggunakan ponsel. Kalau soal yang satu ini, kalau kita merujuk pada data Polda Metro Jaya, pada 2010, tren penggunaan ponsel dalam memicu kecelakaan sekitar 1.200-an persen. Memang kontribusinya terhadap total faktor manusia sekitar 1,6 persenan. Tapi, trennya itu bukan suatu hal yang main-main.
Nah, pada arus mudik dan balik Lebaran, bukan tak mungkin para pemudik memanfaatkan ponsel sebagai alat telekomunikasi utama saat di jalan. Apalagi dalam kondisi lalu lintas jalan yang padat merayap.
“Peningkatan traffic bakal tinggi ketika memasuki h-2 hingga h-1 Lebaran, karena itu butuh kesiapan para operator mengantisipasi lonjakan sebagai wujud pelayanan kepada konsumen,” tukas Gatot.
Bagi saya, perlu diimbau kepada konsumen agar pemanfaatan ponsel dilakukan secara cerdas. Tidak asal pakai, apalagi ketika sedang menyetir kendaraan. Berbahaya.
Operator seluler bisa mengedukasi konsumennya untuk tidak berponsel saat berkendara. Tak sekadar menimbulkan kepedulian, tapi juga mendorong agar menjadi sebuah kebiasaan. Menyetir tidak disambi dengan berponsel. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. 22 Juli 2012 00:06

    mbah edo keren
    ( horeeeeeeee, dah pernah ketemu artis )
    . sebelum sahur
    yamaha vixion baru,
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/07/22/stoples-calon-yamaha-new-vixion-kunci-kontak-nemplok-ditanki-plus-pakai-rdb-ah-biasa-aja-tetep-leher-kuning-d

  2. fitready permalink
    22 Juli 2012 10:23

    Saluut

  3. sponge bob permalink
    22 Juli 2012 13:51

    jangan cuma OMDO..

  4. 22 Juli 2012 14:35

    mantab…

    ijin menyimak dan nitip renungan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/22/seberapa-berartikah-kamu/

    terima kasih..

  5. 23 Juli 2012 08:50

    yups ane setuju sama mbah, bahwa para operator maupun provider jg harus berkontribusi utk mengedukasi para penggunayana utk tidak menggunakan telp/hp ketika mengemudi krn akan sangat mengganggu konsentrasi dan bisa memicu terjadinya kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: