Lanjut ke konten

Walah, Kecepatan Rata-rata Motor di Jakarta 22,27 Kpj

19 Juli 2012

BELAKANGAN saya merasa perjalanan menggunakan sepeda motor di Jakarta kian melamban. Saking penasaran saya coba menghitung enam perjalanan rutin. Hasilnya mencengangkan, ternyata kecepatan rata-rata hanya 22,27 kilometer per jam (kpj). Mungkin karena sudah terlalu banyak kendaraan dan bangunan komersial yang berdiri di Jakarta. Barangkali loh.
Hitungan enam laju perjalanan bersepeda motor itu, dari rumah menuju kantor dan sebaliknya, pada Juli 2012. Alat ukur saya adalah fasilitas fitur ‘My Track’ di dalam ponsel cerdas berbasis android, Samsung Galaxy Note N7000.
Pada pagi hari, berkisar pukul 06.00-08.00 WIB, terasa sekali perjalanan amat melambat. dalam rentang waktu itu, rata-rata kecepatan saya 17,63 kpj. Sedangkan pada siang hari, yakni berkisar 11.00-12.00 WIB, kecepatan rata-rata laju si kuda besi sekitar 20.13 kpj. Keduanya untuk jarak tempuh sekitar 20 kilometer.
Sedangkan saat malam hari, yakni pukul 22.00-23.00 WIB, ketika pulang dari kantor menuju rumah, kecepatan rata-rata saya sekitar 29,44 kpj. Itu dalam kondisi hari kerja biasa, Senin-Jumat. Namun, untuk kecepatan rata-rata pada hari Minggu, ternyata 28,37 kpj. Mungkin ada peningkatan volume perjalanan pada Minggu malam ketika warga Jakarta pulang berlibur.
Oh ya, rute saya saat pergi ke kantor menemui tujuh lampu merah di tiga perempatan dan empat pertigaan. Titik kemacetan utama ketika melintas di dua pasar dan satu pusat grosir. Memang agak terbantu sedikit karena disokong dua fly over atau jembatan layang.

Sedangkan rute pulang kerja melintasi satu fly over dan satu underpass. Namun, tetap menemui tujuh lampu merah pertigaan dan perempatan jalan.
Kecepatan rata-rata sepeda motor di Jakarta yang di bawah 30 kpj itu menunjukan betapa padatnya lalu lintas jalan. Artinya, ketika kemacetan lalu lintas jalan demikian membelit, berapa banyak bahan bakar minyak (BBM) yang terbuang setiap harinya. Oh ya, saya menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion yang bermesin injeksi 150cc.
Kecepatan maksimal yang bisa saya lakukan di ruas jalan yang terbuka sekitar 74,05 kpj. Itu pun di pinggiran kota, namun bukan jalan permukiman. Jalan lurus, aspal mulus, satu jalur, dan kendaraan yang lalu lalang amat jarang. Sedangkan ketika masuk kota, kecepatan maksimal tak bisa melampaui 50 kpj. “Batas kecepatan maksimal di dalam kota 60 kpj,” kata Udar Pristono, kepala dinas perhubungan DKI Jakarta, saat menjawab SMS saya, di Jakarta, Senin (16/7/2012).
Laju sepeda motor ketika di dalam kota benar-benar merayap. Bisa kebayang kalau menunggang kuda besi bermesin dengan kapasitas 1.000cc. Panas euy. (edo rusyanto)

32 Komentar leave one →
  1. 19 Juli 2012 00:10

    weleh makin padat merayap nih jakarta. Bagaimana tahun depan kalo otor nambah terus ya???? 🙂
    http://nunkiman.wordpress.com/2012/07/18/kopi-darat-dengan-bro-jo-dan-felix-di-royal-plaza/

  2. nubi permalink
    19 Juli 2012 00:10

    Cuma 22 ? Stres dah..

  3. biru permalink
    19 Juli 2012 07:30

    wah beda ma ane d daerah, hari biasa 80 kpj. Hari libur 90..::

  4. 19 Juli 2012 07:41

    hmmmm kayaknya perlu dicoba pake alat ukur jg nih. Kalo itungan kasar rute saya ciledug-semangi +- 22km-25km berangkat 06:20 -> 50menit , pulang 17:10 -> 70menit, rata-rata 23,5kpj… wkwkwk sama juga 😀

  5. Aa Ikhwan permalink
    19 Juli 2012 07:56

    “pamer paha” ya mbah 😀

    • 19 Juli 2012 08:46

      Masih ada harapan…:)

      • Aa Ikhwan permalink
        19 Juli 2012 08:53

        Alhamdulillah…

        • arc the land permalink
          19 Juli 2012 09:22

          maksudnya pa sih nih mas bro…

          • Aa Ikhwan permalink
            19 Juli 2012 09:24

            mkasudnya macet “pamer paha” (padat merayap tanpa harapan”,..tp kata mbah edo masih ada harapan,..jd Alhamdulillah 😀

          • arc the land permalink
            19 Juli 2012 09:27

            wooooo….hahahahahaha….iyah juga…

  6. Salim permalink
    19 Juli 2012 08:31

    saya masih rata2 60 kpj mas, on speedo 60-80 aja, secara jalain lintas sumatera, tapi mobil2 gedenya ngeri ngeri 😦

  7. arc the land permalink
    19 Juli 2012 09:25

    yaaaah kadang bisa 60…..kadang 80….”kadang yah”…banyakanya siiiih….segitu

    • 19 Juli 2012 09:37

      kecepatan maksimal, mungkin bisa dipacu 70-80 kpj. tapi, kalau rata-rata hemmm….tahu sendiri deh.

  8. z1rider permalink
    19 Juli 2012 10:02

    Surabaya masih di atas 30 km/jam 😀
    Kapan – kapan tak ukurnya ah. Nice posting nih, bisa dijadiin ide buat nulis 😀

  9. Hendro permalink
    19 Juli 2012 10:10

    wah mbah rata-rata kecepatan saya pake sepeda (bukan motor) jarak +-10km ke tempat kerja, tanpa BBM mbah cuma modal dengkul buat gowes hahahahahaha…. pake motor cuma beda sekitar 10 menitan

  10. 19 Juli 2012 10:56

    wah eyang sudah lancar pakai mytrack…
    jadi kecepatan pesawat berapa eyang?
    hehehe

  11. 19 Juli 2012 13:52

    seperti naik sepeda dong….

  12. faisal permalink
    19 Juli 2012 15:04

    percuma ya DOHC nya!!

  13. 19 Juli 2012 17:06

    Kayaknya kecepatan rata2 selalu menurun 😦 perlu pembenahan angkutan masal

  14. arc the land permalink
    20 Juli 2012 09:22

    masih pengen ketawa pembicaraan diatas….
    aa ihwan : masih pamer paha yah mbah….
    eyang edo..: masih ada harapan….
    aa ihwan : alhamdulilah….

    hahahaha…essensi saya terlalu harafiyah….wakakakakak

  15. 20 Juli 2012 12:39

    mantap mas, ijin menyimak dan nitip artikel mas

    marhaban ya ramadhan bulan penuh cinta
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/20/dalam-nafas-nafas-cinta/

    terima kasih

  16. 22 Juli 2012 10:11

    ckckc, tenaga yang gede2 mubazir ya 😦
    boros lagi 😦

  17. yoga permalink
    28 Juli 2012 09:54

    Pak, kenapa para produsen sepeda motor malah berlomba-lomba membuat motor dengan cc gede? bukannya sepeda motor bukan alat transportasi yang aman dengan ukuran cc yg mulai menggila, kenapa tidak seperti dulu saja maksimal 125 cc, toh nyatanya kecepatan rata-rata di jakarta hanya segitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: