Lanjut ke konten

Saat Tifatul Ngomong Road Safety

17 Juli 2012

TUMBEN pake batik. Itu pertanyaan isteri saya, ketika Senin (16/7/2012) pagi siap-siap bergegas kerja. Saya cuma senyum dikit, sambil bilang hari itu mau hadiri ‘breakfast meeting’ bareng Menkominfo, Tifatul Sembiring.
Saya sih gak kenal secara personal dengan sang menteri itu. Cuma belakangan agak tertarik atas peran beliau terkait mengkomunikasi pesan keselamatan jalan alias road safety. Bagaimana hubungannya?
Begini ceritanya. Kasus kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia sudah mencemaskan. Setiap hari, pada tahun 2011, rata-rata ada 300 kasus kecelakaan dan menewaskan rata-rata 86 orang. Mau tahu dampak terhadap kerugian ekonomi? Tak tanggung-tanggung, Rp 200 triliun. Andai dana itu untuk membangun sekolah di daerah terpencil, sudah berapa banyak yang bisa dibangun dan mencerdaskan anak bangsa.
Nah, kemudian, ada catatan yang menarik. Khusus di DKI Jakarta, tren kecelakaan yang dipicu oleh faktor manusia, khususnya atas perilaku berponsel saat berkendara, ternyata naik drastis. Pada 2010, kenaikan kasusnya mencapai 1.200% dibandingkan 2009. Angka itu merupakan tren tertinggi dibandingkan unsur lain di faktor manusia. Bahkan, unsur mabuk minuman keras saja trennya sekitar 700%.
Dugaan saya, kasus seperti di Jakarta bakal terjadi juga di kota-kota lain di Indonesia. Coba saja tengok sekitar kita. Ada saja kelakuan pengendara yang berponsel saat menyetir. Tak hanya itu, bahkan ada yang mengirim pesan tertulis (SMS) dan aktifitas lain dengan ponselnya. Pasti pernah kita lihat kan?
Saat ini, sedikitnya ada 225 juta nomor kartu seluler yang beredar di Indonesia. Artinya, hampir setiap orang di Indonesia memiliki nomor ponsel. Maklum, pada 2012, penduduk Indonesia nyaris menyentuh 230 juta jiwa.
Ponsel menjadi kebutuhan sehari-hari. Mulai urusan keluarga, urusan bisnis, hingga urusan politik. Layanan yang diberikan para operator seluler amat beragam. Kini, tak semata soal urusan ngomong, pesan tertulis, tapi sudah lebih dari itu. Mulai dari mengunduh informasi dan hiburan, hingga mengirim editan foto, film, dan suara ke jejaring internet. Ya. Itulah yang disebut layanan data.
Tak aneh jika pendapatan operator seluler bisa menyentuh Rp 90 triliun dalam setahun belakangan ini. Apalagi, kini ada sekitar 12 operator seluler. Mulai dari sini sudah kelihatan kiatan Tifatul Sembiring dengan road safety?


foto:tino

Ok, kita lanjut. Sebenarnya, sebelum bertemu sang menteri, pekan sebelumnya saya berjumpa dengan Gatot S Broto, kepala hubungan masyarakat Kemenkominfo di kantor saya. Kami banyak berbincang soal telekomunikasi dan kehidupan masyarakat. Termasuk, soal dampaknya terhadap kecelakaan lalu lintas jalan. Dari pertemuan itu pula Gatot menyarankan saya membuat semacam masukan tertulis untuk dibawa ke ‘breakfast meeting’ antara Menkominfo dengan para direksi operator seluler dan praktisi penyiaran, di gedung Kemenkominfo, di Jakarta, Senin pagi. “Nanti datang pakai baju batik yah,” pinta Gatot, saat mengajak saya ke acara itu.
Tiga usulan utama yang saya sampaikan secara tertulis ke pak Menteri. Pertama, pemasangan peringatan “tidak berponsel saat berkendara” dikemasan kartu perdana atau isi ulang seluler. Kedua, pencantuman peringatan tersebut di iklan luar ruang, media massa, termasuk televisi. Ketiga, mengedukasi masyarakat lewat pelatihan dan disebarluaskan melalui media massa.
“Kepada teman-teman operator telekomunikasi saya minta agar mengkampanyekan soal safety. Saat ini, di kita kurang kesadaran soal safety,” pinta Tifatul Sembiring, saat menyampaikan paparan dalam ‘breafast meeting’, Senin pagi.
bagi saya sebuah langkah awal yang cukup bagus. Jika terealisasi ketiga usulan di atas, rasanya bertambah lagi ikhtiar kita untuk mereduksi fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Peran Menkominfo amat strategis. Di tangannyalah segala infrastruktur telekomunikasi bangsa ini bisa dikendalikan. Menyebarluaskan pesan keselamatan jalan bisa secara massif. Termasuk, ketika para operator seluler bersedia menerapkan ketiga usulan itu, saya optimistis bisa memberi peran besar untuk mengajak berkendara yang aman dan selamat.

Tapi, ngomong-ngomong, ada baiknya jika di tubuh Kemenkominfo dilakukan semacam gebrakan awal. Bisa saja Pak Menteri membuat nota internal atau surat apalah namanya, tapi bersubstansi melarang penggunaan ponsel saat berkendara bagi seluruh jajaran kemenkominfo. Tak sekadar imbauan, tapi ada semacam sanksi dan penghargaan bagi mereka yang menjalankan dengan benar. Soal teknis penerapan di kemenkominfo, pak Menteri yang lebih tahu. Terpenting, ikhtiar kan pak Menteri? (edo rusyanto)

22 Komentar leave one →
  1. 17 Juli 2012 00:18

    Hemmm di jalur toll Jorr Cakung menuju ke arah Pd Indah sudah ada tampilan baru di papan elektronik yg pesannya TIDAK MENGGUNAKAN HP SAAT MENGENDARA…good point lah…sekarang dikembalikan kepada masyarakat…semua ada di masyarakat….

  2. utuh permalink
    17 Juli 2012 01:46

    hmmm…

  3. 17 Juli 2012 05:50

    kan beliau naik mobil, bisakah merasakan saat naik motor?
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/07/17/detail-yamaha-new-jupiter-zi/

  4. iwan_galuh permalink
    17 Juli 2012 10:57

    Pertamax.. Mantaabbss kalo usulan2nya terealisasi… Semoga Pak Mentri Benar2 Peduli ttg Safety di jalan yah om bro… 🙂

  5. 17 Juli 2012 11:08

    yups benar harus ada peran maksimal dari diri sendiri dulu,, hehe

  6. nadiaananda permalink
    17 Juli 2012 11:11

    Hidup ane katanya berantakan om ditambah rambut ane,, tapi kalo udah baca artikel kok berubah jadi rapi yaaa.. Hehehe.. 😛

  7. 17 Juli 2012 11:15

    Ane selalu belajar dari kisah orang kecil namun berhati besar,, yukk mari sebarkan ilmu seluas-luasnya.. 🙂

  8. 17 Juli 2012 15:03

    lek dis 😀

  9. Joko permalink
    17 Juli 2012 16:38

    Oh, menteri yg kerjanya bkin internet lambat, sms mahal dll ini? Masih jadi menteri?

  10. 17 Juli 2012 17:45

    mantapbbbs… ijin menyimak dan nitip artikel ya mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/17/siapakah-orang-orang-yang-lemah-itu/

    terima kasih

  11. 17 Juli 2012 18:58

    Mantab Pak Edo,
    Btw Pak Edo punya banners mengenai safety riding, yang mungkin bisa kita pasang di blog2 motor?

    • 18 Juli 2012 13:47

      coba singgah ke rsa.or.id barangkali bisa membantu. salam.

  12. Netral permalink
    18 Juli 2012 08:07

    si joko bego amet komentarnya…

  13. 18 Juli 2012 08:52

    100 % sangat ajib, segera laksanakan aja tuh usulanya, krn gebrakan dan amal itulah yg terpenting setelah ide.

  14. yan setiana permalink
    18 Juli 2012 09:21

    ane setuju neh sama mas sbro Zikri Irfandi…
    mulai dari banners tuk di blog2..
    stiker2 di bengkel2
    or kalo mengacu pada om MT… gmn kalo kita DLJJ eh apalah itu.. minta mereka membuat tulisan di jalanan dibawah semua plang tulisan2 yg berkenaan dengan safety riding.. walau mata sadar hanya sepintas baca, tapi mata bawah sadar manusia akan menerima dan perlahan melakukannya..

    dimulai dari diri sendiri itu artinya dengan memberi contoh, memberi doa, dan memberi resonansi positif

    setuju?..

    pecinta tuwil yg mencintai Tuhan dan keluarganya..
    hihihi

  15. Joko permalink
    18 Juli 2012 19:02

    Kebanyakan makan bekatul ya? Kementrian bidang teknis tapi diisi parpol. Nggak rela saja bayar pajak tapi cuma dimakan sama mentri model beginian. Nggak bikin maju, malah bikin mundur.

    • pororo permalink
      19 Juli 2012 09:09

      gyahaha, bayar pajak? gue ga yakin orang yang omongannya ngelantur kayak elo sanggup bayar pajak. mo bayar pajak apaan? pbb, feeling gue, elo ga mampu beli rumah, pph, emang penghasilan lo sudah diatas PTKP?. sono jaga parkiran gih…

  16. haroem permalink
    20 Juli 2012 16:58

    Tinggal tunggu actionnya aja deh 😀

Trackbacks

  1. Hindari Menggunakan Handphone Pada Saat Mengendari Kendaraan ! « dzumanjipunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: