Lanjut ke konten

Helm Ada Kadaluarsanya Loh

2 Juli 2012


Henry Tedjakusuma (foto:edo)

FUNGSI helm bagi pesepeda motor amat vital. Manakala terjadi benturan akibat insiden atau kecelakaan, fatalitas di kepala pemotor bisa direduksi oleh helm. Tentu saja risiko menjadi berkurang jika kualitas helm tergolong mumpuni.
Di Indonesia, semua helm yang diproduksi dan diperdagangkan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811-2007. Lazimnya negara-negara lain di dunia, standar tersebut berfungsi ganda. Pertama, melindungi pesepeda motor dengan mewajibkan para produsen membuat produk berkualitas tinggi. Kedua, memproteksi produsen domestik dari serbuan produk impor yang tak memenuhi standar domestik.
Terlepas dari itu, fakta menunjukkan, kesadaran memakai helm ketika bersepeda motor masih jauh dari menggembirakan. Di antaranya, masih ada keengganan memakai helm dengan dalih berkendara untuk jarak dekat. Padahal, kita tahu kecelakaan tak pernah mengenal jarak. Bisa terjadi dimana saja.
Saking pentingnya helm bagi pesepeda motor, negara memasukan aturan pemakaian helm ke dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Maklum, mayoritas kematian pemotor yang terlibat kecelakaan dipicu oleh luka di kepala.

Dalam UU tersebut ditegaskan, pemotor dan penumpangnya wajib memakai helm. Kualitas helm yang dipakai harus memenuhi SNI. Jika melanggar aturan, siap-siap saja disemprit denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan. Gawat kan?

Kadaluarsa

Selain memilih helm yang memenuhi standar, para pemotor juga harus memahami cara memakai helm yang benar. “Caranya, pegang tali helm, lalu helm ditaruh di atas kepala dan masukan ke kepala,” jelas Henry Tedjakusuma, marketing director PT Tarakusuma Indah, saat berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.
Selain itu, pengaitnya harus terkunci dengan benar. Kancingkan pengait helm hingga bunyi klik. Pemakaian yang benar memaksimalkan helm untuk melindungi kepala para pemotor.
Dia menambahkan, konsumen juga hendaknya perhatikan kode produksi helm yang tertera di dalam helm. ”Kadaluarsa helm berkisar 4-5 tahun, tergantung pemakaian,” sergahnya.
Untuk menjaga kualitas helm, jelasnya, para pemotor hendaknya tidak menaruh helm menghadap ke atas saat menggantung helm di motor saat parkir. Bagian dalam itu bakal mudah rusak karena terkena air.
Selain itu, tambah Henry, jangan menyimpan helm di atas tanki motor. Uap bensin juga bisa merusak kualitas helm. ”Bau uap bensin juga merusak kesehatan pemotor,”tukas dia.
Sementara itu, Tugimin, suvervisor Research and Development Tarakusuma Indah menambahkan, kadaluarsa untuk helm yang dipakai secara rutin selama tiga tahun. ”Namun, kalau disimpan di toko bisa lima tahun,” kata dia.
Selain kualitas kulit luar helm yang keras bisa menurun, tambahnya, busa bisa di dalam helm juga bisa keropos.


Kode tahun produksi helm ada di bagian dalam helm.(foto:edo)

Saat disinggung mengenai kualitas helm jika terjatuh saat berkendara, Tugimin mengaku, kualitas helm tersebut praktis menurun drastis. Kemampuan helm menjadi tinggal 20% dalam melindungi kepala. ”Kami tidak merekomendasikan helm untuk dipakai lagi,” tukas dia.
Sedangkan jika helm terjatuh dari ketinggian sekitar satu meter, atau jatuh saat disimpan di atas motor, kualitas melindunginya tinggal 80%.
Nah, sudah cukup jelaskan? Helm ternyata memiliki kadaluarsa. (edo rusyanto)

15 Komentar leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    2 Juli 2012 15:04

    sip eyang,..info yg ajib

  2. 2 Juli 2012 15:13

    nais info…

  3. Kodokz Jambanz permalink
    2 Juli 2012 15:20

    iya maksimal 3 tahun harus ganti belum lagi kena panas matahari ada yang sampai retak tp helm dot atau snell masih mahal klo dot dijamin diatas 150 rb klo snell minimal 350. klo sni 100 rb. mungkin buat orang punya ganti helm setiap 3 tahun itu biasa tp klo orang g punya kyk ane mau ganti helm mikir” dulu. harusnya ada yang mau bagi” helm kualitas sni lah gratis. soalnya ada raziah helm sni klo g salah. cmiiw.

  4. yellowduck permalink
    2 Juli 2012 17:03

    baru tau kalo helm bisa kadaluarsa jg…

  5. 2 Juli 2012 17:05

    ijin menyimak dan nitip tulisan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/02/siapa-yang-peduli-sesama/

    terima kasih

  6. keripik permalink
    2 Juli 2012 22:57

    sama kaya motor sekarang juga kadaluarsa setelah 5 tahun pemakaian,, apalagi kalo jatoh,, harus ganti baru,, karna dah gak safety lagi,, segitiga rusak gak bisa balik 100 persen,, rangka penyok, dll… membahayakan pengendara lain,,
    jadi konsumtif gitu ya,,, hehehe,, :mrgreen:

  7. blueZ permalink
    3 Juli 2012 00:20

    punya ane 1 tahun udah retak retak..
    di pake tiap har menerjang panasnya jalanan 😀
    Caber J-King :p

  8. 3 Juli 2012 08:43

    Helm baru, helm baru, helm baru… … … 🙂

  9. haroem permalink
    4 Juli 2012 10:59

    setelah membaca artikel jadi tau nih kalo helm ada kadaluarsanya ! thx eyang edo

  10. 17 Juli 2012 00:26

    mancap….

  11. 28 April 2013 17:20

    baru tau aku,…

  12. 28 November 2013 07:51

    numpang copas gan…. nice info

Trackbacks

  1. HELM itu PENTING | Rahmanuddin's side story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: