Lanjut ke konten

Begini Toh Cara Melindungi Pemotor dari Maut Jalan Raya

29 Juni 2012

PETAKA di jalan raya seakan tak mau pergi dari ranah Indonesia. Beberapa tahun terakhir, kasus kecelakaan lalu lintas jalan raya yang tercatat cukup tinggi. Setidaknya, rata-rata ada 300 kasus kecelakaan setiap hari.
Upaya mereduksi kecelakaan bukan tak ada. Hanya saja, masih minim. Sinergi semua pihak pemangku kepentingan (stakeholder) masih rendah. Mereka adalah Kepolisian RI, kementerian perhubungan, kementerian pekerjaan umum, kementerian perindustrian, kementerian riset dan teknologi, dan pemerintah daerah (pemda).
Karena itu, masyarakat selaku pengguna jalan harus mampu menjaga keselamatannya sendiri ketika di jalan. Langkah minimal adalah dengan berkendara yang aman dan selamat. Kuncinya ada di perilaku berkendara. Fokus dan konsentrasi, tertib serta saling menghargai sesama pengguna jalan. Tentu dilengkapi dengan kompetensi berkendara yang memadai.
Maklum, mayoritas pemicu kecelakaan adalah faktor manusia sebagai pengendara. Pada 2011, dari sekitar 109 ribuan kasus kecelakaan, sebanyak 53% dipicu oleh faktor manusia. Di faktor ini, aspek perilaku berkendara tidak tertib dan lengah, merupakan yang tertinggi. Karena itu, semestinya, bila aspek pengendara ditingkatkan kompetensi berkendaranya, lumayan bisa mereduksi potensi kecelakaan. Walau, tetap harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
Kepolisian menjadi unsur penting dalam hal ini. Apalagi sering kita dengar jargon bahwa kecelakaan kerap kali diawali oleh pelanggaran aturan lalu lintas jalan. Perilaku tidak tertib dilandasi oleh pelanggaran terhadap peraturan.
Kasubdit Dikpen Dikmas Korlantas Mabes Polri, AKBP Katon Pinem, dalam sebuah seminar di kementerian perhubungan mengatakan,ada lima upaya melindungi pesepeda motor dari maut di jalan raya.
Pertama, engineering (rekayasa) yaitu mengubah lingkungan sehingga pemakai jalan secara fisik dituntun atau dibimbing untuk bertindak secara tepat dan benar dalam berlalu lintas.
Kedua, education (pendidikan) yaitu memberikan informasi dan latihan praktis kepada pemakai jalan untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas.

Ketiga, enforcement (penegakan hukum) yaitu upaya yang dilakukan agar masyarakat mematuhi segala peraturan lalu lintas yang ada untuk membimbing kearah keselamatan pemakai jalan pada waktu berlalu lintas sehingga tercipta Kamseltibcar lantas.
Keempat, encouragement (penggalakan dan penggalangan) yaitu dengan menggalakan program-program keselamatan lalu lintas misalnya menggalangkan penggunaan helm dan light on.
Kelima, emergency preparedness merupakan upaya pertolongan medis pada kecelakaan lalu lintas untuk mencegah cedera yang dialami korban menjadi lebih parah dan menghindari kematian korban.
Tentu saja kelima resep itu tak semudah membalikan telapak tangan. Butuh kemauan dan kerja keras dari semua pihak. Kuncinya, dimulai dari diri sendiri para pengguna jalan. Dimulai dari hal kecil dan dari sekarang. (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. 29 Juni 2012 00:10

    semoga berhasil

  2. 29 Juni 2012 01:09

    ga ngerti 😦

  3. 29 Juni 2012 04:59

    Tiap hari pasti ada 😥

    • 29 Juni 2012 11:09

      Pada 2011, di Indonesia tiap hari ada 300 kasus kecelakaan. Semoga bisa terus berkurang. Amin.

  4. Aa Ikhwan permalink
    29 Juni 2012 07:24

    Ajib..mulai dr sekarang..

  5. 29 Juni 2012 11:24

    menuju endonesa sitik aksiden… :mrgreen:

  6. 29 Juni 2012 16:02

    300 kasus per hari ?? tinggi banget ya… Lha wong pembiaran pelanggaran terjadi di mana-mana, akhirnya para pengemudi sering sak enake udele dewe seperti gak ada aturan.

  7. Jhon permalink
    29 Juni 2012 19:33

    makanya pak polisi juga jgn pernah patroli tertentu saja dan terlebih menyulitkan orang yg membuat SIM di daan mogot sana…karena rakyat indonesia masih banyak sekali yang tidak mempunyai surat izin berkendara…

  8. extraordinaryperson permalink
    29 Juni 2012 22:32

    long road to go

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  9. 30 Juni 2012 16:32

    miris, smkin bnyk motor beredar brbndng lurus dg angka kecelakaannya..

  10. haroem permalink
    2 Juli 2012 11:23

    Pemerintah harusnya lebih giat lagi untuk mensosialisasikan keselamatan berkendara ya minimal berkurang dan membuat sadar pengendara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: