Lanjut ke konten

Di Balik Terjualnya 12 Juta Motor Skutik

28 Juni 2012

LIHAT sekitar kita. Sepeda motor skutik alias motor bertransmisi otomatis kian meruyak. Dimana-mana ada motor skutik. Ya. Kini eranya motor skutik.
Segmentasi skutik bisa menumbangkan dominasi motor bebek yang sebelum tahun 2011 demikian dominan. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) memperlihatkan, sepanjang lima tahun terakhir, 2007-2011, segmen motor skutik bertumbuh 66,26%. Luar biasa!
Pertumbuhan segmen motor skutik jauh di atas pertumbuhan pasar secara umum di Indonesia. Dalam rentang waktu tersebut, pasar domestik hanya bertumbuh 13,28%.
Bila segmen skutik melejit, sebaliknya, dalam lima tahun terakhir, segmen motor bebek malah minus 2,02%. Tampaknya tren konsumen mulai bergeser. Oh ya, untuk segmen motor sport, sekalipun pangsa pasarnya paling kecil, pertumbuhannya cukup lumayan, yakni 16,24%.
Dalam lima tahun terakhir, segmen motor skutik mengantongi volume penjualan sekitar 12,2 juta unit. Artinya, tiap hari ada sekitar 6.688 skutik yang terjual, atau setara dengan 278 unit per jam. Sebuah angka fantastis, mengingat tren motor skutik baru terlihat pada awal 2000-an.
Bahkan, pada 2011, sudah melampaui motor bebek. Saat itu, total volume penjualan motor skutik menyentuh angka 4,1 juta unit, sedangkan motor bebek sekitar 3,2 juta unit. Hal itu berlangsung hingga pertengahan 2012 dan tampaknya hingga akhir tahun pun bakal terus membubung. Maklum, sejak 2011, para produsen anggota Aisi kian gencar menelorkan varian skutik.

Alasan Memilih Skutik

Kenapa motor skutik demikian merajalela? Coba kita singkap perlahan. Pertama, harga cukup terjangkau. Maksudnya, dengan banderol sekitar Rp 12-16 juta per unit, motor skutik relatif terjangkau kocek konsumen. Apalagi, kita semua tahu, sistem pembelian motor di Indonesia mayoritas menggunakan fasilitas kredit. Kian terjangkaulah si motor skutik.
Kedua, praktis. Banyak konsumen yang menganggap motor skutik lebih praktis. Maklum, untuk mengoperasikan motor yang satu ini, sang penunggang hanya cukup menarik tuas gas dan rem, motor sudah bisa menggelinding. Bandingkan dengan motor bebek yang haurs over gigi. Atau, bandingkan dengan motor sport yang harus memainkan tuas kopling dan over gigi.

Ketiga, bagasi dan dek depan. Sang skutik mayoritas didesain memiliki bagasi yang memfasilitasi pengendara untuk menaruh barang. Walau, belakangan varian motor bebek pun ada yang didesain mampu menaruh barang sebesar helm. Nah, kalau dek depan, skutik lebih unggul dibandingkan motor bebek dan sport. Dek depan bisa membuat kaki sang pengendara lebih nyaman. Bahkan, bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang, seperti tas kecil atau belanjaan warung.
Keempat, desain. Walau yang ini amat relatif, namun sejumlah varian menyodorkan desain retro modern atau gaya klasik. Tampilannya mirip skuter zaman lawas, namun berteknologi termutakhir. Motor ini tren penjualannya cukup tinggi.
Kelima, saking praktis dalam pengoperasiannya, motor skutik dianggap cukup pas untuk menjelajah lalu lintas jalan perkotaan yang cukup padat. Kemacetan lalu lintas jalan terasa lebih ringan dilalui oleh motor skutik dibandingkan motor bebek atau sport yang harus main kopling manual.
Keenam, gaya hidup. Kini, meruyak stempel bahwa memakai skutik adalah bagian dari gaya hidup. Selain trendy, dibarengi dengan pencitraan mudahnya perawatan dan sebagai motor hemat bahan bakar. Gaya hidup modern menempatkan hemat energi sebagai sebuah ciri khas.
Kini, para pengguna motor skutik tak lagi dibatasi oleh persepsi gender. Pada masa awal keluarnya skutik, ada persepsi motor tersebut untuk para perempuan. Kini, persepsi itu kian menghilang. Anak muda, orang tua, lelaki, dan perempuan, merasa nyaman menunggang skutik.
Apalagi, kini para anggota Aisi mengguyur pasar dengan tak kurang dari 25 model motor skutik. Mulai dari yang tampilan sporti, retro modern, hingga futuristik. Bahkan, tersedia teknologi paling anyar seperti fasilitas mesin mati otomatis jika kendaraan berhenti lebih dari lima detik. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 28 Juni 2012 12:08

    ijin menyimak dan nitip artikel mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/06/28/rasa-puas-itu-seperti-apa/

    terima kasih

  2. 28 Juni 2012 15:55

    Underbone enggak terjun bebas, tapi matic melejit.. Hmm, artinya apa ya?

  3. 29 Juni 2012 05:01

    Eyang itu motor apa yg di balik?

  4. 30 Juni 2012 16:39

    suatu saat bebek bkl trend lg..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: