Lanjut ke konten

Duka Kecelakaan Pesawat Udara

22 Juni 2012

KEMBALI kita disodori fakta kelam. Kecelakaan pesawat terbang. Kali ini pesawat Fokker 27 milik TNI AU, jatuh di kawasan Halim Perdanakusumah, Jakarta. Sebanyak 10 orang tewas, terdiri atas tujuh prajurit TNI AU dan tiga warga sipil yang rumahnya tertimpa pesawat.
Media massa pun menyoroti tragedi penerbangan itu. Maklum, masih segar ingatan kita atas kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 milik Rusia yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Situs Vivanews.com memberitakan, kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat, pada 9 Mei 2012 itu menewaskan 45 orang yang terdiri atas 35 warga negara Indonesia dan 10 warga negara asing.
Kecelakaan pesawat Fokker 27 bukan penerbangan sipil. Situs Vivanews.com menyebutkan pesawat naas itu terbang untuk latihan rutin. Pesawat lepas landas pada pukul 13.10 WIB dan kemudian jatuh pada pukul 14.45 WIB.
Apapun itu, kecelakaan tetap kecelakaan. Menyakitkan bagi korban dan keluarga sang korban. Kita disodori fakta bahwa negeri tercinta Nusantara tak pernah lepas dari kecelakaan transportasi. Tentu, termasuk penerbangan.
Dalam rentang lima tahun terakhir, sedikitnya ada 115 kasus kecelakaan pesawat udara. Korban yang tewas dalam rentang 2007-2012, setidaknya sekitar 302 jiwa. Sedangkan korban luka sedikitnya 88 orang berasal dari penumpang pesawat dan masyarakat yang tertimpa pesawat seperti kasus jatuhnya Fokker 27, Kamis (21/6/2012) siang.

Tahun 2011, menjadi tahun terbanyak terjadinya kasus kecelakaan pesawat udara. Ada 32 kasus yang menewaskan 78 jiwa dan melukai 8 orang. Kini, pada 2012, kita dikagetkan oleh dua kecelakaan besar, yakni jatuhnya Sukhoi Super Jet 100 yang menewaskan 45 orang dan jatuhnya Fokker 27 yang menewaskan 10 orang.
Semoga tak perlu ada lagi duka akibat kecelakaan pesawat udara. Termasuk tentunya kecelakaan di jalan raya yang menewaskan rata-rata 86 orang setiap harinya. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    22 Juni 2012 09:41

    Innalilahi wa inna ilaihi rojiuun

  2. 22 Juni 2012 14:48

    Prihatin… tetapi utk Sukhoi masih ada byk polemik, mengingat impact kejadian ini byk sekali, persaingan bisnis dll..

    http://boerhunt.wordpress.com/2012/06/21/ktm-duke-200-sebagian-besar-kita-menganggap-kemahalan-tetapi-kenapa-ktm125-laku-keras-di-eropa/

  3. vyzex permalink
    22 Juni 2012 15:27

    akibat uang negara cuma buat beli mobil dinas mewah dan rapat -rapat di hotel berbintang serta jalan-jalan yg kebanyakan nggak penting.
    perawatan jadi terbengkalai krn anggaran minim

  4. nangke permalink
    22 Juni 2012 15:42

    alustista perlu diperhatikan oleh pemerintah….. biar tidak terjadi yang seperti ini kedepannya.

  5. 22 Juni 2012 19:19

    turut berduka cita, andai dlu proyek N250 msh idup. FOkker udah dimasukin bak sampah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: