Lanjut ke konten

Atikah Teliti Soal Modifikasi Motor

12 Juni 2012

MIMIK wajah Atikah cukup serius. Setiap kalimat yang terlontar cukup tegas. Lugas.
“Modifikasi sepeda motor tidak boleh membahayakan keselamatan berlalulintas jalan,” tukas siswi, kelas 10 SMA Budi Mulia, Ciledug, Tangerang saat menjawab pertanyaan saya dalam final lomba karya tulis tingkat SLTA, di Jakarta, Senin (11/6/2012) siang.
Dia mengutip UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang memberi batasan-batasan modifikasi, yakni; pertama, berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut. kedua, tidak boleh membahayakan keselamatan berlalulintas. dan, ketiga, wajib melakukan uji tipe ulang.
Atikah Imas Nuraini adalah salah satu dari 10 finalis ‘Astra Honda Motor Best Student 2012’. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya lomba karya tulis itu digelar oleh Wahana Makmur Sejati. Lomba yang digelar setiap tahun itu, pada 2012, merupakan lomba yang kesepuluh. Sedangkan bagi saya, ini adalah kali kedua menjadi juri.
Atikah memenangi lomba kali ini. Tema penelitiannya ‘Pengaruh Modifikasi Motor Terhadap Perilaku dan Keselamatan Berkendaraan Siswa SMA Budi Mulia Ciledug.’
Hasil penelitian Atikah terhadap 40 responden siswa SMA Budi Mulia menyebutkan, 44% alasan siswa memodifikasi motornya demi eksistensi diri. “Sebesar 73% siswa menjadi percaya diri setelah memodifikasi sepeda motor,” tutur dia.
Namun, sambungnya, percaya diri dan eksistensi tersebut tidak dibarengi dengan pemahaman atas dampak buruk modifikasi. Maklum, salah satu modifikasi yang dominan adalah pengubahan bentuk ban menjadi lebih kecil. Alasannya, ban cacing itu bisa menimbulkan rasa ringan ketika digunakan dan lebih lincah ketika menikung.

“Jiwa muda hanya mengikuti kreatifitas, tapi mengabaikan unsur keselamatan jalan,” tutur Atikah.
Dia bahkan bercerita, ada respondennya yang pernah mengalami kecelakaan akibat memakai motor yang dimodifikasi bannya. “Tapi mereka tidak jera, malah menganggapnya sebagai tantangan,” sergah dia.
Penelitian Atikah menyebutkan, sebanyak 58% responden mengaku tidak mengetahui akibat baik dan buruk dari memodifikasi motor. Tapi, sebanyak 20% mengaku tahu bahaya akibat memodifikasi dan 22% menganggap tidak membahayakan.

Soal dampak buruk dari modifikasi, tutur Atikah, paling banyak menganggap bakal membuat motor mudah rusak (28%). Lalu, sebanyak 27% bisa memicu kecelakaan, 24% biaya perawatan lebih mahal, dan 21% membuat orang lain tidak nyaman.
Atikah tersenyum saat namanya disebutkan sebagai pemenang lomba kali ini. Hadiah uang Rp 6 juta dan tropi pun digenggamnya. Terus semangat dan berkarya tanpa kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 12 Juni 2012 00:07

    mbah edo kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn…
    modifikasi, bukan dekorasi
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/06/11/velg-yamaha-byson-peyang-retak-pecah-ada-apa-ya/

  2. 12 Juni 2012 00:24

    cool… kecil kecil cabe rawit… 🙂
    Strategi Anyar TVS
    http://motoroda.wordpress.com/2012/06/11/tepatkah-menggelontorka-dana-milyaran-untuk-promosiiklan/

  3. arc the land permalink
    12 Juni 2012 08:37

    giliran nyang beginian pasti sepi yah….

  4. 12 Juni 2012 12:02

    Anak kecil aja udah tau…
    Bagi yg merasa lebih dewasa dari Atikah, bgmn menurut Anda???

  5. 12 Juni 2012 15:57

    sip

  6. guparman permalink
    12 Juni 2012 20:30

    Top dah sayang kurang publikasi . . .

    Keep brotherhood,

    Salam,

  7. 12 Juni 2012 20:44

    salut..

  8. irwan permalink
    13 Juni 2012 16:03

    deket rumah ane nih eyang

  9. haroem permalink
    14 Juni 2012 11:40

    Mantap.. Sedari dini sudah aktif bagaimana untung dan rugi untuk memodifikasi, semoga ditularkan ke teman2nya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: