Lanjut ke konten

Segini Aja Peminat Motor Injeksi?

1 Juni 2012


Yamaha Vixion (foto:dok)

TERNYATA, konsumen masih gemar sepeda motor bermesin karburator ketimbang yang injeksi. Dari data yang saya peroleh terlihat bahwa penjualan motor injeksi sekitar 18,64%, sedangkan karburator sekitar 81,36%. Wow!
Padahal, motor bermesin injeksi digembar-gemborkan lebih irit konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dibandingkan karburator. Selisihnya bisa berkisar 5-10%. Tergantung cara pemakaian dan kondisi lalu lintas jalan. Apakah artinya masyarakat kita lebih suka yang boros BBM?
Pantas saja kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai mencanangkan Gerakan Penghematan Energi pada Selasa (29/5/2012) malam. Ada lima jurus yang bakal digulirkan SBY. Salah satunya, mengkonversi penggunaan BBM ke bahan bakar gas (BBG). Bahkan, SBY mengaku bakal mengembangkan kendaraan listrik buatan putra bangsa sendiri. Nah, untuk mendorong percepatan investasi bagi terwujudnya kendaraan Hybrid dan kendaraan listrik, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang tepat, seperti pemberian kemudahan dan insentif fiscal.
Maklum, pada tahun 2010, subsidi BBM dan listrik telah mencapai Rp 140 trilyun. Lalu pada 2011 meningkat lagi menjadi Rp 256 triliun dan tahun 2012 ditaksir bakal melampaui tahun 2011.
Nah, kalau motor yang beredar bisa menghemat pemakaian BBM, semestinya menjadi pilihan yang bijak. Tapi, nyatanya, sepanjang Januari-April 2012, penjualan motor injeksi yang dianggap lebih hemat, ternyata hanya 18,64% dari total penjualan sebanyak 2,57 juta unit.

Dari total penjualan motor injeksi pada empat bulan 2012 sekitar 480 ribu unit, ternyata sebagian besar, yakni 71,59% adalah varian motor skutik. Varian motor sport menjadi kedua terbesar yakni 19,62% dan motor bebek sebesar 8,79%.
Di pasaran, pada Mei 2012 setidaknya ada beberapa varian motor skutik dengan system injeksi yakni Honda Vario, Honda Spacy, Honda PCX, dan Yamaha Mio J. Sedangkan motor sport mencakup Yamaha Vixion, Honda CBR 150 R, Honda CBR 250 R, dan Kawasaki KLX 250. (edo rusyanto)

15 Komentar leave one →
  1. 1 Juni 2012 00:32

    Mungkin akan bertambah dengan kemunculan NJZ injeksi atau juga Teralis.

    Menghitung hari kejayaan Vixion.
    http://motoroda.wordpress.com/2012/05/31/ultimate-value-strategy-vs-ultimate-sandwich-strategy/

  2. Aa Ikhwan permalink
    1 Juni 2012 06:30

    Kl sdh injeksi semua nanti beralih ke injeksi mbah 🙂

  3. kudalumping permalink
    1 Juni 2012 07:23

    nampaknya, masi pada gamang dengan nyang namanya “maintaince”

  4. rusmanjay permalink
    1 Juni 2012 08:10

    masih setengah hati buat beralih ke injeksi

  5. 1 Juni 2012 08:16

    Masyarakat nya konservatif, agak susah beralih ke hal baru.

    Wah, bisa dibilang manuver mio ke mio-J saat ini cukup blunder. Buktinya penjualannya belum moncer. Konsumen potensialnya sepertinya beralih ke beat, yang akhirnya angka penjualannya meroket..

  6. 1 Juni 2012 08:45

    seharusnya semua pabrikan ga lagi mengeluarkan motor versi karbu sehingga mau ga mau konsumen beralih ke motor injeksi….untuk saat ini terutama pada segemen metic.
    dan yang penting lagi edukasi ke masyarakat harus lebih gencar……termasuk tranfer teknologi dan pengetahuan terhadap bengkel umum.

  7. 1 Juni 2012 09:27

    lho, ngeluh subsidi listrik naik sampe 256 triliun tapi malah bikin mobil listrik? emang mo dicharge di mana? tancep ke hidung?

  8. 1 Juni 2012 10:22

    apapun program yang di canangkan,gw pesimis.. kalau birokrasinya masih ceng-cengpo, kaci-kaci…

  9. 1 Juni 2012 10:45

    ijin menyimak dan nitip artikel mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/06/01/siapakah-bidadariku/

    terima kasih

  10. 1 Juni 2012 13:43

    Sepertinya masih diperlukan waktu bagi masyarakat utk beralih ke injeksi. Syukur deh motorku sdh injeksi semua..hehe..

  11. yan setiana permalink
    1 Juni 2012 15:39

    wah…. cayoo injeksi

    walaupun Sayap dan pagar sudah sama mencanangkan injeksi di tahun 2013
    ane rasa sosialisasi akan kelebihan, kemudahan pemeliharaan, masih kurang.. ditambah lagi belum beraninya menjual tool kit ke bengkel2 non resmi, padahal orang kita tau-nya ga repot nyari2 “beres” dimana ada bengkel disitu bisa berlabuh…strategi pasar tuh.. mendapatkan perhatian konsumen dengan kemudahan servis dimana saja…

    mantab…
    btw kalo beralih ke listrik bukan sama aja boros energi ya? inget pelajaran dulu… energi tidak dapat dihilangkan namun bisa di konversi… yg artinya jumlah energi yg dikeluarkan akan sama aja… polusi pun tetap ada hanya beda yg mengeluarkan… yg pas mah GO GREEN dengan gowes..

  12. 2 Juni 2012 12:40

    iya masih tahap perkenalan mungkin untuk indonesia

  13. 2 Juni 2012 13:49

    Vixion, CBR , Kawasaki KLX 250 ==> mahal
    Vario ==> bolehlah
    Honda Spacy ==> kurang meledak
    Honda PCX
    Mio J ==> baru keluar

    yah… wajar aja daya beli masyarakat kita rendah… variasinya agak kurang, kurang lebih aja designnya dengan karburator, coba aja ada sesuatu yang “beda” selain sistem injeksi, pasti bakalan dibeli…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: