Lanjut ke konten

Menunggu Amdal Lalin Menara Rp 18 Triliun

24 Mei 2012


Signature Tower. (dok danayasa arthatama)

INDONESIA bakal punya pencakar langit setinggi 638 meter. Gedung bernama Signature Tower senilai tak kurang dari Rp 18 triliun itu, bakal rampung dibangun dalam lima tahun. Lokasinya persis di jantung Jakarta, yakni di Jl Jenderal Sudirman, persis disamping Bursa Efek Indonesia.
Gedung tertinggi kelima di dunia itu, milik pengusaha kondang, Tommy Winata. Pengusaha yang terkenal dengan petinggi di negeri tersebut, membangun Signature Tower melalui salah satu anak usahanya, PT Danayasa Arthatama Tbk.
Tak tanggung-tanggung, dia menggandeng MGM Hospitality, Amerika Serikat (AS) untuk mengelola hotel dan convention centre. MGM dikenal cukup luas di kalangan perhotelan dengan merek Bellagio.
Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Tommy Winata selaku chairman Artha Graha Network dengan MGM Hospitality di Las Vegas, AS, pada Senin (21/5) waktu Indonesia. Tommy Winata didampingi Santoso Gunara, presiden komisaris PT Danayasa Arthatama Tbk. Sedangkan dari pihak MGM diwakili Michael Sagild, managing director Asia Pacific Development MHM Hospitality dan Gamal Aziz, presiden MGM Hospitality.
Bagi Indonesia, kehadiran Signature Tower sebuah kebanggaan tersendiri. Maklum, proyek mercusuar serupa yang sempat digadang-gadang, seperti Menara Jakarta yang setinggi 558 meter, hingga kini tak kunjung hadir.
Hingga Mei 2012, gedung tertinggi di Jakarta masih dipegang oleh Wisma 46, yakni setinggi 262 meter, dihitung hingga pucuk antena. Menara perkantoran setinggi 46 lantai ini selesai dibangun pada 1996, dengan memakai rancangan Zeidler Roberts Partnership dan DP Architects Private Ltd. Di tingkat dunia, Wisma 46 adalah bangunan tertinggi ke-147 bila dihitung hingga puncak.
Danayasa Arthatama mengaku, pembangunan Signature Tower bakal dimulai pada akhir 2012. Sedangkan lama pembangunan ditaksir sekitar lima tahun. Sebuah mega-tall building.
Nah, yang menarik adalah ketika kita melongok Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang mengamanatkan kewajiban analisis mengenai dampak lalu lintas(amdal lalin).
Dalam aturan itu disebutkan bahwa setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan wajib dilakukan amdal lalin.
Amdal lalin berbentuk dokumen yang merupakan salah satu persyaratan pengembang untuk mendapatkan izin prinsip, izin penetapan lokasi, dan/atau izin mendirikan bangunan (IMB).
Artinya, IMB tidak bakal terbit jika kajian atau analisis tersebut menyebutkan bahwa dari sisi lalu lintas akan menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kemacetan lalu lintas.
Tentu saja proyek raksasa seperti Signature Tower bakal bisa memenuhi ketentuan tersebut. Sebagai sebuah proyek bergengsi, bisa menjadi panutan bagi para pengembang lainnya. Jika proyek sebesar Signature Tower saja bersedia memenuhi amdal lalin, proyek lain mestinya malu jika tak memiliki amdal lalin. Setuju? (edo rusyanto)

13 Komentar leave one →
  1. 24 Mei 2012 00:19

    orek orek…. langit pun sekarang bisa di cakar

    Strategi Bajaj Memang “Sesuatu”
    http://motoroda.wordpress.com/2012/05/23/bajaj-wow-salute/

  2. sponge bob permalink
    24 Mei 2012 03:10

    setuju aja bro!..

  3. 24 Mei 2012 08:49

    Alangkah bijaknya jika semua proyek pembangunan misal : mall gedung2 pencakar langit serta proyek2 yg lainnya diawali dgn amdal, tidak hanya terkait lalin tp semunya hrs menyeluruh. karena biasanya para pejabat hanya mementingkan dari segi komersil saja, sehingga banyak analisa amdal hanya bersifat kamuflase. tinggal “bayar” ijin AMDAL keluar. So…masih banyak hal yang harus dibenahi terkait birokrasi & administrasi di negara ini.

  4. Udin jabrig permalink
    24 Mei 2012 11:08

    Wow punya bung Tommy Winata… Backingnya kuat tuh… Inget waktu tahun 2003 dia menang gugatan 500 jt dari Majalah Tempo… Wartawan masa itu tidak ada yg berani macam-macam memberitakan dia… mungkin sampai sekarang masih disegani…

    • arc the land permalink
      24 Mei 2012 17:46

      beritanya dimana brow…

  5. 24 Mei 2012 17:19

    Tower setinggi itu pasti akan menjadi sumber tarikan dan bangkitan perjalanan dimasa akan datang. Andalalin itu penting setuju sekali gan. Kelengkapan tersebut harus dipenuhi sebelum dokumen IMB diterbitkan. Andalalin jg berfungsi untuk meminimalisir gangguan lalin dalam selama masa kontruksi dan perencanaan manajemen lalin mencakup ketersedian parkir dan sirkulasi lalin internal maupun eksternal.

  6. 25 Mei 2012 09:54

    wooooowwww . . . .
    rasanya aku pengen segera berdiri di puncaknya, di observation decknya. pasti dapet nice view ya ??? Pengen ke Tokyo Sky Tree, tapi ga punya duit.
    ngemeng2, tulisan yg ini agak beda ya Mas . . . but I like it. 🙂

  7. 25 Mei 2012 12:09

    Hemm biasa lah itu….klau bisa sih buat jalan bawah tanah lah…paling tidak untuk MRT yang akses nya ke setiap2 pusat2 keramaian..seperti ke mall, hotel, gedung perkantoran..seperti di Singapore..nah jadi berkurang kan kemacetan…

  8. 25 Mei 2012 15:18

    ijin menyimak dan nitip tulisan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/25/kenapa-masih-saja-membidahkan-sesat-maulid/

    semoga bermanfaat

  9. Gogo permalink
    25 Mei 2012 16:03

    andai dibangun dikota lain yg butuh bangunan berkelas..

  10. ngx permalink
    28 Mei 2012 14:10

    pasti izin amdalnya diloloskan…gedung kecil aja bikin macet jalan, apalagi gedung setinggi itu..

Trackbacks

  1. Badut Tertua di Dunia Asal Montana Masih Aktif Manggung | ambangbatas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: