Lanjut ke konten

Wow! Kendaraan Pribadi Sedot 93% BBM Bersubsidi

7 April 2012

HINGAR bingar soal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak pernah surut. Tak semata persoalan ekonomi, BBM pun menjadi komoditas politik paling renyah.
Apalagi baru-baru ini. Niat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi mendapat reaksi keras. Sejumlah unjuk rasa merebak di berbagai daerah. Klimaksnya saat sidang paripurna DPR RI yang memutuskan penundaan kenaikan harga.
Padahal, di sisi lain, harga-harga kebutuhan sehari-hari kadung naik. Penundaan kenaikan harga BBM itu, tak serta merta dibarengi penurunan harga.
Kembali soal kendaraan pribadi yang paling banyak minum BBM bersubsidi. Menurut Soeroyo Alimoeso, dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada 2011, sepeda motor mengonsumsi 40% BBM bersubsidi dan mobil pribadi sebesar 53%. Sedangkan angkutan umum hanya 3% dan mobil barang 4%.
Seperti dilansir koran ekonomi Investor Daily, edisi Kamis (5/4/2012), total konsumsi BBM bersubsidi tersebut setara dengan Rp 136,7 triliun. Mobil pribadi minum paling banyak yakni sekitar Rp 77,9 triliun, sedangkan sepeda motor diposisi kedua yakni sekitar Rp 58,8 triliun. Angkutan umum hanya sekitar Rp 4,1 triliun dan mobil barang sekitar Rp 5,9 triliun.
Soeroyo mendorong pemakaian bahan bakar gas (BBG) sebagai solusi tingginya subsidi BBM. Penggunaan BBG bisa diterapkan pada angkutan umum, kendaraan dinas pemerintah, dan kendaraan pribadi.

Kondisi seperti itu tak bisa dilepaskan dari fakta saat ini. Jumlah angkutan umum lebih sedikit dibandingkan kendaraan pribadi. Masyarakat lebih gemar memakai kendaraan pribadi. Bukan semata karena angkutan umum massal dirasa belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, serta terjangkau secara akses dan finansial. Ada unsur lain, di antaranya, kemudahan membeli kendaraan pribadi dan budaya konsumerisme.
Gabungan kedua faktor itu kian menguat manakala di masyarakat berkembang sudut pandang kebendaan. Maksudnya, status sosial seseorang bakal terdongkrak jika memiliki kendaraan pribadi. Apalagi jika memiliki lebih dari satu. Kian dianggap sebagai kelompok masyarakat mampu.

Terlepas dari hal itu, tanggung jawab pemerintah sebagai penyedia transportasi publik, harus direalisasikan. Kita semua berharap transportasi publik yang aman, nyaman ,selamat, tepat waktu, dan terjangkau, dapat terwujud. Kebiasaan memanfaatkan angkutan umum bakal lebih mudah terbangun jika transportasi seperti itu. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. Gogo permalink
    7 April 2012 12:25

    perlu ad langkah yg tepat..

  2. Kodokz Jambanz permalink
    7 April 2012 13:28

    iya tu harusnya subsidi itu untuk pengembangan angkutan umum. bukan untuk bahan bakarnya saja.

  3. jaelan.. permalink
    7 April 2012 14:02

    saya sangat suka dgn artikel ini mbah…

    sy rasa masyarakat belum faham akan hal ini..

    sy sngat mendukung..apabila bbm tdk disubsidi sepeserpun oleh negara..krn pemakainya adlh orang 2 berduiiit…. sy kemarin berlibur ke suatu daerah…sy sngt sedih melihat innova avanza dsb..mereka membeli premium..indahnya mereka bercengkrama dgn membeli bensin yg disubsidi..
    tp di sekitarnya banyak masyarakat yg miskin..peminta..dsb…..negara tdk memberi sepeserpun uang bagi mereka….

  4. jaelan.. permalink
    7 April 2012 14:08

    yang paling BODOH dalam menentang kenaikan BBM…..dpr pks..pdip= pencitraan dlm 2014
    mahasiswa ……sy nggak mengerti mereka…

    cobalah pahami…BBM subsidi hanya milik/ pembelinya orang orang berduit….pemilik mobil dan motor…..atau suatu saat biarlah RAPBN kita HABIS hanya untuk ASAP KENDARAAN…..

  5. 7 April 2012 21:50

    widiw, angkanya sadisss X_X

  6. 8 April 2012 11:12

    Menurut Soeroyo Alimoeso, dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada 2011, sepeda motor mengonsumsi 40% BBM bersubsidi dan mobil pribadi sebesar 53%. Sedangkan angkutan umum hanya 3% dan mobil barang 4%.
    ———————————————
    Seperti dilansir koran ekonomi Investor Daily, edisi Kamis (5/4/2012), total konsumsi BBM bersubsidi tersebut setara dengan Rp 136,7 triliun. Mobil pribadi minum paling banyak yakni sekitar Rp 77,9 triliun, sedangkan sepeda motor diposisi kedua yakni sekitar Rp 58,8 triliun. Angkutan umum hanya sekitar Rp 4,1 triliun dan mobil barang sekitar Rp 5,9 triliun.
    ———————————————————————–

    orang kaya kok disubsidi???? miris melihat data di atas.

  7. panasonic awards permalink
    9 April 2012 10:07

    weeeeh bikin ane melek mbah…cmn dampak dri kenaikan bbm yaitu..sembako..bergerak naek juga….padhal baru isu aja dah naek….cpd

    • 9 April 2012 10:09

      padahal subsidinya salah sasaran yah? diminum orang2 mampu. trims atensinya bro. salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: