Lanjut ke konten

Duka untuk Para Pekerja Jalan

6 April 2012

MEREKA bekerja untuk para pemilik kendaraan. Mereka adalah para pembangun jalan tol. Jalan yang dilintasi banyak para kelas menengah ke atas. Tapi kini mereka terpuruk tanpa daya, kembali kepada Sang Maha Pencipta. Kami berduka.
Kecelakaan lalu lintas jalan merenggut lima nyawa pekerja jalan, Jumat (6/4/2011) dinihari di ruas tol TMII arah ke Cibubur, Jakarta Timur. Stasiun tv swasta SCTV, Sabtu pagi memberitakan, selain korban tewas, ada empat korban luka yang dibawa ke rumah sakit. Derita rakyat jelata.
Kronologis kecelakaan tragis tersebut, seperti dilansir tribunnews.com, melibatkan tiga unit truk dan satu mobil boks, sekitar pukul 03.00 WIB. Kecelakaan menimpa belasan pekerja dengan dua truk dan satu mobil
boks, yang sedang diparkir di bahu jalan untuk mengerjakan aspal tol Jagorawi.
Arif Siswanto (17), seorang pekerja aspal jalan tol menceritakan, awalnya ada sebuah truk pasir dari arah Cawang ke arah Cibubur.
“Mungkin karena mengantuk, tiba-tiba truk belok kiri menabrak truk yang lagi parkir,” ujarnya, saat ditemui di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/4/2012).
Tabrakan beruntun pun tak dapat dihindari. Truk pasir tersebut menabrak truk Dyna berwarna merah. Dengan kecepatan tak berubah, truk pasir juga menabrak bagian belakang sebuah mobil boks berwarna silver, sehingga membuat mobil boks tersebut terdorong keras ke depan, dan menabrak truk berisi aspal.
Belasan pekerja aspal yang berada di antara truk aspal dengan mobil boks tergencet. Beberapa korban bahkan ada yang tertimbun pasir dari truk yang menabrak. “Truk aspal itu ketabrak sampai terpelanting ke luar,” imbuh Arif.
Sopir truk bermuatan pasir yang menabrak langsung melarikan diri. Sementara itu, korban selamat sempat berjuang mengevakuasi korban meninggal dunia yang tertimbun muatan pasir.
Kecelakaan ini menjadi kedua terburuk setelah kasus Tugu Tani, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kasus yang menewaskan sembilan pejalan kaki itu, kini memasuki proses peradilan. Sang penabrak mendekap di tahanan.
Kelak, bila sang sopir truk tertangkap, bukan mustahil diseret ke meja hijau. Perangkat perundangan kita memungkinkan hal itu. Bahkan, sanksi bagi sopir yang melarikan diri saat terlibat kecelakaan, bisa lebih berat ketimbang yang langsung menyerahkan diri.
Satu fakta lagi, kecelakaan lalu lintas jalan berdampak pada banyak aspek. Ada ekses ekonomi, sosial, bahkan hukum. Duka yang dalam menjadi dampak yang paling memilukan. Perginya keluarga tercinta tak bisa tergantikan. (edo rusyanto)

15 Komentar leave one →
  1. 6 April 2012 12:57

    Turut berduka…

  2. 6 April 2012 15:55

    miris, faktor safety kurang diperhatikan

  3. 6 April 2012 16:09

    Bukan kecepatan yg harus di utamakan untuk sampai di tempat tujuan…tapi hati dan keselamatanlah yang menibakan di tempat….

  4. cah cirebon permalink
    6 April 2012 18:21

    lebay

  5. 6 April 2012 19:33

    Menyampaikan duka sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga diberi keikhlasan….Amin

  6. 6 April 2012 20:09

    NITIP mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/04/06/rayuanku/

    semoga bermanfaat..

  7. 6 April 2012 21:32

    turut bela sungkawa bagi para korban kecelakaan

  8. 6 April 2012 21:34

    jalan tol sekarang banyak makan korban jiwa

  9. bejo permalink
    7 April 2012 00:22

    turut berduka

  10. 7 April 2012 09:03

    turut berduka cita

  11. 7 April 2012 09:03

    Sekali lagi duka yg mendalam bwt kita semua. Kalo dari kronologis yg disampaikan kejadian bermula dari sang sopir yg mengantuk. Kita harusnya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, kalau kita merasa mengantuk dlm berkendara baiknya kita berhenti utk beristirahat sebentar. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi. Semoga…

    • 7 April 2012 10:04

      Jika benar krn mengantuk, satu fakta lagi bgm bahayanya berkendara sangat ngantuk. Ada baiknya istirahat sejenak. Trims dah berbagi disini bro. Salam.

  12. Gogo permalink
    7 April 2012 12:29

    turut berduka cita..

  13. bluergv permalink
    13 April 2012 14:47

    Innalillahi wa ina illaihi rojiun…..turut berduka cita, semoga diampuni dosanya, diterima amal kebaikannya & semoga keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan oleh-Nya…amin ya robbal alamin….Bagi pengendara yang mengantuk, beristirahatlah sejenak, jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi, bila dipaksakan dapat mengakibatkan hal-hal yang akan merugikan orang lain & juga diri sendiri….wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: