Lanjut ke konten

Winny Charita pun Memakai Helm

30 Maret 2012

RISIKO profesi jurnalis ada segudang. Apalagi mereka yang berjuang menyampaikan informasi di wilayah konflik. Nyawa jadi taruhannya.
Meliput di wilayah konflik ada triknya. Berita diraih, keselamatan utuh. Termasuk saat meliput aksi unjuk rasa yang dibumbui kekisruhan.
Saya percaya, lantaran itu pula, Winny Charita, reporter TVOne memakai helm saat reportase langsung aksi unjuk rasa di Makassar. Sang reporter wanita memakai helm open fase berwarna merah muda. Dalam laporan langsung Kamis (29/3/2012) sekitar pukul 22.30 WIB, sang reporter mengabarkan situasi unjuk rasa yang berlangsung hingga tengah malam. Asap masih keluar dari ban yang dibakar demonstran. Polisi berjaga-jaga dan menegosiasi agar aksi diselesaikan mengingat waktu sudah larut malam.
Lewat siaran televisi kita lihat bagaimana mahasiswa yang berunjuk rasa di Makassar kerap berbuntut aksi pelemparan batu. Tak hanya diarahkan ke petugas, lemparan batu juga mengarah ke bangunan, seperti show room mobil. Tak heran jika para jurnalis mesti melengkapi alat perlindungan diri.
Gigihnya jurnalis menjembatani hak masyrakat memperoleh informasi sudah ada sejak lama. Trik-trik meliput di wilayah konflikpun sudah difahami. Bagaimana kita lihat reporter yang meliput perang Irak harus memakai helm baja dan rompi anti peluru. Kini, kita lihat reporter tv memakai helm dan pasti gigi di wajah. Helm untuk melindungi kepala dari lemparan batu yang tak memiliki mata. Pasta gigi untuk meredam pedihnya mata ketika gas air mata mengeluarkan asap. Trik lainnya, meliput di belakang barisan aparat. Walau, kadang tak sepenuhnya manjur.
Kesadaran melindungi kepala dari lemparan batu sesuatu yang lumrah. Kepala adalah organ tubuh yang vital. Bagaimana bisa bekerja jika kepala terluka.
Saya jadi kepikiran, kalau menghindari lemparan batu saja mesti pakai helm, bagaimana kalau menghadapi risiko membentur aspal saat bersepeda motor. Benturan di kepala bisa-bisa membuat luka fatal. Maklum, obyek yang sedang bergerak cepat bisa membuat tumbukan yang keras. Terimakasih mbak Winny, sudah mengingatkan pentingnya memakai helm. (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. 30 Maret 2012 15:20

    presenter metrotv juga pake helm. Tp lupa namanya. Xixixi

    http://areeya2.wordpress.com/2012/03/30/virtual-ninja-250-livery-ducati-gp12/

  2. 30 Maret 2012 15:53

    semangat untuk para jurnalis yg sedang meliput berita untuk disampaikan ke banyak orang….!!! 🙂

  3. 30 Maret 2012 18:50

    motornya mana mbah?hehehee……

    http://beckhem.wordpress.com/2012/03/30/sudahkah-mereka-sholat/

  4. jhon speed permalink
    30 Maret 2012 22:50

    Sukses mbak.. Mantabs tuch Idenya pake Helm… minimal Safety buat Kepala… SIpz

  5. 30 Maret 2012 23:45

    Eyang apa kbr? baru comment lagi ni di warung eyang

    • 30 Maret 2012 23:49

      Baik mas bro, lagi nonton tv soal bbm nih, rame di ruang sidang paripurna dpr ri.

  6. 12 November 2012 17:25

    perjuangan mendapatkan informasi, salut kaka

  7. Muhammad Yusuf Hasibuan permalink
    31 Juli 2013 09:22

    bagus ya?…cantik taat peraturan yg beginilah yg bisa jadi contoh I LOVE your attitude

  8. turiscantik permalink
    15 April 2014 13:47

    Mending pake helm dari pada pake topi hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: