Lanjut ke konten

Akal-akalan DP Motor dan BBM

22 Maret 2012

KOK saya agak sangsi yah penerapan down payment (DP) minimal 20% diterapkan dalam pembelian sepeda motor. Konon, saat ini, DP minimal semestinya 10%, tapi fakta di lapangan ada yang menerapkan DP Rp 500 ribu. Wow!
Ketentuan DP minimal 20% itu, kabarnya bakal berlaku pada Juni 2012. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 43/PMK.010/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan.
DP sepeda motor minimal sebesar 20%, kendaraan roda empat non-produktif 25%, dan kendaraan roda empat untuk keperluan produktif 20%.
Pembelian sepeda motor di Indonesia ditaksir hampir 80% memanfaatkan pola kredit dari perusahaan pembiayaan alias multi finance. Kabarnya, non performing loan (NPL) alias kredit bermasalah di segmen ini amat kecil. Tidak melebihi 2% dari total kredit. Nah, jika pada 2011 ada sekitar 8 juta motor yang terjual, berarti yang pakai kredit sekitar 6,4 juta transaksi.
Balik lagi soal aturan DP minimal 20%, rasanya bisa sedikit mengganggu kelancaran kredit motor. Maklum, kalau motor harga Rp 13 juta, berarti DP yang disiapkan konsumen sekitar Rp 2,6 juta. Lumayan besar juga untuk kebanyakan masyarakat kita.
Boleh jadi di lapangan nanti keluar jurus-jurus meringankan beban calon konsumen. Entah apa namanya. Perkiraan saya misalnya, diskon DP. Dalam brosur penjualan atau tabel kredit disebutkan DP Rp 2,6 juta, namun pada praktiknya, sang penjual memberikan diskon DP hingga 50% atau bahkan lebih. Ujung-ujungnya uang muka yang dibayarkan calon konsumen bisa di bawah Rp 1 juta. Barangkali ada jurus-jurus lain. Kita lihat saja.

Kenaikan Harga BBM

Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2012, menjadi topik hangat. Termasuk bagi industri sepeda motor. Bila harga BBM bersubsidi, premium, naik dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, pasti banyak efeknya. Akankah penjualan motor kena imbasnya?

Merujuk pengalaman tahun 2008, saat itu 24 Mei 2008, harga BBM premium naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Lalu, pada Desember 2008 diturunkan lagi menjadi Rp 5.000 dan pada Januari 2009 diturunkan lagi menjadi Rp 4.500 per liter.
Saat itu, imbas kenaikan harga BBM terhadap penjualan sepeda motor nyaris tak terdengar. Bayangkan, tutup tahun 2008, penjualan motor justeru mencetak rekor sepanjang sejarah, yakni sekitar 6,2 juta unit.
Nah, imbasnya justeru terasa pada 2009. Saat itu, penjualan motor melorot menjadi sekitar 5,8 juta unit. Tapi, kemudian bangkit lagi dengan mencetak rekor anyar yaitu sekitar 7,3 juta unit pada 2010. Peningkatan terus berlangsung pada 2011 dengan rekor baru lagi yakni sekitar 8 juta unit.
Penurunan pada 2009 boleh jadi juga dipicu oleh krisis ekonomi global yang berpusat di Eropa dan Amerika Serikat.
Memang kita punya pengalaman lain, yakni ketika pemerintah menaikkan harga BBM premium dari Rp 2.400 per liter menjadi Rp 4.500 per liter pada 1 Oktober 2005. Dampaknya cukup terasa pada 2006. Saat itu, penjualan motor melorot dari sekitar 5 juta unit pada 2005 menjadi sekitar 4,4 juta unit pada 2006. Tapi, perlahan namun pasti penjualan kembali naik pada 2007, yakni menjadi sekitar 4,7 juta unit.
Artinya, pasar sepeda motor di Indonesia relatif stabil sekalipun ada kenaikan harga BBM. Masyarakat masih membutuhkan kendaraan alternatif untuk transportasi. Sepeda motor tampaknya masih dianggap yang paling pas dibandingkan kebanyakan angkutan umum.
Berkaca dari pengalaman tahun 2005 dan 2008, rasanya pada 2012 ini, penjualan sepeda motor relatif stabil dan imbasnya kemungkinan terjadi pada 2013. oh ya, kenaikan harga BBM premium terkait dengan harga minyak dunia yang menembus angka US$ 100 per barel. Sekalipun harga premium naik, pemerintah mengaku subsidi masih tetap ada.(edo rusyanto)

25 Komentar leave one →
  1. 22 Maret 2012 00:39

    Reblogged this on Suetoclub’s Blog.

  2. 22 Maret 2012 06:09

    betul… hanya transportasi publik yg mampu diandalkan, kunci penyelesaian banyak masalah…

  3. 22 Maret 2012 07:28

    no komen buat yg bbm, apakah deket deket 2014 bakal diturunin… mboh lah

    Tp buat yg DP motor, 3th saya di perusahaan pembiayaan motor milik astra (skrg udah pensiun ๐Ÿ˜€ ), sepertinya DP 20% memang akan memberatkan leasing. Karena jika akan menerapkan skiming dp murah (dibawah 1jt), artinya leasing harus menambah modal mereka. Baik modal internal maupun pinjaman modal dari bank. Dan sepertinya ini akan berpengaruh ke sales.

    Fakta juga :
    ~ 80% pembiayaan yg dilakukan oleh pihak leasing, dananya berasal dari bank. Jadi leasing sekedar ‘penagih utang’ ๐Ÿ˜›
    ~ Dengan skim dp murah, revenue yg diperoleh leasing semakin besar ๐Ÿ˜€ (dengan syarat NLP terjaga)

  4. GAS permalink
    22 Maret 2012 07:57

    kalo yang 10% trus kenapa masih ada yang 500.000 kayanya itu karena adanya subsidi pabrikan ke dealer2 deh.. “saya pernah baca berita seorang petinggi pabrikan ngomong berapa lagi coba kita mau kasih subsidi ke jaringan”

  5. 22 Maret 2012 08:25

    Hooo, ternyata total penjualan yamaha di tahun 2011 turun dibanding tahun sebelumnya..

  6. 22 Maret 2012 09:10

    Subsidi DP 80% ๐Ÿ˜€

  7. d'javu permalink
    22 Maret 2012 11:21

    dulu naik jd 6000 sembako jg naik,terus jelang pilpres diturunkan bertahap jd 4500 lagi tp tentu harga sembako ga turun sayang mungkin hanya cari simpati pilpres diturunkan bbmnya padahal dah stabil pasarnya.sekarang dah mau naik lagi kayak dulu tentu gejolak harga pd naik,ntar mau pilpres turnin lagi ya buat cari simpatisan.pie pemerintah ki…
    jd temanya pemilu hehe

  8. 22 Maret 2012 11:46

    subsidi BBM di tarik trus dialokasikan bwt subsidi bagi yang mo beli motor pake kredit,,,,wkwkwkwkkkkkkk

  9. slatif permalink
    22 Maret 2012 13:02

    bagaimana dengan kredit dr perusahaan pembiayaan yg ga jelas? kan banyak juga tuh yg bisnis jual/beli motor.

  10. 22 Maret 2012 15:38

    #kendaraan roda empat non-produktif 25%, dan kendaraan roda empat untuk keperluan produktif 20%#

    … semoga tdk dibeerlakukan deh. krn umumnya customer yg memiliki usaha membutuhkan DP ringan (10-15%) dan tdk mempermasalahkan besarnya cicilan, krn DP biasanya mrk atur untuk modal usaha,…. semoga pemerintah meninjau kembali SK nya….

  11. Gogo permalink
    22 Maret 2012 15:43

    yg bikim g rumit emang beli cash aj..
    palingan bank dan leasing dah punya triknya

  12. 22 Maret 2012 16:02

    ya habis gimana lagi kata teman ku nih marketing juga mau punya uang dan dia pun terus di bebankan target

  13. 22 Maret 2012 16:11

    masyarakat lebih pintar mengakali keadaan dibanding pemerintah ๐Ÿ™‚

    saya sangat salut dengan KREATIVITAS seorang guru yang memodif motornya jadi berbahan bakar gas. berbahaya? yang penting ada inovasi!!

    lipi kemana aja woi?

  14. blade-in permalink
    22 Maret 2012 21:21

    Ngajarin masyarakat: mbok ya kalau mau beli barang itu jangan 100% minjem/ngutang. Gak sehat. Mestinya nabung dulu 1-2 juta …. sisanya baru minjem/hutang !!!

  15. Karis permalink
    23 Maret 2012 00:50

    bukannya 25% ya mas?

    • 23 Maret 2012 00:54

      Ada dua aturan mas, satu versi yg mengatur bank, sedangkan satunya aturan Kemenkeu yg mengatur perusahaan leasing. Nah, yg 20% itu di perusahaan leasing. Salam.

      • Karis permalink
        23 Maret 2012 00:56

        ooo…gitu, tapi bukannya pemerintah menetapkan 25%? atau emang pihak leasing dpt perlakuan khusus jd 20%

  16. 23 Maret 2012 11:04

    SETUJU !!!!!!!!!, dp motor itu harusnya 25-, tingkat kejahatan di roda dua(motor) sudah sekian maraknya, yang di bekingi oleh para LSM yang tidak bertanggungjawab…. mafia motor sudah merajalela. kalo seandainya mereka mau kredit motor sudah sewajarnya mereka nabung dulu untuk dp strategisnya,,,, itu juga akan meringankan konsumen toh untuk pembayaran cicilannya

  17. blade-in permalink
    24 Maret 2012 06:27

    DP Rp 0 bisa bawa pulang motor. Tiga bulan cicilan macet. Motor diambil leasing setelah jeroannya dedel dowel dikanibal ….. Bukankah kasus-kasus seperti ini banyak terjadi?

  18. Polenk Merkesenk permalink
    26 Maret 2012 16:47

    BBM naik tinggi, susu tak terbeli. Pemerintah tarik subsidi, banyak bayi kurang gizi.

Trackbacks

  1. Ilustrasi Malam Minggu « Triyanto Banyumasan Blogs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: