Lanjut ke konten

Porsi Bebek Terus Menciut

19 Maret 2012


Salah satu model sepeda motor skutik.

SEPEDA motor skutik kian menguat di pasar domestik. Sebaliknya, porsi sepeda motor bebek terus menciut. Dalam lima tahun terakhir, khususnya untuk periode Januari-Februari, penciutan tersebut terlihat amat jelas.
Sekadar ilustrasi, jika pada dua bulan pertama 2008 pangsa pasar motor bebek masih bertengger di 67,55%, kini tinggal 56,86%. Era bebek kian pudar?
Saat ini, sedikitnya ada 31 varian motor bebek di pasar Indonesia. Varian motor skutik tercatat sebanyak 24 model. Sedangkan motor sport sebanyak 30 model. Oh ya, itu baru dari kalangan enam anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Di luar Aisi, saya tidak memiliki data-datanya.
Para pelaku industri sepeda motor meyakini, fungsi dan peran motor bebek tak akan tergantikan oleh motor skutik. Mereka menaksir, motor skutik paling banter menguasai 60% pangsa pasar. Lantas, kenapa motor skutik dalam lima tahun terakhir begitu direspons positif oleh pasar?
Alasan utama konsumen memilih motor skutik saya duga karena kepraktisannya. Motor ini lebih mudah dioperasikan dibandingkan motor bebek. Penunggang skutik tinggal menyalakan mesin motor, lalu menarik tuas gas dan rem dalam menjalankan si kuda besi di jalan raya.
Penunggang tak perlu menarik tuas kopling dan memindahkan gigi secara manual. Motor skutik sungguh memanjakan siapa pun penyemplak motor itu.
Di perkotaan yang lalu lintas jalannya padat, sebentar-sebentar lalu lintas jalan tersendat, lebih nyaman disiasati dengan menunggang skutik. Penunggang motor bebek, apalagi motor sport, harus berjuang menarik tuas kopling dan memindah gigi saat berhenti di tengah kemacetan lalu lintas jalan.
Di sisi lain, pemicu konsumen memilih motor skutik karena tampilan sang motor. Para produsen berlomba-lomba menciptakan tampilan yang futuristik, mengikuti tren model. Sang pemakai dibujuk bahwa tampilan skutik adalah motor terkini. Sang penunggang dibuai bahwa mereka tidak ketinggalan zaman.
Faktor harga juga sudah pasti memengaruhi konsumen dalam memilih produk skutik. Di pasaran, harga motor skutik tidak terlalu berbeda dengan motor bebek.

Belakangan, para produsen bahkan berlomba-lomba mengkalim motor skutik mereka super irit. Ada yang mengklaim konsumsi bahan bakar minyak (BBM) skutik mereka cukup satu liter untuk menempuh jarak 70-an kilometer (km). Wow!
Benar atau tidak klaim tersebut, mesti diuji oleh para penunggangnya. Apalagi untuk lalu lintas jalan di perkotaan.
Fakta dalam lima tahun terakhir memang menyebutkan motor skutik terus meningkat penjualannya. Bahkan, pada Januari-Februari 2012, dominasi motor skutik sudah menyentuh hampir 52%. Sedangkan motor bebek tinggal sekitar 39%, sisanya motor sport.
Periode Januari-Februari 2012, total penjualan sepeda motor di Indonesia sekitar 1,32 juta unit. Artinya, motor skutik hampir menyentuh sekitar 686 ribuan unit. Wow! (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. 19 Maret 2012 09:45

    Info menarik 🙂

    IMHO, coba ditambah dengan volume nya, apakah volume penjualan bebek dari tahun ke tahun juga turun atau relatif sama.

  2. anton_asahimas permalink
    19 Maret 2012 09:53

    mongtor semprot murah mbah..cc gede jga irit bajaj irit walau cc gede

  3. Zul permalink
    19 Maret 2012 10:16

    memang benar sekarang di jalan lebih banyak skutik daripada bebek.

  4. 19 Maret 2012 10:25

    mungkin kebanyakan orang indonesia tidak mau ribet untuk mobilitasnya , imho

    http://areeya2.wordpress.com/2012/03/19/perpaduan-cbr-250-aprilia-rsv4/

  5. 19 Maret 2012 10:38

    Btw, bagaimana dengan gerakan kendaraan listrik:

    http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/03/18/hamil-tua-untuk-lahirnya-putra-petir/

    ?

  6. anton nugroho permalink
    19 Maret 2012 15:35

    selain praktis, untuk tipe tertentu harga lebih murah dibanding bebek kan?

  7. 19 Maret 2012 15:47

    bebek kalah praktis dibanding matic om, kalo tetep ribet pindah gigi, mending sekalian motor kopling aka sport..jadi gk nanggung 😀

    nitip om..
    http://boerhunt.wordpress.com/2012/03/16/apa-perbedaan-sudut-pandang-kendaraan-off-road-dipakai-on-road-dengan-on-road-dipakai-off-road/

  8. 19 Maret 2012 16:47

    Saya setuju masalah trend sangat berpengaruh. Namanya tren, kalau gak pakai ya gak ngetren, kata ABG.

  9. yellowduck permalink
    19 Maret 2012 19:23

    pake matic kalo hujan atau lewat genangan air, alas kaki bebas picratan air om..
    coba kalo pake bebek atau sport siap2 deh kudel tuh alas kaki.
    pengalaman pribadi.

  10. blade-in permalink
    19 Maret 2012 21:50

    Hari gene masih oper gigi …. ???!!!

  11. 19 Maret 2012 21:56

    Mungkin eranya sudah berubah Mbah,orang lbh milih praktisnya daripada fungsinya.
    Jadi buat pabrikan yang gak punya matic ya,cukup jadi penonton aja sambil nelan ludah gitu.

  12. 19 Maret 2012 23:27

    matik mempermudah org yg g bisa naek motor..

    jaman udah berubah

  13. vegadeth permalink
    20 Maret 2012 06:31

    fakta metik lbh boros dari manual ga berlaku di motor. beda dg mobil harga metik lbh mahal dan jatuh seken nya.

  14. 20 Maret 2012 21:27

    mindset berubah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: