Lanjut ke konten

Anarkisme Gara-gara Tilang

7 Maret 2012

APES. Lalu lintas jalan berujung anarkisme. Ada yang ditabrak, bahkan ada yang dibakar. Kedua kasus yang menimpa polisi lalu lintas (polantas) itu, berlatarbelakang penegakan hukum di jalan. Kenapa anarkisme menjadi jalan keluar?
Oh ya, sekadar menyegarkan ingatan kita, kasus pembakaran petugas terjadi di Kantingan, Kalimantan Tengah. Seorang pemotor yang ditilang dan motornya disita karena tak ada kelengkapan suratnya, meminta agar motornya dikembalikan. Polisi menanyakan surat-surat kendaraan itu, namun tersangka justeru menyerang dan membakar wajah sang petugas, Minggu (4/3/2012).
Belum tuntas kasus itu, masih di Kalimantan Tengah, dua anggota Polantas Polres Palangkaraya dipukul dan ditabrak seorang pemotor yang masih berstatus pelajar kelas tiga sebuah sekolah lanjutan tingkat atas di Palangkaraya, Selasa (6/3/2012). Tersangka dikejar dan ditangkap karena tidak menyalakan lampu dan tidak memakai helm. Namun, belakangan yang terjadi sang pemotor menabrak petugas dan memukul petugas yang lainnya. Begitu mudah kekerasan terjadi?
Peliknya lalu lintas jalan di Indonesia bukan barang baru. Tak sekadar menimbulkan kemacetan lalu lintas yang bikin pusing kepala atau kecelakaan yang merenggut jiwa. Tapi sudah merembet pada kasus sosial seperti kasus di atas.
Penegakan hukum menjadi salah satu kunci penting untuk mengurai karut marut lalu lintas jalan. Maksudnya, jika para polantas tegas dan konsisten dalam menegakan aturan, para pengguna jalan bakal pikir dua kali untuk melanggar aturan. Padahal, pelanggaran juga kerap menjadi biang kerok terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.
Kita semua tahu, penegakan hukum mesti dilengkapi banyak aspek untuk mereduksi kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Ada aspek kesadaran para pengguna jalan. Lalu, ada aspek moda transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, selamat, dan terjangkau. Tentu yang tidak kalah penting, ada aspek sinergi di kalangan para pemangku kepentingan (stakeholder) keselamatan jalan. Mulai dari kementerian perhubungan, kementerian pekerjaan umum, kementerian perindustrian, kepolisian RI, hingga pemerintah daerah.

Kesadaran dari para pengguna jalan untuk tertib berkendara merupakan kunci utama. Bila seluruh pengguna jalan mengikuti aturan yang ada, tak perlu ada karut marut lalu lintas jalan. Tak perlu ada tindakan menyerobot lampu merah atau melintas di bahu jalan, serta perilaku mencari jalan pintas lainnya. Lalu lintas berjalan tertib. Sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa terwujud.
Apalagi, saat ini Korps Lalu Lintas Polri bakal serius menindak pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Bila itu diterapkan dengan tegas dan konsisten, rasanya bisa memegang peranan penting untuk mengurangi kecelakaan. Tapi, selain penegakan hukum, para petugas juga bisa berperan besar dengan member contoh berkendara yang tertib, disiplin, dan tidak melanggar aturan. Selain, tentu saja melakukan penyuluhan dan pengajaran soal berlalulintas yang aman, nyaman, dan selamat. Tak perlu ada aksi anarkis untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang tertib dan damai. (edo rusyanto)

22 Komentar leave one →
  1. 7 Maret 2012 16:55

    Wah Indonesia banget nih 😦

  2. 7 Maret 2012 16:55

    Sip…

  3. Aa Ikhwan permalink
    7 Maret 2012 16:59

    cari yg konsisten itu yg sulit mbah

  4. geraltofrivia permalink
    7 Maret 2012 17:03

    polisinya kok gampang banget kalahnya? ga diajarin dasar2 beladiri atau latihan fisik?

  5. 7 Maret 2012 17:16

    image polisi mengalami inflasi…
    ketika ketegasan dan konsistensi berganti menjadi doyan money dan ignoransi..

    masyarakat akan kehilangan trust kepada anggota polisi

  6. 7 Maret 2012 17:22

    dilematis mas.
    Melihat kasus di atas, sebenernya polisi sudah tegas. Tp malah pelanggar yg maen kekerasan.
    Tp kalau polisi yg keras, nanti malah dibilang melanggar HAM segala macem…
    Sepertinya memang rasa empati masyarakat kita sudah berkurang..

    • 7 Maret 2012 17:23

      Mesti dikembalikan ke relnya soal kepatuhan dan rasa menghormati pada peraturan yg sudah dibuat DPR dan Pemerintah. Itu pendapat saya sih. Salam.

  7. solorider permalink
    7 Maret 2012 18:15

    apakah masih ada polisi yg jujur untuk saat ini?

  8. 7 Maret 2012 18:43

    karena ada oknum nakal dalam tubuh polisi, sehingga kadang masyarakat menyamaratakan mereka dan anarkisme jawaban atas ketidakpuasan layanan publik yang seharusnya ngayomi tapi sering “nggateli” imho

  9. zhe permalink
    7 Maret 2012 19:19

    Kadang2 polisinya juga nyari duit ga kira2 sih mbah. .
    Pelajar, stnk ada, motor sutandar kabeh. .
    Tetep aja kena padahal itu bukan di kota besar mbah kaya saya di pesisir jawa dan di daerah saya hampir 90% siswa nya belum mempunyai sim tapi fine2 aja. .
    Kadang2 ga adil juga mbah tu polisi pas saia liat razia depan sekolah, nyebelin juga liat polisi yg so cute gtu mbah. .
    😀

    • 7 Maret 2012 19:26

      moralitas jalan pintas juga tuh. mestinya diubah perilaku seperti itu karena bisa mencoreng institusi. trims dah berbagi yah bro. salam.

  10. zhe permalink
    7 Maret 2012 19:24

    Memang di lihat memang pihak saia yg salah mbah belum mempunyai sim, tapi se akan tak ada toleransi setelah sampe pos nya kita di beri opsi agar stnk di kembalikan. .
    Yg nama nya pelajar kan ga punya uang banyak ya mbah saat di beri se ada nya dia malah minta nambah. .
    Wah pas itu kuesele poll mbah. .
    Ingin rasa nya q lempar pake krikil tu helm putih
    😀

  11. koko permalink
    8 Maret 2012 00:35

    miris bacanya mas.. penegak hukum udah gak di takutin lagi sekarang ini..

    presiden juga udah sering dicaci maki, sampe dibakar fotonya (itukan simbol negara!!!)

    Terus siapa dong yang ditakutin di negara ini? preman? tukang palak…?

    kalo kayak gini gimana indonesia mau aman? gimana mau bersatu.. hadaaahh..

  12. 8 Maret 2012 07:36

    masih adakah?.

  13. 8 Maret 2012 09:15

    Menurut pendapat saya, yang perlu dibenahi adalah sistem rekruitmennya polisi. yah..sudah menjadi rahasia umum, untuk bisa menjadi polisi harus mengeluarkan sejumlah uang, dan pada umumnya yang jadi malah orang-orang yang tidak qualified 😀
    Dan Polisi yang sudah ada sekarang harus dites ulang, apakah sudah memenuhi kualifikasi atau belum .

    salam 😀

  14. 8 Maret 2012 10:18

    hadeuh… mungkin ini yang disebut Indonesia denga auto pilot.
    semua jalan sendiri2, tanpa panutan, tanpa ada yang disegani, dan penegak hukum sudah tidak dihargai (lha penegak hukumnya kebanyakan sudah tidak menghargai dirinya sendiri)

    Yang penting tujuan masing2 tercapai, titik dah..

  15. 9 Maret 2012 13:08

    . salah, ngeyel,,,,,ngajak berantem lagi,,,,,hayah,,,ckckck
    ninja nih
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/03/09/new-kawasaki-ninja-150-rr-pakai-radiator-air/

  16. 10 Maret 2012 15:31

    dari awal masuk pendidikan buat polisi udah ‘salah’..

  17. 8 Juni 2015 13:03

    Semua masalah bisa di selesaikan baik-baik , semoga kita semua dapaat mentaati peraturan yang ada 🙂 dan selamat dalam perjalanan amin 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: