Lanjut ke konten

Wajar, Jika Aisi Lakoni SNI Pelek dan Spion

24 Februari 2012


Budi Darmadi(batik) dan Gunadi Sindhuwinata (jas).

AKHIRNYA ada kesempatan juga bertanya pada Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Walau belum detail, penjelasan Budi Darmadi, dirjen Kemenperin, lumayan menambah informasi.
Saat berbincang seusai memberi sambutan dalam seminar Forwot, di Jakarta, Kamis (23/2/2012), Budi dan saya sedikit membahas soal SNI pelek dan kaca spion. “Untuk SNI Wajib kaca spion, tim teknis sedang menggodok,” kata Dirjen.
Sebagaimana saya tulis sebelumnya disini, SNI Wajib kaca spion yang berkode SNI 2770.2:2009 itu, bakal dibarengi dengan SNI wajib produk lain yakni kampas rem, batere sepeda motor, klakson, filter, dan lampu-lampu. Sedangkan SNI Pelek mulai Mei 2012.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), Gunadi Sindhuwinata pada kesempatan sama mengatakan bahwa silakan aja pemerintah buat aturan. “Kami siap mengikuti standar yang dibuat pemerintah,” kata Gunadi.
Tapi, dia mengingatkan, sebagus apa pun peraturan, akan percuma jika tidak dibarengi pengawasan. Implementasi aturan di lapangan menjadi penting. Bisa jadi, ada praktik mengakali ketentuan yang ada. Itu sudah lumrah saat ini. Walau, semestinya diberangus.
Ketentuan SNI Wajib menjadi salah satu upaya Kemenperin untuk mendorong produk sepeda motor yang relatif aman dan selamat. Tentu, juga harus nyaman saat dikendarai. Butuh semaksimal mungkin standar keselamatan untuk sepeda motor. Seperti banyak diberitakan, sepeda motor paling tinggi keterlibatannya dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Tahun lalu, keterlibatannya hingga 72%. Ada sekitar 120 ribuan unit sepeda motor yang terlibat insiden kecelakaan. Secara keseluruhan, korban tewas akibat kecelakaan tersebut sekitar 31.185 jiwa. Prihatin.
Oh ya, anggota Aisi pada 2011 menjual sekitar 8,04 juta unit sepeda motor di Indonesia. Angka itu menggelembung jika dibandingkan 2010 yang sekitar 7,4 juta unit. (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    24 Februari 2012 12:51

    tetap mesti ada pengawasan mslh SNI ini mbah jgn cm bikin proyek Embos logo SNI 😀

  2. Farisyi permalink
    24 Februari 2012 12:55

    Pertamax
    http://income-syariah.com/?id=farisyi

  3. 24 Februari 2012 13:13

    implementasi dan pengawasan, wazzziiiiiibbbb itu…

  4. 24 Februari 2012 22:36

    apakah peraturan ini berlaku surut om ??
    dalam artian pengguna velg sebelum buatan mei 2012 akan terkena efek juga dari peraturan wajib SNI velg ini

  5. 25 Februari 2012 08:28

    jangan cuma SNI an..

  6. Rollerman permalink
    25 Februari 2012 11:44

    semoga tidak hanya bertulisakn SNI aja,tapi kualitas juga mumpuni

  7. Blitz permalink
    25 Februari 2012 13:54

    kalo yg punya motor sebelum bulan mei,, kan belom ada embos sninya tu gimana,, masa harus beli pelek, spion, kampas dll yg sni,,

  8. 26 Februari 2012 16:24

    yang penting jangan dijadikan senjata untuk “menilang”. hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: