Lanjut ke konten

Ini Dia 36 Perilaku Berkendara yang Disoroti

20 Februari 2012

PERILAKU berkendara mencerminkan pribadi kita para pemotor. Sedikitnya ada 36 yang kerap jadi sorotan para pengguna jalan.
Kekhawatiran atas perilaku sembrono adalah memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Tulisan ini sebagai introspeksi buat kita. Tentu saja termasuk saya yang sehari-hari menunggang si kuda besi.
Etika berkendara yang luhur adalah ketika kita mau berbagi ruas jalan. Pada gilirannya terwujud dalam berkendara yang taat pada aturan. Etika berfaedah agar lalu lintas jalan menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat. Begitu juga dengan regulasi seperti yang tertuang dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Ada sejumlah etika berkendara yang masuk dalam aturan. Sebut saja misalnya, mendahulukan kendaraan yang membawa orang sakit. Tetapi ada etika yang tidak diatur secara kaku dalam regulasi. Misalnya saja, membunyikan klakson keras-keras saat melintas di sekitar rumah ibadah. Apalagi melintas di dekat rumah yang sedang berduka.
Seperti apa perilaku pemotor yang seringkali disoroti? Setelah mengumpulkan informasi dari sana sini, ternyata ini dia perilaku-perilaku tersebut:

1. Saat di lampu merah, menerabas garis putih dan zebra cross. (Pasal 287, kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)
2. Saat di lampu merah, menerabas, bergerak sebelum lampu hijau. (Pasal 287, kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)
3. Menggunakan trotoar sebagai jalan pintas di tengah kemacetan. (Pasal 287 ayat (1) pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.)
4. Menggunakan knalpot bersuara bising. (Pasal 285 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
5. Menyalip dari kiri jalan tanpa memperhatikan kendaraan lain. (Pasal 300, kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
6. Berbelok tanpa menyalakan lampu isyarat. (pasal 294 menegaskan, ancaman pidana penjara satu bulan atau denda Rp 250 ribu)
7. Berboncengan lebih dari dua orang. (pasal 292, kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
8. Membunyikan klakson yang memekakan telinga, terlebih di tengah kemacetan.
9. Saat hujan deras, berteduh di bawah kolong jembatan secara bergerombol yang memakan ruas jalan.
10. Berkendara dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian lalulintas jalan raya. (pasal 287 ayat (5) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)
11. Berkendara sambil merokok.
12. Berkendara sambil menelepon atau sms. (Pasal 283, kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu)
13. Berkendara membawa anak kecil di bagian depan dan belakang. (pasal 292, kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
14. Aksi balapan liar di jalan umum. (Pasal 297, kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta)
15. Berkendara sambil menggunakan earphone untuk mendengarkan musik keras-keras.
16. Saat konvoy, menghalangi (blocking) ruas jalan milik pengguna lain.
17. Tidak di lajur kiri. (Pasal 300, kurungan paling lama satu bulan
atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
18. Saat berkonvoy, membunyikan sirine dan menyalakan lampu strobo. (Pasal 287, ayat (4) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
19. Menggunakan lampu bercahaya terang pada bagian belakang dan depan. (Pasal 279 kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

20. Tidak menyalakan lampu utama pada malam hari. (Pasal 293 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
21. Berkendara melambat atau bergerombol melihat insiden kecelakaan di jalan raya.
22. Melarikan diri dan tidak bertanggung jawab saat terlibat kecelakaan. (Pasal 310 ancaman kurungan minimal enam bulan dan maksimal enam tahun atau denda minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 12 juta)
23. Menerabas pintu halang perlintasan kereta api. (Pasal 287, ayat (2) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)
24. Pengendara dan pembonceng tidak menggunakan helm saat bermotor. (Pasal 291 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu, ayat (2) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
25. Berkendara dengan alas kaki sendal jepit.
26. Menggunakan jas hujan ponco yang lebar.
27. Motor tidak memiliki kaca spion. (Pasal 285 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)
28. Mengangkut barang berlebihan sehingga menganggu keseimbangan pengendara.
29. Saat keluar dari gang tidak menengok kanan kiri, langsung masuk badan jalan.
30. Melawan arus kendaraan. (Pasal 287 ayat (1) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)
31. Berkendara tidak punya STNK. (Pasal 288 ayat (1) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)
32. Berkendara tidak punya SIM. (Pasal 281, tidak punya SIM kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta)
33. Memberi isyarat kaki atau lampu tongkat untuk meminta jalan
34. Tidak menyalakan lampu utama pada siang (Pasal 293 ayat (2) kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu).
35. Mendahului dari kiri dan tidak memberi isyarat
36. Berkendara masuk jalur busway. (Pasal 287 ayat (1) pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.)

Sanksi yang dimaksud adalah aturan di dalam Undang Undang No 22/2009 tentang LLAJ. Perilaku tersebut sebagian berlaku bagi para pengendara mobil. Jenis perilaku boleh jadi bisa bertamah di luar ke-36 hal di atas.
Bagi saya, prioritas utama adalah keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. Kita semua tahu, tidak ada faktor kecelakaan tunggal. Pasti saling terkait, sekalipun tentu ada faktor yang dominan. Nah, manusia selaku pengguna kendaraan menjadi kunci utama. Tak ada salahnya meningkatkan kepedulian demi kepentingan bersama, keselamatan di jalan. (edo rusyanto)

24 Komentar leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    20 Februari 2012 06:44

    tp di lapangan butuh ketegasan aparat mbah n saat ini sepertinya msih sulit ya

  2. 20 Februari 2012 06:47

    nitip tulisan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/02/20/jari-roda-yang-hilang/
    semoga bermanfaat.

  3. jaelan.. permalink
    20 Februari 2012 07:59

    poin2 tsb banyak yg dilanggar mbah…..jd klo dipresentasikan menurut analisa saia di bdg dan sekitarnya50-50……

  4. Rudi permalink
    20 Februari 2012 09:32

    Satu Hal lagi, apa ada peraturan bagi pengendara kendaraan bermotor yang menerabas “zebra cross” tidak berhenti. Pengalaman pribadi belum ini saat menyebrang di “zebra cross” di depan sekolah polisi pasar jumat, Ciputat, ada satu pegendara sepeda motor langsung marah2 saat saya menyebrang, padahal seharusnya berhenti pada setiap “zebra cross”, astagfirullah…dimana kesadaran para pengendara sepeda motor…

  5. no name permalink
    20 Februari 2012 10:34

    tidak hanya perlu ketegasan dari aparat tetapi sesama pengguna jalan harus memiliki kesadaran dalam berkendara demi ketertiban bersama.

  6. v1d2 permalink
    20 Februari 2012 11:03

    isyarat kaki kalo tanggan lagi sibuk ngegas dan ngopling…

  7. 20 Februari 2012 12:38

    setiap hari melihat seperti itu….aparat pun saya rasa juga sering melihat…..bahkan beberapa oknum termasuk diantara pelakunya…..peraturan dibuat untuk dilanggar………….

  8. waone permalink
    20 Februari 2012 13:21

    kadang kita jg terbawa untuk melanggar peraturan, kalo kita berenti digaris putih, pengendara lain akan mengklakson, meminta kita untuk maju, kalo kita masih berenti ketika lampu msh kuning juga sering diklakson. Kadang kesadaran kita memberi jalan tidak diikuti pengendara lain, akhirnya useaha sy memberi jalan jadi sia2… sebenernya yg menjadi penyebabnya adalah 2 tipe pengendara : pengendara yang Gak Tau Diri sama yang Gak Mau Tau!

    • Beni permalink
      27 Februari 2012 21:45

      Wah ane punya pengalaman serupa dgn bro Waone…ane udah 3 thn mencoba selalu berhenti dibelakang garis putih, yah memang gak 100% sukses sih tapi antara 90-95% ane upayakan selalu berhenti dibelakang garis putih. Memang sih jujur aja godaan untuk melalui garis putih emang banyak banget di antaranya
      (1) rider belakang yang klakson gak keruan sampe ngegerung2 mesin
      (2) rider pun banyak udah nemplok di depan garis putih (bahkan didepan zebra cross!!)
      (3) cuaca emang panas bener, ato cuaca mau ujan, bikin hati kebit2 pengen cepet sampe tujuan
      (4) terjebak posisi di kiri jalan, tetapi rencana mau jalan lurus atau belok kanan, mau gak mau ane harus berada di depan antrian mobil biar bisa motong jalan
      (5) ane ada janji tapi waktunya mepet ..giliran lampu udah ijo, rider lainnya udah kayak greenlight-nya MotoGP, adu kebut cepet2an sampe ditikungan pertama heheee…

      Tapi ane punya tips yg mudah2an berguna :
      (1) usahakan pake apparel/jaket yang gak pengap atau nahan hawa panas, bikin gerah badan…dan usahakan juga jaket jgn yg berwarna gelap, karena warna gelap akan nyerap kalor/panas
      (2) usahakan berhenti di depan mobil, di antara mobil, atau paling kiri sekalian…kalau disela2 mobil pasti didesak utk maju melewati garis
      (3) gak usa punya obsesi antri paling depan, malah berujung didesak agar maju melewati garis putih (kalo imannya gk kuat pasti kedorong…hehehe)
      (4) kalau trafficlight dari hijau udah ke kuning atau hitungan detik greenlightnya sbentar lagi abis, mendingan rider slowdown aja biar nanti bisa berhenti diposisi yg enak
      (5) coba matikan mesin selama trafficlight masih merah n agak lama (kebetulan mtor ane electric starternya tokcer hehe) biar mereka yang dibelakang gak kena sembur asap knalpot motor ane, skalian mendukung program ecogreen hehe…setelah sisa timer 10 detik barulah mesin dihidupkan…
      mudah2an tips yg sering ane terapin sehari2 bs brguna utk mereka yg ingin belajar sabar dlm brkendara motor dijalan…Salam Rider (YVC-JC202)

  9. Henny elizabeth natalia Kaya permalink
    20 Februari 2012 13:56

    Bagus sich,,,tapi gmana kalau yang mbawa anak didepan coba dipertimbangkan lagi. Krna says sendiri juga pnya anak kcil yang slalu saya bawa didepan saat berspeda,, krna saya singel parents
    Makasih..

  10. aris kuswanto permalink
    20 Februari 2012 14:34

    Kalo yg punya anak kecil g boleh bonceng didepan Dan belakang pdhl pubyae spd motor njuk piye?????

  11. haroem permalink
    20 Februari 2012 16:44

    Semoga secara bertahap masyarakat Indonesia bisa tertib yaa! agar angka kecelakaan berkurang

  12. 20 Februari 2012 17:08

    wuiihhh… banyak banget ya ternyata… mesti kroscek ke diri sendiri, nih. atu-atu….

  13. 20 Februari 2012 18:11

    sangat menggambarkan kondisi jalan kita?
    Numpang nitip jemuran pak edo?
    http://anharvictor.wordpress.com/2012/02/14/i-am-not-biker-tapi-aku-pengguna-jalan-juga/

  14. 21 Februari 2012 00:23

    tapi nyatanya di indonesia masih banyak polisi suka suap 😀
    _________________________
    Nitip blog gan 😀
    Nabrak [dot] Biz

  15. 21 Februari 2012 03:16

    Disitu dijelaskan pasal”nya, tapi kadang kalau sama polisi, dikasih duit 20ribu aja sudah mau.,., 😀

  16. Aldho permalink
    21 Februari 2012 10:59

    Setuju, sama om waone.
    Saat ini, sulit rasanya menjadi satu “malaikat” di tengah ribuan (maaf) setan jalan raya.
    Namun yang saya lihat di jalan raya saat ini, para pengendara sepeda motor sepertinya memang ingin mematuhi peraturan-peraturan tersebut.
    Contohnya, jika lampu lalu lintas baru saja berubah dari hijau ke merah, pengendara sepeda motor yang pertama melintas pasti akan berhenti di belakang zebra cross.
    Tapi coba kalau sudah ada pengendara lain yang berhenti di depan zebra cross, pasti si pengendara yang pertama berhenti tadi ikut-ikutan maju melewati zebra cross.
    Terus pengendara yang lain juga ikut umpel-umpelan deh disitu.

  17. yaya soemali roberto permalink
    23 Februari 2012 04:45

    Sulit merubah perilaku berkendara masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan tanpa memperhatikan keselamatannya,sepertinya harus dimulai dari kecil sehingga tertanam untuk berperilaku berkendara yang baik

  18. bambang permalink
    7 Maret 2012 04:38

    Saya melihat anak SNIPER yg di jalan sering kali berperlilaku tidak sopan, seolah2 jalan milik dia krn merasa gagah dgn memakai box 3 buah. Kita ambil contoh anak SNIPER tsb dgn nopol B 6014 PNN, pada saat ditegur org tsb bukan nya malu atau minta maaf tp lebih kearah AROGAN (memasang muka asam). Untung aja ada istri saya, apabila tdk ada istri saya tentu sudah kontak fisik tp saya rasa menang org tsb krn org tsb masih muda, saya sudah tua. Boleh anda pemilik plat nopol B 6014 PNN BANGGA dgn motor nya tp utk karier anda belum tentu bisa menyaingin saya. Maaf klo saya sombong krn pemilik motor tsb juga sangat sombong di jalan. Hanya itu yg bisa saya sampaikan.
    Terima kasih.

Trackbacks

  1. JB - Ini Dia 36 Pelanggaran Berkendara yang Menjadi Kebiasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: