Lanjut ke konten

Ini Dia Tujuh Jurus Menekan Kecelakaan

16 Februari 2012

ADA tujuh fokus penegakan hukum polisi lalu lintas (polantas) untuk menekan peluang kecelakaan lalu lintas jalan. Ketujuhnya tertuang dalam rencana aksi Polri dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, khususnya di pilar ke-4.
Mari kita kenali satu persatu. Bukan untuk apa-apa, kecuali demi keselamatan kita bersama selaku pengguna jalan.

1. Over speeding

Kecepatan kendaraan yang berlebihan bisa merusak konsentrasi pengendara. Di sisi lain, tingkat kemampuan sistem pengereman juga bisa terganggu, terlebih jika alat pengereman dalam kondisi tidak bagus. Belum lagi jika ditambah kondisi jalan yang basah alias licin.
Batas kecepatan maksimal, selain diatur secara nasional juga dapat diatur dalam peraturan daerah sesuai dengan kondisi jalan di sekitarnya. Saat ini, dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), aturan soal kecepatan yang jelas-jelas diatur adalah batas kecepatan paling rendah pada jalan bebas hambatan, yakni 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas.
Terkait aturan soal kecepatan kendaraan, kepolisian sudah semestinya menerapkan alat elektronik sebagai penunjang. Alat tersebut bisa berupa kamera CCTV dan alat pengukur batas kecepatan. Selain itu, harus dibuatkan rambu yang jelas agar pemakai jalan faham ketentuan yang ada. Tentu saja, sebagai dasarnya harus dibuat aturan batas kecepatan di setiap jalan.


2. Penggunaan alkohol

Pengemudi atau pemotor yang berkendara dalam pengaruh alkohol bakal terganggu konsentrasinya. Praktis, reflek yang bersangkutan bakal berkurang, termasuk dalam melakukan manuver jika menghadapi situasi tertentu. Misal, menghadapi obyek bergerak yang hadir tiba-tiba atau menghadapi lubang di jalan.
Aturan mengenai pemakaian alkohol juga tertera dalam UU No 22/2009, khususnya dalam pasal 106. Aturan tersebut terkait dengan kewajiban para pengendara untuk tetap konsentrasi saat berkendara. Sanksinya bisa berupa denda maksimal Rp 750 ribu atau penjara maksimal tiga bulan.
Kepolisian semestinya memiliki alat pengukur atau pendeteksi seseorang dalam kondisi pengaruh alkohol. Perlu juga diatur mengenai batas kandungan alkohol yang dilarang. Tentu saja yang mutlak adalah jika pengendara dalam keadaan mabuk, maka bisa dikenai sanksi.

3. Penumpang berlebih

Kapasitas angkut kendaraan pasti ada batasnya. Jika sebuah mobil memiliki batas maksimal daya angkut tujuh orang, semestinya ditaati oleh para pengendara mobil. Demikian juga dengan sepeda motor. Dalam UU No 22/2009, khusus pemotor, jelas-jelas diatur maksimal hanya dua orang. Artinya, satu pengendara dan satu penumpang. Jika berlebih bakal kena sanksi denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan.
Bagi pemotor, jika berkendara lebih dari dua orang dikhawatirkan bakal mengganggu konsentrasi dan reflek sang pengendara.

4. Mendahului pada marka tidak terputus atau pada tikungan

Penegakan hukum terkait perilaku mendahului pada marka tidak terputus atau pada tikungan harus konsisten. Maklum, situasi seperti itu kerap sulit dikontrol. Namun, terpenting adalah sosialisasi soal risiko yang dipikul jika mendahului di tikungan.
Kita semua tahu, marka tidak terputus bermakna mirip sebuah separator pemisah jalan. Tidak boleh dilintasi. Fungsinya agar mengurangi potensi terjadi tabrakan adu kambing dari arah yang berlawanan.


5. Tidak menyalakan lampu utama

Aturan ini khusus sepeda motor. Kita tahu, tujuan menyalakan lampu utama pada siang dan malam hari agar pemotor dapat terlihat oleh pengguna jalan. Terkait menyalakan lampu utama pada siang hari, cahaya yang dikeluarkan lampu diharapkan mampu membantu pengendara mobil untuk melihat keberadaan motor dari kaca spion. Cahaya lampu itu diharapkan mengurangi risiko motor di area blind spot. Sebuah area yang tak terpantau oleh kaca spion.

6. Tidak menggunakan helm

Pemotor diwajibkan memakai helm pelindung kepala agar jika terlibat insiden kecelakaan tidak mengalami cedera serius. Helm mengurangi fatalitas kecelakaan. Dalam UU No 22/2009 ditegaskan bahwa selain pengendara sang pembonceng juga wajib memakai helm. Bahkan, helm yang dipakai pun wajib yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ada sanksinya juga, yakni denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan.

7. Kendaraan Tidak laik jalan dan tanpa kelengkapan utama (lampu, kaca spion dsb)

Setiap kendaraan yang dipakai untuk transportasi jelas harus memenuhi standar kelaikan jalan. Bila salah satu standar kelaikan tidak terpenuhi, sudah semestinya para penegak hukum memperingatkan pengendara yang bersangkutan. Risiko terjadinya kecelakaan kian lebar jika kelengkapan utama tidak tersedia, seperti misalnya, lampu dan kaca spion.

Bagi saya, ketujuh fokus penegakan hukum polantas itu cukup bagus jika dalam implementasinya cukup tegas dan konsisten. Tanpa kedua aspek tersebut, sebaik apapun peraturannya, bakal karut marut dalam implementasinya. Penting untuk kita fahami bahwa ketaatan pada aturan yang ada memiliki satu tujuan, selamat dalam perjalanan. Siapa sih yang tidak mau selamat? (edo rusyanto)

22 Komentar leave one →
  1. 16 Februari 2012 09:14

    emang bisa diterapkan dengan kualitas SDM polantas sekarang?

    ketegasan + konsistensinya mana?

    • 16 Februari 2012 10:27

      Itu die, mane neh pak polantas?

    • v1d32 permalink
      16 Februari 2012 12:54

      stuju bang ben… yang penting SDM penegak hukum harus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitas

    • 17 Februari 2012 01:30

      polantas itu apa? ada ya polantas? kok yang ngelanggar pda dibiarin? katanya ada polantas? :mrgreen:

  2. Herizal permalink
    16 Februari 2012 11:42

    Izin share Gan

  3. bani permalink
    16 Februari 2012 14:38

    Pencerahan. Keberingasan pengendara di jaLan raya makin menjadi. Pelajaran budi pekerti nyaris tiada arti. Sehingga reformasi berlangsung tanpa nurani. Saatnya komunitas bikers ikut mengatasi

  4. 16 Februari 2012 15:04

    pak edo,,, anda pantas jadi menteri perhubungan.

    salam bahagia

    Revolusi Galau

  5. jaelan.. permalink
    16 Februari 2012 15:18

    lanjutkan….GERAKAN SAFETY RIDING….mbah.. siip

  6. haroem permalink
    16 Februari 2012 17:18

    Artikel eyang mantapppp ! Dukung keselamatan berkendara 🙂

  7. 16 Februari 2012 20:44

    Lagi nggak mood nulis, jadi ijin share.

  8. 16 Februari 2012 22:30

    Wah mantap nih Om Edo jadi tercerahkan dalam berlalu lintas, sekarang yang paling mungkin lebih ke Kesadaran diri sendiri sambil mengajak pemotor lainnya untuk memahami tetang aturan ini dan selalu menerapkannya di setiap kesempatan, semoga kedepan moral berlalu lintas Indonesia makin membaik, Amin

  9. dian vhalentino permalink
    16 Februari 2012 22:48

    gmn dng pengguna an knalpot racing?

  10. 19 Februari 2012 22:23

    semoga wejangan ini bis ditayangkan di tipi atau koran2 ,biar pda paham..

  11. 21 Februari 2012 01:04

    sedekah gan 1 lagi. karena sedekah menghindarkan musibah 😀

  12. 10 Maret 2012 16:00

    Insya Allah ni,, saya dan teman2 bersama dosen2 menejemen keselamatan trans. jalan tengah belajar dan berusaha bakal menjadi pionir ahli keselamatan,, mohon doanya karena ini merupakan langkah awal yg diusahakan dr departemen perhubungan untuk meresmikan sebuah kampus baru, yakni Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ)..ini baru loh di Tegal, Jawa Tengah. Untuk teman2 dan saudara2 yg mgkin membaca comment saya mungkin ada yg berminat dgn kampus baru ini. Satu2nya di Asia Tenggara..tp yang terpenting kemauan dan usaha kita bersama dlm mengusahakan keselamatan jalan.

  13. 16 Agustus 2012 20:01

    1. Going too fast
    2. Alcohol involved
    3. Too many passengers
    4. Wrong side of the line
    5. Headlights off
    6. No helmet
    7. Faulty equipment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: