Lanjut ke konten

Bertemu Komunitas Malang

16 Februari 2012

KECELAKAAN lalu lintas jalan selalu menyisakan luka. Indonesia masih ada dalam kungkungan si jagal di atas aspal. Tiap hari, ada 85 orang tewas akibat kecelakaan. Memilukan.
Mayoritas korban kecelakaan adalah para pemotor. Pada 2011, keterlibatan si roda dua sekitar 70%. Lagi-lagi, faktor manusia sebagai pemicu kecelakaan masih nomor wahid. Terutama kelengahan dan melabrak aturan.
Sontak saat saya diundang menghadiri Semiloka Pengembangan Program Aksi Keselamatan Pengendara Sepeda Motor, Universitas Brawijaya, Malang, Senin (13/2/2012), saya mengiyakan untuk hadir. Saya ambil cuti dua hari, berangkat dari Jakarta, Minggu (12/2/2012) petang lewat Surabaya. Kembali ke Jakarta melalui Surabaya, pada Senin petang.
Kembali soal keselamatan di jalan. Peran komunitas dalam menyebarluaskan pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Karena itu, dalam semiloka kali ini, saya mengajak sejumlah komunitas pemotor. Ada Thunder Community Indonesia (TCI) Malang, Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) Malang, Neo GAT’S Malang, dan Jatimotoblog.
“Kami kepingin nambah wawasan. Sekaligus buat persiapan Sabtu depan berkampanye safety riding ke sekolah,” kata Eko Deby, ketua Jatimotoblog.

Langkah Jatimotoblog, sebagai komunitas blogger otomotif di Jatim, patut diapresiasi. Berbagi soal keselamatan pemotor ke sekolah-sekolah. Apalagi, mayoritas anggota Jatimotoblog adalah pemakai sepeda motor.
Komunitas lain yang kepikiran menebar semangat keselamatan adalah TCI Malang. “Naik motor itu harus safety,” kata bro Darma dari TCI Malang.
Dia bahkan bakal megganti konsep perayaan ulang tahun TCI Malang. “Kepikiran ultah komunitas ane yang konsepnya biker to biker, di ganti dengan biker to masyarakat,” tuturnya.
Salah satu fiturnya adalah dengan menyebarluaskan keselamatan jalan kepada masyarakat lewat stiker. Isi pesan di stiker antara lain soal pentingnya menyalakan lampu utama saat berkendara, berhenti di belakang garis setop, dan memakai helm saat bersepeda motor.

Malang memang tak hanya terkenal buah apel-nya. Kota di Jawa Timur (Jatim) itu, juga punya segudang cerita. Salah satunya, soal kecelakaan lalu lintas jalan.
Profesor Harnen Sulistio, dosen Unibraw bercerita, kecelakaan di wilayah Malang dan Kota Surabaya, menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi kota itu. Kerugian akibat jumlah pengguna jalan yang tewas dan luka-luka. Belum lagi kerugian ekonomi. “Pada 2010, kerugian ekonomi di Jatim mencapai sekitar Rp 1,97 triliun,” kata Harnen.
Hal itu dilontarkan Harnen dalam semiloka di Unibraw.
Menurut Kombes Polisi Khomarul Zaman, direktur lalu lintas (dirlantas) Polda Jatim, keterlibatan sepeda motor masih cukup tinggi dalam kecelakaan. “Tahun 2009 motor yang terlibat sebanyak 15.622, lalu naik menjadi 13.657 pada 2010, dan melonjak jadi, 27.582 kasus,” kata Dirlantas di tempat yang sama.
Sementara itu, korban tewas akibat kecelakaan di Jatim, termasuk di Malang, sebanyak 5.395 jiwa pada 2011. Angka itu turun tipis dibandingkan 5.422 pada 2010.
Khomarul mengingatkan, tingginya laju penjualan motor yang tidak diimbangi oleh infrastruktur jalan, tidak boleh mendorong perilaku tidak tertib. “Perlu sinergi stakeholder, akademisi untuk tekan fatalitas,” tutur Dirlantas.

Oh ya, saya hadir dalam semiloka tersebut atas undangan perguruan tinggi yang memiliki 44 ribu mahasiswa itu. Panitia bahkan mengundang sejumlah komunitas pemotor yang ada di Malang dan Surabaya.
Semiloka kali ini memang tidak tanggung-tanggung. Para pembicaranya mereka yang kompeten di bidangnya. (edo rusyanto)

11 Komentar leave one →
  1. 16 Februari 2012 01:12

    bakso cak man ga dibikin artikel eyang? :mrgreen:

    • 16 Februari 2012 01:16

      hehehehe…belum, satu-satu dong, masih numpuk nih bahan tulisan. apa kabar nih Tangerang?

      • 16 Februari 2012 01:20

        gak tau eyang, gue lagi di rawamangun nih
        Ntar tiap dua minggu sekali mau ada kopdar OBI chapter Tangerang 😀

  2. 16 Februari 2012 09:19

    trus kapan ke surabaya..??? 🙂 apa sekalian ke bromo???

  3. agus "ryo" permono permalink
    16 Februari 2012 12:27

    Like this master…. Keep safety riding, keep on brotherhood… Hormati pemakai jalan yg lain….

  4. 16 Februari 2012 13:31

    Wahhh…
    Sayang saya masuk kerja, nggak bisa nemenin pak Edo
    nyari Ayam Dingin…upsss…maksudnya bakso ding…

    hahahaha

  5. 26 Februari 2013 12:15

    wah bagus-bagus informasinya, biar anak muda ngak ugal-ugalan biar semuanya ngerti bagaimana menjaga keselamatan di jalan ,dan saling menghormati sesama penguna jalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: