Lanjut ke konten

Yamaha Gantung Fino di Senayan

12 Februari 2012

WAJAH Dyonisius Beti ceria. Optimistis. Dia melangkah bergegas dari area VIP menuju panggung. Saat bersalaman dengan saya, senyum tak lepas dari bibirnya.
Kami pun berbincang sesaat. Langit di Plaza Barat Senayan, Jakarta Pusat, digayuti mendung pekat. Bahkan, belakangan hujan lebat mengguyur area yang disulap Yamaha Motor Indonesia sebagai panggung peluncuran Yamaha Mio Fino. “Ini motor skutik fashion (fashionable matic) sesuatu yang baru,” ujar Dyonisius ‘Dyon’ Beti, sesaat sebelum peluncuran Fino, Sabtu (11/2/2012) malam.
Pria yang sehari-hari sebagai Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) itu, mengaku, berbeda dengan motor retro, peluang motor fashion lebih lebar untuk terus berkembang.

“Motor retro tetap ada, banyak peminatnya. Tapi, motor fashion terus berkembang seiring perkembangan zaman,” kata Dyonisius.

Dyon mengaku, target 20 ribu unit untuk tiga tipe Fino cukup realistis. Yamaha menyodorkan tiga tipe yakni Classic, Sports, dan Fashion. Hanya tipe Classic yang dibanderol Rp 13,65 juta per unit, sedangkan dua tipe lainnya Rp 13,5 juta per unit.
YIMM, kata Dyon, punya kapasitas produksi motor matik sebesar 125 ribu unit per bulan. Kapasitas terpasang tersebut dibagi-bagi untuk Mio, Mio CW, Mio Soul, dan Fino.

Kehadiran Fino tampaknya bakal meningkatkan persaingan segmen motor skutik. Sejak 2011, Honda merengkuh nomor wahid di segmen skutik dari Yamaha. Tentu saja Yamaha tak tinggal diam. Buktinya, YIMM meluncurkan Fino.
Dalam peluncuran yang digelar di Plaza Barat Senayan, suasana dibuat megah. Setting panggung seakan catwalk tempat peragawati melenggak-lenggok. Namun, kali ini dibuat vertikal. “Launching resmi Mio Fino kami buat berbeda untuk memberikan kesan unik dan penonton mendapatkan pesan Fashionable Matic Mio Fino,” kata Indra Dwi Sunda, PR Corporate and Communication Head Yamaha Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Sayangnya, cuaca berbicara lain. Hujan mengguyur sesaat sebelum aksi Vertical Acrobatic Fashion Show digelar. Sekitar pukul 20.36 WIB hujan turun.
Untungnya, prosesi peluncuran Fino sudah berlangsung. Tiga Fino dipajang di atas panggung. Satu Fino ditunggangi seorang model. Nah, di kanan dan kiri panggung utama digantung masing-masing dua Fino. Entah apa makna penggantungan Fino di awang-awang itu.

Iseng-iseng nebak, mungkin sebagai simbol Yamaha untuk mengatrol volume penjualan motor skutiknya. Kehadiran Fino seakan ikut mengerek pangsa pasar skutik Yamaha. Pada Januari 2011, penjualan skutik Yamaha anjlok sekitar 43,93%, jika dibandingkan Januari 2011. Pada 2011 penjualan Yamaha sekitar 155 ribuan unit, kali ini sekitar 87 ribuan unit.
Yamaha menutup tahun 2011 dengan pangsa pasar sekitar 39,57%. Padahal, pada 2010, masih mampu menguasai sekitar 49,21%. Padahal, dari volume penjualan menurun tipis dari sekitar 1,66 juta unit menjadi sekitar 1,64 juta unit. (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. 12 Februari 2012 09:03

    fashion lah, retro lah,,,cuma ungkapan n kiasan, yamaha berkilah nih
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/02/11/tvc-yamaha-terbaru-komeng-vs-alien-keren-and-barongsai/

  2. yonk permalink
    12 Februari 2012 09:17

    Ditunggu apa memeng moncer…….
    Mesin sama dg soul yg tarikanya berat dan boros…….

    • H. profesor. Dr. Ir. kiwil .SH DLL DKK® permalink
      13 Februari 2012 11:29

      aku pernah ketemu orang kayak gini, mio lebih boros dari rx king ‘katanya’.
      terus aku nanya’ punya mio atau rx king?
      dia jawab ‘gak punya’
      pernah ngukur ‘gak pernah’
      jangan-jangan waktu itu lo orang nya!!! moron

  3. 12 Februari 2012 09:21

    counter attack yamaha udah mulai nih…
    😀
    ngalamat jalanan tambah penuh, kecelakaan makin sering karena banyak rider2 baru..
    transportasi masal yg memadai cuma impian, pemerintah tutup mata, malah beli pesawat milyaran rupiah…
    😯

  4. jaelan.. permalink
    12 Februari 2012 10:30

    yang cocok namanya…..yamaha scoopy..mbah

  5. 12 Februari 2012 10:54

    saingan berat scoopy nih eyang..

  6. 12 Februari 2012 11:16

    wuah ada yang kombinasi wernanya unik banget. mantabz..

    http://learningfromlives.wordpress.com/2012/02/12/berapa-idealnya-penumpang-motor/

  7. Udug permalink
    12 Februari 2012 11:20

    Nggak bakalan laku , lebih jelek dari Scoopy ….

  8. 12 Februari 2012 12:03

    ngelez nihh bos Dyon..dulu bilang masanya retro ud habis skr bilangnya lain ngakak kakakakaka….

  9. 12 Februari 2012 12:06

    mio fino digantung ?! Pertanda frustasikah ???

  10. 13 Februari 2012 13:54

    He he,
    saya tertipu oleh judulnya.
    awal saya kira VIno itu nama seorang aktor indonesia yang sekarang namanya sedang melejit.

    salam
    di tunggu full backnya sobat

  11. jarot permalink
    13 Februari 2012 22:05

    HAH Share Yamaha cuma 26% ….apa ngak salah nih datanya ??? mosook si honda sharenya bisa 68% …salah kali nih datanya

  12. haroem permalink
    14 Februari 2012 18:45

    Yang keren itu cuma VINO artis yang ganteng itu! kalo Mio Fino gak menarik cuma copypastean dari si Scoopy beda Merk doang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: