Lanjut ke konten

Nyopir Sambil Bercanda, Berisiko?

12 Februari 2012

ADA penelitian yang menarik. Saya mendapatkannya setelah diberi link oleh bro Nazar. Ini penelitian soal risiko bersenda gurau saat berkendara terkait kecelakaan lalu lintas jalan.
Bersenda gurau ternyata risikonya setara dengan merokok dan minum-minuman keras dalam memicu kecelakaan.
Menurut dua penelitian dari Rumah Sakit Anak Philadelphia dan State Farm Amerika Serikat (AS), pengaruh atau ajakan teman seusia memicu kecelakaan mobil ketika seorang remaja berada di belakang kemudi.
Situs otoasia.com menyebutkan, pada studi pertama, peneliti menemukan bahwa pengemudi remaja dan rekan-rekannya yang ikut di dalam mobil menganggap apa yang dilakukannya adalah untuk mencari semacam sensasi bersama-sama, yang sangat mungkin meningkatkan insiden maut di jalan.
Studi kedua melihat remaja yang terlibat dalam kecelakaan serius, mengajak rekan penumpang terlalu banyak, sehingga mengganggu konsentrasi sesaat sebelum terjadi kecelakaan. Artikel lengkap otoasia klik disini yah.

Bagi saya point pentingnya adalah konsentrasi. Gangguan terhadap konsentrasi bisa bermacam, bisa jadi termasuk senda gurau.
Negara bahkan mengatur soal kewajiban setiap pengendara untuk tetap fokus dan konsentrasi saat berkendara. Aturan yang ada dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam pasal 106 ayat (1) menyebutkan bahwa

setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.
Ada sanksinya loh, lihat saja pasal 283, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Persoalannya bukan semata soal sanksi, melainkan kesadaran seluruh pengguna jalan soal pentingnya keselamatan. Siapa sih yang mau keluarga tercinta merana akibat kecelakaan? (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. 12 Februari 2012 00:18

    wow photo di bromo..

  2. Nzr Ry permalink
    12 Februari 2012 00:27

    Makasih bro edo, tadi di yamaha fino lahap bener dah makanya hehehe. Makin yahud blognya….

    • 12 Februari 2012 01:28

      @nzr: sama2 bro. Tadi perut keroncongan.

      @mario: karena itu, tetaplah fokus dan terus konsentrasi saat berkendara. Salam

      • 12 Februari 2012 01:30

        salam, eyang..
        setiap detik begitu pendek kalo sudah lengah.. tahu2 sudah nggak ngatasi ngerem atau banting setir .. 😦

  3. Aa Ikhwan permalink
    12 Februari 2012 05:47

    kl ane sering banget nemu pengemudi menggunakan ponsel baik kendaraan mobil atau pengndar motor yg msh smpet2nya menyelipkan ponsel di sela2 helm. kl ane sh mnding berhenti sebentar untuk minggir n angkat tlpon :D.

    keep waspada n konsentrasi

  4. rony permalink
    12 Februari 2012 07:44

    objek “sensitif” d jalan jg berbahaya y pak edo..sensitip buat laki2..hehe..

  5. 12 Februari 2012 07:46

    malah becanda,,,kecelakaan itu nggak becanda perihnya
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/02/11/tvc-yamaha-terbaru-komeng-vs-alien-keren-and-barongsai/

  6. 12 Februari 2012 11:37

    kalu pengaruh mahluk ghaib gak ada yah…. kan sering denger tuh cerita kalu ada kecelakaan…. menurut si sopir katanya tiba2 ada yg nyebrang lah…. atau dia melihat jalan lurus…. padahal jalannya belok… macem2… kurang berdoa kali yaa….

    tapi kalu yg becanda seringnya sih dimotor para muda-mudi (pacaran) kalu naik motor sambil cubit2an…. sampai yg bawa motor sering oleng…. ane cuma bingung gmana nasihatinnya? …. hehee

  7. 12 Februari 2012 15:04

    Makanya saya suka sebel kalo liat orang bawa motor sambil sms atau nelp, klo ga gitu sambil becanda ama pacarnya. Kalo pacaran mbok ya nyari tempat yang enak gitu. Udah becanda, ga pake helm, di jalan besar pula. Padahal itu kan merugikan diri mereka sendiri, kok ga nyadar ya…

  8. 13 Februari 2012 08:49

    kata orang tua…..kebanykan becanda bisa pamali………..

  9. haroem permalink
    14 Februari 2012 11:47

    Musti ada sosialisasi untuk para pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum tuh eyang

    • 14 Februari 2012 12:01

      saya ingin titipkan materi itu kepada para penanggung jawab pembenahan transportasi publik. trims bro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: