Lanjut ke konten

Darmady Pingin Bawa TVS ke 1%

8 Februari 2012


Darmady Tjuatja (foto:edo)

SOSOK Darmady Tjuatja tak jauh dari industri sepeda motor. Tokoh ini lama dikenal mengawaki Suzuki Indonesia. Kini, sejak 2011, pria ramah itu menjadi tokoh penting di PT TVS Motor Company Indonesia atau kondang disebut TVS. Produsen sepeda motor berprinsipal asal India.
Saya sempat beberapa kali bersua Darmady dalam kesempatan berbeda. Pada pertemuan termutakhir, Selasa (7/2/2012) malam di hotel bintang lima Aryaduta Jakarta, karakter khas sang Chief Operating Officer (COO) TVS itu, masih kental. Ramah dan cekatan setiap menjawab pertanyaan. Optimisme selalu terpancar di wajahnya. Pasti berfaedah belajar dari dia.
“TVS terus berjuang, dari nothing ke something,” kata Darmady saat berbincang dengan sejumlah blogger, Selasa malam.
Pertemuan di restoran Italia, malam itu, juga dihadiri blogger lain, seperti bro Triatmono, bro Henry ‘Bodat’ Parasian, bo Mitra, bro Dono, dan bro Aziz. Malam itu, TVS memperkenalkan motor anyar TVS Neo XR 110cc dan oli TVS. Saya hadir diundang oleh Mieke, corporate communication TVS.

Dia yang malam itu memakai stelan jas plus dasi, hadir bersama petinggi-petinggi TVS, termasuk BLP Simha sang presiden direktur.
TVS terus berupaya memperkenalkan produk dan teknologi motor India kepada konsumen di Indonesia. Caranya, merangsek ke wilayah di luar kota-kota besar di Jawa. TVS cukup kinclong di Pontianak, Kalimantan Barat dan Lampung, kalau di Sumatera.


BLP Simha, presdir TVS. (dok edo)

“Kami masuk ke wilayah pinggiran, ternyata diterima dengan baik,” jelas Darmady.
Sebagai sibungsu di Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), tentu saja TVS punya pekerjaan rumah memperkenalkan produk mereka. “Sampai kini bahkan ada konsumen yang mengira TVS adalah motor Cina,” tukas Darmady.
Bagi Simha, pihaknya terus membangun kepercayaan konsumen atas kualitas produk TVS. Termasuk berinovasi terhadap produk yang sudah dikeluarkan. Salah satunya diperlihatkan dengan meningkatkan kualitas motor bebek TVS Neo. “Kami keluarkan TVS Neo XR 110cc untuk memenuhi kepuasan konsumen,” kata Simha.
Saat ini, TVS di Indonesia masih bermain di dua segmen, yakni motor bebek dan sport. Di segmen bebek ada Neo dan Rockz, sedangkan di motor sport mengandalkan Apache.
Menurut Darmady, Neo XR adalah varian bebek low entry. Segmen tersebut, katanya, merupakan yang terbesar dari seluruh kelas bebek. Tahun 2011, dari sekitar 8,04 juta unit motor, sekitar 40-an% masih dari segmen bebek. “Karena itu, kami serius garap motor bebek,” katanya.
Tahun 2012, Darmady bertekad membawa TVS mencapai pangsa pasar hingga 1%. Pada 2011, pangsa pasar TVS sekitar 0,7%. Artinya, bila pasar motor domestik sekitar 8,8 juta unit, TVS melego sekitar 88 ribu unit pada 2012. Wow. Selamat berjuang pak. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 8 Februari 2012 12:56

    tetap semangat ditengah gempuran jepang.. 🙂

  2. Polenk Merkesenk permalink
    8 Februari 2012 16:48

    Bebek tvs vs kawasaki gimana penjualannya eyang?

    • 8 Februari 2012 16:55

      Rasanya gak jauh berbeda dgn 2011. Tvs lebih unggul. Untuk Januari 2012 saya blm sempat menuangkannya dlm tulisan. Segera saya susun.

  3. 8 Februari 2012 18:18

    susah mbah,,wong cuma gitu gitu aja
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/02/07/diy-oprek-speaker-simbadda/

    • 8 Februari 2012 20:34

      terpenting, kata pak darmady, berusaha dan berjuang. semangatttt….

      • 9 Februari 2012 08:30

        konsisten & tekun dengan belajar dari semangat nya kawasaki … .. menunggu celah…. dan yg akhirnya Boom dengan Ninja nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: