Lanjut ke konten

Korban Tabrak Lari Dapat Santunan Jasa Raharja

13 Januari 2012

BARU ngeh kalau korban tabrak lari di jalan raya mendapat jaminan dari Jasa Raharja. Wah, kalau begitu, tinggal bagaimana keluarga korban segera mengurus surat laporan kejadian ke kantor polisi sebagai bekal mengurus santunan.
Barangkali sedikit yang mengetahui bahwa korban tabrak lari berhak atas santunan tersebut. Besarnya santunan bagi korban bervariasi. Untuk korban tewas mendapat santunan Rp 25 juta, sedangkan korban cacat tetap maksimal Rp 25 juta. Lalu, untuk korban luka berat maksimal Rp 10 juta dan bagi korban meninggal yang tidak ada ahli waris mendapat biaya penguburan Rp 2 juta.
Sepengetahuan saya, untuk mengurus santunan bagi korban tabrak lari tak beda dengan mengurus laporan peristiwa kecelakaan biasa. Maksudnya, ketika mengurus tabrakan dua pihak, yakni ada yang ditabrak dan menabrak, maka berkas laporannya bakal melibatkan para saksi-saksi dan pihak korban.

Bagaimana jika tabrak lari? Ya, namanya juga tabrak lari, bisa saja tidak ada saksi. Berarti, keluarga korban saat memberikan laporan menceritakan kronologis sesuai yang diingat oleh korban atau pihak yang menolong korban. Saya pikir, pihak kepolisian juga mengerti dan akan membuatkan surat keterangan untuk lampiran mengurus santunan ke Jasa Raharja.

Maklum, untuk mengurus santunan ke Jasa Raharja, harus melampirkan surat laporan kejadian dari Kepolisian RI dan surat keterangan dari dokter, serta kuitansi pengobatan atau perawatan dari rumah sakit. (lihat foto-foto prosedur di bawah ini)

Di wilayah Polda Metro Jaya, sepanjang Januari-Februari 2011, ada ada 307 kasus tabrak lari. Artinya, sekitar 25% dari total kecelakaan lalu lintas jalan yang mencapai sebanyak 1.238 kasus dalam dua bulan pertama 2011.Dari total korban yang mencapai sebanyak 297 orang, sekitar 16,50% meninggal dunia atau tewas sia-sia di jalan raya. Lalu, sekitar 38,72% menderita luka berat dan sekitar 44,78% menderita luka ringan.

Semoga para pelaku tabrak lari tidak mengulang perilakunya di masa mendatang. Apalagi, kita semua tahu ganjaran bagi pelaku tabrak lari jika kelak tertangkap, seperti tertera dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memang cukup berat. Setidaknya, jika kita menafsirkan pasal 312 dari UU tersebut yang berbunyi bahwa

setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75 juta.

(edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. 13 Januari 2012 00:33

    Semoga semakin banyak kebijakan2 pemerintah yg memperhatikan korban rakyat kecil seperti ini.. *gak cuma saat mau ada pemilu aja..

  2. Yamahal permalink
    13 Januari 2012 08:00

    untuk mendapatkan santunan jasa raharja apakah korban harus tercatat sebagai polis asuransi jasa raharja gak bung edo….mohon pencerahannya

    • 13 Januari 2012 08:41

      Setahu saya, korban adalah pengguna jalan atau penumpang angkutan umum, termasuk pesawat udara. Secara umum, syaratnya itu saja. Trims

  3. haroem permalink
    13 Januari 2012 09:09

    Alhmdulilah jangan cuma “Jaja Miharja” doang yang dapet royalty untuk talent Iklannya Jasa Raharja , tapi Korban kecelakaan juga harus dapet :p …

  4. Yamahal permalink
    13 Januari 2012 09:22

    kalau kecelakan biker/pesepeda roda 2 dapat santunan gak, karena bukan angkutan umum

    • 13 Januari 2012 09:28

      prinsip dari JR atau SWDKLLJ, lagi2 setahu saya, adalah melindungi orang lain dari tindakan sang pembayar SWDKLLJ. jadi, misal, si A (pemotor) yg membayar SWDKLLJ, lalu menabrak si B (pesepeda angin), maka sepatutnya si B mendapat santunan. begitu bro. salam.

  5. 13 Januari 2012 13:48

    Semoga apa yang telah menjadi program pemerintah edengan segala kebijakannya dapat di jalankan dengan benar oleh para petugasnya demi kepentingan masyarkat. Salam perkenalan dari kami Pak.

  6. neng permalink
    16 Agustus 2013 10:36

    tapi buat ngurus-ngurus di kepolisian, kita dipalak 30% dari duit yang kita terima dari jasa raharja…

  7. uzami_kwong permalink
    2 Oktober 2013 14:03

    saya dr keluarga korban meninggal mau bertanya…saya mempunyai kakak kandung meninggal dlm kecelakaan bermotor….dia meninggalnya di jambi..cerita/khabarnya kejadiannnya dr temen kerjanya..katanya korban sempat pulang sendiri ke mess, mau mintak pertolongan.,truss ditanya sama temennya kamu kecelakaan dimn..?? jawab korban di sana setengah sadar..truss korban di beri air putih.. setelah dia minum air putih dia pingsan gak sadar2 sampai akhirnya meninggal dunia..yg saya mau tnya sama temen2 apakah korban berhak mendapat santunan ansurasi kejadiannya blm lama blm 1 bln..terimakasih..

  8. 21 Desember 2016 06:17

    sya kok susah y ngurus berkas di polres bantul katanya mau olah tkp lagi padahal semua berkas a sudah di urus sama polsek sewon bantul yang tau kjadian a juga polsek sewon bantul .
    Padahal cman di kasih wktu 3 hr dr rumah sakit utk pindah jaminan ke jasa raharja,ni dah hr yg terakhir. Mhon bantuan nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: