Lanjut ke konten

Fluktuasi AHM Ditangan Johannes Loman

20 Desember 2011

WAJAHNYA tetap ceria. Nada bicaranya tegas penuh optimisme. Tapi, kami berbicara dalam suasana santai diselingi makan siang, sekitar tiga tahun lalu di Jakarta. Ya. Itulah pertemuan impresi saya terhadap Johannes Loman, saat ini Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Bahkan, pernah dalam suatu ketika sekitar lima tahun lalu di Bandung, Jawa Barat, kami berbincang lebih rileks walau substansinya seputar bisnis sepeda motor. Tahun 2007 itu, Johannes Loman masih sebagai direktur pemasaran PT AHM. Dan, tahun itu pula, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), AHM harus mencatat penurunan penjualan sekitar 8,46%. Padahal, pasar domestik naik tipis yakni sekitar 5,43%.
Tangan dingin pria lulusan Universitas Katolik Parahyangan jurusan Bisnis Ekonomi ini, rupanya terus diuji di dunia bisnis sepeda motor. Sepanjang 2007-2009, ketika memegang posisi direktur pemasaran, AHM sempat jatuh bangun. Seperti disinggung di atas, 2007 AHM menutup dengan penurunan volume penjualan sekitar 8,46%. Sedikit membaik dibandingkan penurunan 2006 yang sekitar 11,86%. Tahun 2006, pasar domestik anjlok sekitar 12,15%. Maklum, pada 2005, pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) rata-rata 125%. Muka industri motor tertampar keras.
Pada 2008, Johannes Loman secara menakjubkan mengerek pertumbuhan volume penjualan AHM hingga sekitar 34,16%. Luar biasa.

Walau, setahun kemudian, AHM harus puas mencatat penurunan volume penjualan sekitar 5,93%. Meski begitu, tahun itu pula, persisnya April 2009, Johannes Loman dipromosi menjadi Executive Vice President Director AHM menggantikan Siswanto Prawiroatmodjo. Sedangkan posisi direktur pemasaran yang ditinggalkan Johannes Loman diisi oleh Julius Aslan. Belakangan Julius Aslan mengundurkan diri pada September 2010 dan digantikan oleh Auddie Alexander Wiranata per 1 Januari 2011.
Kembali kepada sosok Johannes Loman yang sebelum bergabung ke AHM menempati posisi direktur pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Saat dia menempati posisi Executive Vice President Director AHM, pada periode 2009-2011, volume penjualan motor AHM justeru kian moncer.
Gak percaya, nih datanya. Pada 2010, AHM mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 26,42%. Sedangkan per akhir November 2011 dibandingkan periode sama 2010, AHM menorehkan pertumbuhan sekitar 24,70%. Wow!
Pada 2010 dan 2011 pula, AHM mampu bertumbuh di atas pertumbuhan rata-rata pasar sepeda motor Indonesia.
Sepanjang 2007-2011, AHM sedikitnya mampu menjual sekitar 15,1 juta sepeda motor. Dan khusus pada 2011, dalam kurun sebelas bulan AHM melego sekitar 3,99 juta unit. Dahyat!

Nah kalau dari segi pangsa pasar, jika pada 2007 AHM sempat mencatat titik terendah yakni sekitar 45,45%, per akhir November 2011, AHM meraih sekitar 52,69%. Bahkan, untuk 2012, AHM menargetkan sekitar 55%.

Marketer of The Year

Mungkinkah karena itu pula kemudian Johannes Loman dinobatkan sebagai Marketer of The Year 2011? Penghargaan yang diberikan MarkPlus Inc. pada 15 Desember 2012 di Jakarta itu, diberikan langsung oleh Ketua Dewan Juri Dahlan Iskan yang juga Menteri Negara BUMN.

Dahlan Iskan sempat menyebutkan bahwa dengan sepeda motor, masyarakat kelas menengah bawah memiliki alat mobilisasi dan lebih fleksibel dibandingkan dengan alat transportasi kelas menengah atas. “Ini akan memberikan dampak yang luar biasa kepada transportasi kita,” kata Dahlan dalam sambutan penyerahan penghargaan.
Hemm…sepeda motor dianggap sebagai solusi atas masih belum maksimalnya moda transportasi massal yang ada saat ini. Populasi sepeda motor secara nasional saat ini ditaksir sekitar 60-an juta unit. Jauh dibandingkan populasi kendaraan roda empat yang ditaksir sekitar 10 jutaan unit. AHM menjadi salah satu kontributor pengadaan sepeda motor. Dalam catatan saya, sepanjang kurun 1971 hingga November 2011, AHM atau Honda sudah mengguyur pasar Indonesia sekitar 32 jutaan unit sepeda motor. Kira-kira apa hubungannya dengan kemacetan lalu lintas jalan? (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 20 Desember 2011 09:10

    Maceter of the year

  2. 20 Desember 2011 10:56

    kalo saya presiden, beliau akan saya suruh benahi transportasi busway, yang skupnya kecil aja dulu, biar banyak penumpang dan menguntungkan sehingga layanan ke masyarakat menjadi optimal…hmmm…beliau mau gak ya???

  3. yahonsuwakanja permalink
    20 Desember 2011 11:27

    p Edo..
    data & grafik yg disajikan masih prosentase penguasaan market share.
    jika data brdasarkan jumlah yg diproduksi/didistribusi nnanti akan terlihat ratio trhadap kapasitasnya…

    salam ngabrett..

    • 20 Desember 2011 11:31

      betul, pada artikel kesempatan lain akan sy masukan dari sisi volume. trims atensinya mas bro. salam.

      • 20 Desember 2011 13:37

        sekalian juga mas ratio jumlah yg di produksi dan kapasitasnya yamaha ….2011 kapasitas produksinya yamaha 4 Juta

  4. 20 Desember 2011 12:22

    Om Edo, Kalau melihat kapasitas Truk Pengangkut mestinya rasio yang pas antara mobil dan motor adalah 6 :120 atau 1:20 artinya mohon jangan terlalu berpihak pada mobil lah.
    mobil itu terlalu banyak makan area untuk bermanufer bahkan untuk buka pintu.

  5. 20 Desember 2011 23:27

    berbisnis yang penting income perusahaan masuk, mbenaki transportasi publik ga ada swasta yang mau.. hehe

  6. Arsenal permalink
    21 Desember 2011 08:04

    Mungkin saja swasta mau membenahi fasilitas jalan atau apa,..tapi ingat,..orientasinya jelas,…ini bisnis,…apa yg di keluarkan harus bisa mendapatkan keuntungan lebih.
    Kalo pemerintah memberikan sebuah jalan yang jd tnggung jawab swasta,dengan di berikan wewenang memasang iklan di sepanjang jalan itu asal rapih,saya ras mereka akn mempertimbangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: