Lanjut ke konten

Motor Kelas 160cc Mengkerut

2 Desember 2011


TVS Apache. (dok tvs)

SELERA konsumen sepeda motor di Indonesia mayoritas di bawah 150cc. Sepanjang Januari-Oktober 2011, pangsa pasar di bawah 150cc mencapai sekitar 98,86% dari total volume yang mencapai sekitar 6,9 juta unit.
Khusus untuk kelas 160cc, pasar Indonesia masih belum terlalu merespons. Kesimpulan tersebut bisa ditarik jika melongok data distribusi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) sepanjang sepuluh bulan 2011. Pada periode itu, pangsa pasarnya hanya sekitar 0,05%. Padahal, pada periode sama 2010, masih sekitar 0,9%. Secara umum, kelas ini masih amat kecil. Lantas, kenapa turun signifikan?
Pada 2010, kelas 160cc masih diwarnai oleh asyiknya Honda Megapro membidik pasar. Kini, Honda Megapro hanya menyisakan volume setahun sebelumnya. Bayangkan, jika pada Januari-Oktober 2010 masih melego sekitar 53 ribuan unit, kini hanya sekitar 300-an unit. Benar kan, cuma menghabiskan sisa?
Langkah produsen Honda Megapro menurunkan kapasitas mesin menjadi 150cc, membuat kelas 160cc kian menciut. Maklum, pada 2010, Megapro menguasai sekitar 96%, kini melorot menjadi tinggal sekitar 10%.

Praktis, TVS Apache melenggang sendirian di kelas 160cc. Namun, volume Apache belum sebesar Megapro. Saat ini, TVS Apache terjual mendekati 3.000 unit. Di kelas 160cc, TVS Apache menguasai sekitar 89,95%.
Boleh jadi pasar domestik masih terbuai oleh sepeda motor 150cc ke bawah. Entah kapan kelas yang di atasnya bisa menjadi primadona pasar. Ada yang tahu? (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: