Lanjut ke konten

Jangan Main-main Soal Jembatan (Bagian 2-habis)

1 Desember 2011


Jembatan Mahakam Dua runtuh Sabtu, 26 November 2011. (foto:poskota)

Menurut ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil ITB (ALSI-ITB) Bambang Susantono, prosedur standar pemeliharaan atas jembatan-jembatan tersebut harus selalu di-update dan dilaksanakan dengan ketat. “Juga peningkatan kualitas petugas-petugas yang melaksanakan pemeliharaan,” kata dia, Selasa.
Sementara itu, Manlian Ronald Simanjuntak, guru besar manajemen konstruksi Universitas Pelita Harapan, Jakarta, mengingatkan bahwa tidak boleh ada beban berlebihan yang melintas di jembatan maupun di bawah jembatan. “Butuh traffic management system di bawah di jembatan,” ujarnya.
Maklum, kata Bambang Susantono, tentang ketahanan struktur jembatan, tidak hanya ditentukan saat desain,pembangunan maupun perawatan. “Tapi kedisiplinan batas muatan juga harus diterapkan,” jelas dia.
Jembatan yang merupakan fasilitas publik harus memberi jaminan kepada pengguna yang melintas di atasnya. Karena itu, pemerintah harus bertanggung jawab penuh, seperti dalam kasus ambruknya jembatan Kutai Kertanegara. Siapa yang melakukan kelalaian, baik itu dari perencnanaan, kontraktor sampai kepada pemeliharaan, harus bertanggung jawab. “Tentu kalau bersalah harus bertanggungjawab, karena dari hasil pengamatan bukan karena faktor alam, tetapi ada kelalaian, jangan tuhan disalahkan terus,” ujar Deputi Meneg BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin, di Jakarta, selasa.
Dia berharap, harus ada ketegasan pemerintah untuk membuka seluruhnya agar kedepan, pembangunan jembatan ini tidak terulang kembali ambruk. Karena dalam teori umur jembatan tersebut rata rata didisain selama 200 samapi 250 tahun, bukan 10 tahun atau 40 tahun.“Jembatan itu dirancang sampai 200 tahun lebih, bukan 40 tahun,” ujarnya.
Djoko berharap, kejadian runtuhnya jembatan bentang panjang tidak terulang lagi di Indonesia. Seluruh wilayah di Indonesia diwajibkan tunduk pada aturan yang berlaku, bila tidak, maka mereka dapat dikenakan sanksi baik pidana ataupun perdata jika terbkti melanggar. “Sanksi secara pasti memang tidak ada dalam aturan juknis itu, namun jika terjadi pelanggaran akan diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Seluruh kontraktor ataupun pemilik proyek, jelas Djoko, wajib memenuhi syarat standar baku konstruksi proyek jembatan model gantung, serta meningkatkan kualitas dan terapan teknologi di dalamnya. Misalnya, untuk pembangunan jembatan Selat Sunda yang akan menjadi jembatan gantung terpanjang yang bakal dibangun di Indonesia. “Teknologi untuk JSS akan kita optimalkan, negara kita ini negara kepulauan dan tidak mungkin menghentikan pembuatan jembatan, kita jalan terus,” jelasnya.


Jembatan Suramadu. (istimewa)

Pemerintah tetap akan melanjutkan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS)yang menghubungkan Sumatera dan Jawa. Asisten Deputi Infrastruktur Transportasi Kementerian Perekonomian Tulus Hutagalung mengungkapkan, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menggagalkan suatu rencana pembangunan infrastruktur besar hanya karena hancurnya satu kasus infrastruktur tertentu. Meski diakui, kejadian ambruknya Jembatan Tenggarong jadi pelajaran berharga dalam merealisasikan proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air. “Kalau teknis itu biar Kementerian Pekerjaan Umum yang jawab. Kasus itu masih dicari penyebab pastinya, Pak Presiden juga sudah instruksikan. Itu akan jadi pelajaran berharga. Yang pasti proyek-proyek besar tetap jalan sesuai jadwal, termasuk pembangunan JSS,” ungkap dia.
Tentu saja semua itu bakal mempertimbangkan unsur kenyamanan dan keselamatan. Urusan jembatan memang tidak bisa main-main. Selain menyangkut menyangkut masalah ekonomi dan sosial warga di sekitarnya, nyawa para pengguna jalan juga tidak bisa seenaknya dipertaruhkan. (Imam Muzakir, Tri Listyarini, dan Edo Rusyanto)

Jembatan dengan Bentangan Utama Lebih 100 Meter

-Tipe Jembatan Rangka Baja adalah jembatan Kerasak (122,5m) dan Jembatan’ Danau Bingkuang di Riau (120m).
-Tipe Jembatan Prestressing Cantilever Box adalah Jembatan Rajamandala di Jabar (132m), Jembatan Serayu Kesugihan di Jateng (128m), Jembatan Rantau Berangin di Riau (121m).
-Tipe Jembatan Balance Cantilever Concrete Box Girder adalah Jembatan Tonton-Nipah (160m) dan Jembatan Setoko-Rempang (145m) di Batam.
-Tipe Jembatan Pelengkung Baja adalah Jembatan Kahayan di Kalteng (150m)

Jembatan dengan Bentangan Utama Lebih 200 Meter
-Tipe Jembatan Gantung adalah Jembatan Memberamo di Irian Jaya (235m) dan Jembatan Barito di Kalsel (240m), Jembatan Mahakam 2 di Kaltim (270m).
-Tipe Jembatan Cable Stayed adalah Jembatan Batam-Tonton di Batam (350m).
-Tipe Jembatan Pelengkung Beton adalah Jembatan Rempang-Galang di Batam (245m).
-Tipe Jembatan Cable Stayed terbaru adalah Jembatan Suramadu di Jawa Timur (total panjang 5.438m dengan main bridge 192+434+192 m).

3 Komentar leave one →
  1. 1 Desember 2011 07:33

    absen dulu om…….

  2. 1 Desember 2011 13:10

    politik dan pembangunan harus di pilah dan jangan pembangunan sebagai simbol kesuksesan aka pengakuan pembangunan. Ketika semua di dasari dengan semangat pembangunan bagi kepentingan publik. Maka mutu dan tanggung jawab moril itu lah yg di harapkan. Jangan ketika ada yg roboh semuanya diam dan menunggu hasil kajian. Dan ketika suatu pembangunan selesai dan goal pembukaan terlaksanakan. Cap siapa yg berhasil sering di pakai untuk membangun brand image kalangan tertentu.

    Kalo semua pembangunan begini sama dengan pemborosan donk. Dan apa kemajuan yg di dapat?
    Way? Aku cuma bisa berkomen aja lewat blognya pak edo? Karena aku cuma seorang biasa aja?

  3. necel permalink
    2 Desember 2011 03:02

    Saya yang tinggal di Samarinda dan pernah melalui jembatan tenggarong sungguh sedih melihat runtuhnya jembatan. Semoga tidak terulang kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: