Lanjut ke konten

Mampir ke Urban Transport World Asia 2011

30 November 2011

PENASARAN. Akhirnya saya mampir juga ke Urban Transport World Asia 2011, di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (30/11/2011) pagi. Acaranya bakal berlangsung dua hari, artinya, sampai Kamis (1/12/2011).
Begitu melihat tema diskusi dan para pembicaranya, ternyata cukup kompeten membahas soal karut marutnya transportasi di Indonesia. Pada hari pertama, di antaranya ada Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Ketua Umum Organda Eka Sari Lorena, Direktur PT KAI Commuter Jabodetabek Bambang Adi Pratigjo, dan CEO PT MRT Jakarta Rachmadi.
Saya tidak sendiri, kolega saya, Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano juga hadir diseminar yang tarifnya Rp 8,9 juta per orang per hari itu.
Pada hari pertama ini, sejumlah isu mencuat, mulai soal pertumbuhan penduduk di kota-kota besar, konsep transportasi berbasis kereta api, hingga soal pelarangan sepeda motor masuk ke tengah kota.
Wah seru nih kalau bahas soal sepeda motor tidak boleh masuk ke tengah kota. Maklum, saat ini, sepeda motor masih digandrungi masyarakat kita sebagai alat transportasi.
Soal pembatasan operasional sepeda motor dan mobil pribadi memang ada payung hukumnya, yakni UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam aturan itu, seingat saya, ada soal pembatasan dari segi waktu, ruang, dan biaya. Tapi, tentu ada syaratnya dong. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 30 November 2011 20:41

    aku juga pernah berdebad sama bos ku pak edo.tentang masalah membatasi motor. Meski hanya sebatas oboral menyela penatnya perjalanan luar kota.
    Malah ide si bos pun cukup gila.ya itu semua kendaran R2 dibikin ngak bisa berlari aka kecepatan kendaraan di bikin 40kpj aja. Sejak brojol. Pasti pada milih naek bus aka tranportasi umum. Dan di barengi sama perbaikan pelayanan tranportasi umum.
    Awalnya aku tidak setuju. Tapi akhirnya nyerah juga aku sama bos. Tentang pembatasan motor?

    • 30 November 2011 22:21

      Luar biasa. Ente jeli membaca artikel ini. Pembatasan motor bakal pasti terjadi, soal waktu aja. Salam

      • 1 Desember 2011 12:23

        tapi realisasi nya harus adil pak edo. Dan kompensasi peraturn tersebut juga harus sepadan sama yang di larang.

  2. robotic_munky permalink
    1 Desember 2011 10:36

    sip deh klo motor ga boleh masuk tengah kota,
    saya siap2 nabung beli mobil klo gtu . . .

  3. nr 1908 permalink
    1 Desember 2011 10:46

    itukan berarti membelengu hak asasi dong.
    kalu motor dibatasi. mobil juga dong, masak rakyat kecil terus yg di tekan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: