Lanjut ke konten

Kalau Ada yang Numpang, Ajak Gak Yah?

23 November 2011

TRINIL malu-malu. Kikuk. Pria yang baru dikenalnya sedikit memaksa naik sepeda motor.
Sang pria muda berhasil mengajak Trinil. Keduanya melenggang diatas sepeda motor. Bedanya, sang pria memakai helm, sedangkan Trinil polos tanpa helm.
“Kamu sementara tinggal di rumah aku saja,” rajuk sang pria itu.
Penggalan adegan itu saya lihat tidak sengaja saat makan, Selasa (22/11/2011) siang. Adegan tersebut cuplikan dari sinetron berjudul ‘Trinil Pacar Udikku’ yang ditayang stasiun tv SCTV.
Fakta di lapangan, tak sedikit pesepeda motor yang membawa penumpang tidak memakai helm. Baik itu penumpang yang sama-sama berangkat dari satu tempat, atau penumpang yang bertemu di jalan. Atau, pesepeda motor yang mirip dengan kelakuan pria bersama Trinil tadi.
Di sisi lain, fakta memperlihatkan bahwa dalam kehidupan masyarakat kita masih subur budaya saling tolong menolong. Misal, seorang tetangga yang mengalami kesusahan maka orang disekelilingnya bakal urun rembug. Mereka yang tidak mau peduli bakal distempel sebagai orang sombong. Arogan. Bahkan, dianggap antisosial. Sanksinya? Bisa dikucilkan.
Nah, bagaimana jika suatu ketika ada teman satu kantor yang mau menumpang atau minta diboncengin motor, tapi tidak memiliki helm? Akankah kita mengajaknya?

Padahal, kita tahu disatu sisi ada aturan bahwa pengendara dan yang menumpang wajib memakai helm. Aturan tersebut untuk melindungi para pengendara sepeda motor dari fatalitas akibat benturan atau kecelakaan. Tak heran, jika dalam aturan ada sanksinya, yakni sanksi denda maksimal Rp 250 ribu. Atau, sanksi pidana penjara maksimal satu bulan.
Kalau saya, biasanya menyarankan agar yang minta diboncengin itu mencari helm pinjaman. Namun, jika tidak mendapati helm yang dicari, secara halus menolaknya dengan alasan keselamatan bersama. Ada risiko lebih besar yang mengintai ketika bersepeda motor tidak memakai helm.
Barangkali ada yang mau berbagi tentang pengalamannya? (edo rusyanto)

Iklan
18 Komentar leave one →
  1. 23 November 2011 10:28

    kalo saya, yg mau numpang harus cari helm pinjaman….
    gak ada ya gak usah…

  2. 23 November 2011 10:40

    sama mas… Saya sering membonceng keluarga baik itu abang, adik, ibu. Selalu saya suruh pake helm… Kadang-kadang kalau dekat mereka gak mau… Ditempat saya Perawang, Riau, pasar berjarak lebih kurang 3 km, nah ibu sering saya antar ke pasar… Walah ibu gak mau pake helm… Padahal dah saya minta… Alasannya dekat… Padahal maut kan didepan mata dan cuma sekejap, gak tergantung jarak. Dan rata2 para pembonceng banyak yang gak pake helm… Karena ditempat saya sama pak pol… Gak papa yang dibonceng gak pake helm… Aneh kan…?

    http://meitanteiamiterasu.wordpress.com/2011/11/22/ooo-kalau-cek-fisik-harus-begitu-toh

    • 23 November 2011 10:50

      waduh, kok permisif yah pak pol nya. kalau sudah begini, kita sendiri yg harus memberdayakan diri agar tetap selamat saat berkendara. makasih dah mau berbagi disini. salam

  3. kentang permalink
    23 November 2011 11:00

    selalu sedia helm cadangan dong, kan sapa tau ketemu cewe cantik minta dibonceng… wkwkwkwkwww

  4. 23 November 2011 12:17

    Wajib lah pake helm, resiko kecelakaan bisa terjadi di mana aja. Tapi..motorku motor egois selalu pake single seater jd gak bisa ambil boncengan di jalan.

  5. dani permalink
    23 November 2011 12:27

    sering kalo pulang kerja malem ada temen minta numpang ampe KOMDAK, ane sih kalo ndak pake helm ndak mau….Biar dibilang pelit ndak apa-apa…padahal sering yang minta numpang temen kerja yang cuantik-cuantik,,, maklum karyawan hotel pan lumayan bening -bening,, dan tetep ane tolak…

  6. Abu Tanisha permalink
    23 November 2011 13:43

    dilema eyang….

  7. 23 November 2011 13:44

    kalo cewek manteb ane mau diem2 mbah..aiihihih..iman gak kuat ūüėÄ
    http://asmarantaka.wordpress.com/2011/11/23/katanya-anak-klubkomunitas-riding-gear-nya-dimana/

  8. orang netral permalink
    23 November 2011 13:48

    motor helm in dong,biar kemana mana ada helm cadangan

  9. iseng permalink
    23 November 2011 15:17

    Salam Kenal Om Edo…

    waduh itu pengalaman saya tadi pagi, ketemu temen Kerja di jalan (kebetulan cewek), krn jam kerja bentar lagi, jadi ane ajak deh…walau dia gak pake Helm (terpaksa jg sih)..tp besok2 kita janjian dl..jd ane bawa helm cadangan buat boncengin dia…(lumayan pendekatan gak di sengaja…wkwkwkkwk..)

  10. 23 November 2011 15:45

    kalo kondisinya di desa yg jalannya aja blm diaspal bagaimana eyang?

    • 23 November 2011 15:55

      hemmm…prinsipnya sama saja mas bro, bersepeda motor tanpa memakai helm berisiko lebih fatal. salam

    • 24 November 2011 10:57

      Sepupu saya beberapa tahun yang lalu meninggal gara2 naik motor tidak pake helm, jatuh kepalanya membentur tugu. Kejadiannya dekat rumahnya di desa, jalan belum diaspal, masih jalan tanah. Jd tetep hati2 deh..

      • 24 November 2011 11:14

        makasih sharing-nya mas bro, turut prihatin. smoga almarhum mendapat tempat layak disisi Nya. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: