Lanjut ke konten

Hormati Pejalan Kaki Dong

20 November 2011

WAJAH rekan saya bersungut. Pipinya memerah. Dia mengaku kesal, saat berjalan di trotoar, nyaris diserempet sepeda motor. Tak hanya itu tingkah sang pemotor, sebelum ngacir, berulang-ulang membunyikan klakson memekakan telinga.
Saya juga pemotor. Rasanya risih mendengar cerita tersebut. Ingin rasanya berteriak, ”Woiiii hormatin dong pejalan kaki.”
Coba tengok sekeliling kita saat berlalu lintas jalan. Pasti kerap menjumpai para pejalan kaki. Mereka melintas di trotoar jalan. Mereka menyeberang di jembatan penyeberangan orang (JPO), atau menyeberang di zebra cross di perempatan lampu pengatur lalu lintas jalan.
Kita semua juga pasti sering berjalan kaki. Ketika melintas di sisi jalan raya, pasti was-was terhadap pengguna jalan yang ugal-ugalan. Baik itu penunggang sepeda motor, maupun para pengendara roda empat. Termasuk para pengendara angkutan umum.
Memang, kadang ada juga pejalan kaki yang sruntulan. Maksudnya, menyeberang tidak pada tempatnya. Atau, berjalan kaki sambil berponsel ria. Kalau sudah begini, repot jadinya.

Para pengguna jalan sebenarnya faham. Pejalan kaki adalah kelompok yang riskan terhadap kecelakaan lalu lintas jalan. Benturan dengan kendaraan bisa berakibat fatal. Karena itu, perundangan kita mengatur soal perilaku terkait pejalan kaki. Dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Alasannya karena itu tadi, ringkih jika berbenturan dengan kendaraan.

Salah satu wujud mengutamakan pejalan kaki adalah memperlambat laju kendaraan ketika melihat dan mengetahui ada pejalan kaki yang akan menyeberang. Para pengendara tak perlu memaksakan diri minta didahulukan mentang-mentang lebih superior di jalan.
Disamping memiliki hak, pejalan kaki juga diminta memenuhi kewajibannya yakni menggunakan bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki atau jalan yang paling tepi. Atau, menyeberang di tempat yang telah ditentukan. Jangan seenaknya juga. Pernah suatu ketika, ada penyeberang jalan yang tertabrak tak jauh dari JPO. Mbok ya kalau nyeberang di JPO dong. Bukan buat siapa-siapa, tapi untuk keselamatan jalan bersama.

Ada Sanksi

Ngomong-ngomong, ternyata dalam UU No 22/2009 ada sanksinya loh untuk para pengendara yang tidak peduli terhadap pejalan kaki. Coba deh tengok pasal 284 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Kalau buat oknum yang merusak fasilitas pejalan kaki, atau perampas hak pejalan kaki, bisa tengok pasal 275. di pasal ini disebutkan (1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.
(2) Setiap orang yang merusak Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sehingga tidak berfungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Nah loh! (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. 20 November 2011 11:40

    setuju mbah

  2. 20 November 2011 16:47

    Mantap Pak…

  3. 20 November 2011 17:10

    Tema tulisan yang bagus dan jarang ditulis

  4. pionize permalink
    20 November 2011 22:54

    iya om…saya setuju sekali…
    di jogja sini juga ga jauh beda…
    klo jalan uda merayap gt, trotoar jadi jalan kedua para biker, mana pake klakson buat ngusir pejalan kaki…
    dan hal ini pun sebagian besar dibiarkan polisi yang berjaga..

    • 20 November 2011 23:04

      Ketidaktegasan aparat menyumbang perampasan hak pejalan kaki yah. Smoga smua kembali ke jalan yg normal. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: