Lanjut ke konten

Cuplikan Jalan Margasatwa

16 November 2011

POTRET buram lalu lintas jalan di Jakarta cukup banyak. Seantero sudut punya cerita. Salah satunya di Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan.
Pagi itu saya memilih rute Jalan TB Simatupang lalu berbelok ke Jalan Margasatwa. Cerita dari penggalan potret buram dimulai dari perempatan Ragunan, Jakarta Selatan menuju arah Mampang Prapatan. Usai melintas di perempatan, para pengendara semestinya masuk ke jalur arteri. Jalur ini mampu menampung dua lajur, sedangkan di sisi paling kanan ada lajur busway. Itu adalah lajur khusus bus Transjakarta.
Nah, para pengendara memilih melintas di busway. Maklum di arteri terjadi penumpukan kendaraan. Tak hanya para penunggang sepeda motor, para pengendara roda empat pun asyik merangsek busway. Perilaku emoh antre dipertontonkan dengan kasat mata.

Aksi itu terus terjadi hingga pertigaan yang mengarah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saya melihat ada yang di depan Transjakarta dan ada yang di belakang bus bertarif Rp 3.500 per orang itu.
Ya. Jalan Margasatwa adalah salah satu akses warga Jakarta yang hendak ke pusat kota, atau sebaliknya ke pinggiran kota. Pagi itu, Selasa (15/11/2011), kepadatan kendaraan seperti hari-hari biasa di jam kerja.

Jalur arteri padat. Busway lengang karena frekuensinya belum terlalu tinggi. Paling banter dalam 20 menit selisih satu bus dengan bus lainnya. Praktis, busway terlihat lengang. Hal itu menggoda para pengendara merangsek kesana untuk memangkas waktu tempuh.
Potret buram lalu lintas jalan itu bernama jalan pintas. Merampas hak orang lain untuk kepentingan sendiri. Egois. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 16 November 2011 20:03

    Jangan salah Om, pengendara mobil dan motor yg diRampas hak nya sm busway. Byk pilihan moda transportasi massal yg lebih cocok selain busway ini.
    Nyaman? Banyak copet/pelecehan seksual. Aman? Byk yg mati tuh ketabrak. Sy korban keserempet transjak gara” bus itu ngambil jalur mobil biasa. Diganti? Sy sampai panggil kepala management bus ‘Lor*na’ di Bogor (supir nya dr mereka), supirnya ketemu tp ga diganti jg tuh…Egois? relatif sih…sekian.

  2. 16 November 2011 20:55

    maaf oot dikit

    Bebek Menjawab Krisis Ekonomi Global … :mrgreen:
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/11/16/bebek-menjawab-krisis-ekonomi-global-mrgreen/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: