Lanjut ke konten

Di Balik Rekor Penjualan AHM

3 November 2011

PEMBACA berita otomotif disodori rekor penjualan PT Astra Honda Motor (AHM), Rabu (2/11/2011). Siaran pers yang saya terima hari itu, harus saya baca berulang. Bayangkan, pada Oktober 2011, AHM melego 415.281 unit motor. Apa nggak geleng-geleng kepala membacanya.
Sepengetahuan saya, dalam lima tahun terakhir, rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada Oktober 2011, yakni sebanyak 391.733 unit.
Untuk Januari-Oktober 2011, AHM secara akumulasi mengguyur pasar sebanyak 3,6 juta unit. Praktis sebuah torehan anyar sepanjang anak usaha PT Astra International Tbk itu, merangsek pasar domestik. Sekaligus menajamkan cengkeraman di Tanah Air selaku pemimpin pasar sepeda motor.
Oh ya, dengan raihan sekitar 3,6 juta unit, bukan mustahil hingga akhir 2011, AHM mampu meraih target penjualan sekitar 4,3 juta unit. Jika rata-rata bertambah 350 ribu unit pada November dan Desember 2011, tercapai sudah target tersebut.

Dalam catatan saya, angka itu adalah rekor tertinggi sepanjang AHM beroperasi di Indonesia selama kurang lebih 40 tahun. Secara akumulasi sejak 1971 hingga Oktober 2011, AHM sudah menjual sedikitnya sekitar 32,5 juta unit. Fantastis!
Timbul pertanyaan di benak saya, apa sih yang memicu tingginya penjualan bulan itu?
Penasaran yang ada mendorong mencari tahu. Sebagai bahan menebak-nebak, saya coba kumpulkan kira-kira apa saja faktor di balik suksesnya AHM memukau calon konsumen. Walah ternyata ada tujuh kunci utama. Ini dia rahasia di balik sukses si Sayap Tunggal.


1. Kapasitas produksi:

Memasuki akhir 2011, AHM memiliki kapasitas produksi sekitar empat juta unit per tahun. Kapasitas produksi tersebut terdiri atas di pabrik Sunter satu juta unit, Pegangsaan satu juta unit dan Cikarang 1,5 juta unit. Dari total kapasitas tersebut, sekitar 2,5 juta untuk tipe motor skutik. Tahun 2011, AHM menambah kapasitas produksi skutik sekitar 800 ribu unit yang beroperasi pada semester pertama 2011. Dana untuk penambahan kapasitas tersebut, mencapai sekitar 7,5 miliar yen. Jika kurs Rp 110 per 1 yen, kocek yg dirogoh sekitar Rp 810 miliar.


2. Varian produk:

Hingga akhir Oktober 2011, AHM menggerojok pasar dengan 22 varian sepeda motor. Terdiri atas enam varian motor skutik, sembilan varian bebek, dan tujuh varian motor sport. Bandingkan dengan tahun 2007 yang masih mengusung 20 varian dari ketiga segmen.
Dari segi varian produk, terlihat gebrakan AHM yang cukup menonjol adalah dengan diperkuatnya lini motor skutik. Ketika pertamakali masuk ke lini motor skutik pada 2006, AHM hanya mengusung dua varian. Kini, seperti kita tahu, AHM menyodorkan enam varian kepada calon konsumen.
Selain memiliki banyak varian, AHM juga memperkuat kapasitas produksi motor skutik hingga 2,5 juta unit per tahun. Sebuah keseriusan yang luar biasa mengingat kapasitas produksi segmen bebek tidak menyentuh angka itu.


3. Jaringan Layanan:

AHM adalah produsen yang memiliki jaringan layanan terbesar. Hingga September 2011, AHM memiliki sekitar 1.700 jejaring di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut mencakup pemasaran, servis, dan pengadaan suku cadang.
Praktis dengan layanan yang cukup besar memudahkan konsumen untuk mendapatkan akses ke produk baru maupun untuk servis. Semakin mudah mendapatkan layanan purna jual, kian mendorong kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk.
Dari sisi pemasaran, AHM memiliki tak kurang dari 50 ribu Front Line People (FLP) yang tersebar di 29 main dealer AHM di Indonesia.
AHM menyebut jaringan Authorized Honda Service Station (AHASS) dan Honda Exclusive Parts Shop (HEPS). Itu belum terhitung mitra-mitra hingga ke pelosok yang disebut Tenda Honda.

4. Promosi dan Iklan:

Promosi memegang peranan penting untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon konsumen. Promosi atau iklan juga bisa untuk meningkatkan loyalitas konsumen kepada sebuah produk.
AHM memanfaatkan seluruh medium untuk berpromosi atau memasang iklan. Mulai dari siaran televisi, radio, media cetak, media luar ruang, media online, hingga kegiatan musik dan olah raga, termasuk mensponsori klub sepak bola, seperti di Persib, Bandung.
Nah, AHM sadar betul. Menurut data Nielsen, pada 2010, iklan sepeda motor Honda di media cetak senilai Rp 210 miliar. Angka tersebut naik tipis, yakni sekitar 2% dibandingkan belanja iklan tahun 2009. Pada triwulan pertama 2011, belanja iklan produk motor Honda di surat kabar sekitar Rp 74 miliar.
Boleh jadi iklan di televisi, radio, media luar ruang, media online, hingga kegiatan musik dan olah raga, jumlahnya bakal lebih besar.

5. Jaringan FIF:

AHM mau tidak mau tersokong oleh PT Federal International Finance (FIF) yang sama-sama anak usaha PT Astra International Tbk.
Tahun 2011 menambah 100 cabang baru, tahun 2010 sudah punya 126 cabang plus 500 jaringan pelayanan terpadu di seluruh Indonesia. Dalam business plan FIF, di masa mendatang mereka bakal menggenapi jaringan pelayanan terpadu menjadi 800 jaringan. Penambahan cabang baru pada 2011 menyasar di luar pulau Jawa, khususnya di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Target tahun 2011 membiayai Rp 20 triliun, naik dari Rp 17 triliun pada 2010. Hingga Agustus 2011, FIF sudah menyalurkan Rp 13,19 triliun atau tumbuh sekitar 22,35% jika dibandingkan periode sama 2010.

Januari-Agustus 2011, sepeda motor yang dibiayai FIF mencapai 1.083.598 unit. Sebanyak 872.171 unit motor baru dan 211.427 unit motor bekas.
Hingga akhir 2011, target pembiayaan motor baru FIF sebanyak 1,35 juta unit, sedangkan motor bekas sekitar 240 ribu unit. FIF memiliki kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) sebesar 1,5% hingga Agustus 2011.

6. Bunga dan Pertumbuhan Ekonomi:

Daya beli penduduk Indonesia masih cukup stabil. Hal itu bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang berkisar 6,5-6,6% dan suku bunga perbankan yang dipengaruhi oleh besaran BI Rate yang sebesar 6,5% pada Oktober 2011.
Praktis, besaran BI Rate mempengaruhi besaran suku bunga pinjaman perbankan, termasuk bunga pembiayaan perusahaan multifinance. Kita tahu, mayoritas penjualan sepeda motor di Indonesia masih mengandalkan sistem angsuran yang disokong perusahaan multifinance.
Omzet mereka ditaksir bakal mencapai sekitar Rp 71,68 triliun pada 2011, atau naik sekitar 16,93% dibandingkan tahun 2010 yang mencapai sekitar Rp 61,3 triliun.
Kelima raksasa tersebut adalah PT Bussan Auto Finance (BAF), PT Federal International Finance (FIF), PT Adira Multifinance (Adira), PT Summit Oto Finance, dan PT Wahana Oto Multiartha Finance (WOM).

7. Kebutuhan Transportasi

Kita tahu bahwa system transportasi missal kita masih kurang memadai. Maksudnya, belum dianggap aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau. Akibatnya, masyarakat mencari alternatif berupa kendaraan pribadi.
Nah, salah satu alternatif yang umumnya terjangkau oleh kocek masyarakat adalah sepeda motor. Maklum, dengan sistem pembelian angsuran dan uang muka yang rendah, yakni berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, kebanyakan dari masyarakat lantas melirik sepeda motor.
Apalagi, sistem lalu lintas jalan di berbagai kota di Indonesia, menempatkan sepeda motor sebagai alternatif yang bisa lebih hemat biaya dan waktu. Tentu saja jika dibandingkan dengan angkutan umum yang ada saat ini.

Adakah faktor lain di balik suksesnya AHM mencetak rekor penjualan? Pasti ada, Cuma saya tidak tahu. Mereka yang paling tahu tentu saja para board of director dari AHM. Benar kan? (edo rusyanto)

49 Komentar leave one →
  1. 3 November 2011 07:09

    hadaahh.. smakin padattt…
    jalan belum bertambah, motor bertambah berlipat-lipat

  2. 3 November 2011 07:10

    rekor… :mrgreen:

  3. Pino Kio permalink
    3 November 2011 07:19

    manteb Om.
    yg ngaku2 semakin di depan malah semakin jauh ketinggalan

  4. 3 November 2011 08:07

    5 pertama Kunci utama kesuksean Honda menunjukkan bahwa penataan strategi dari hulu sampe ke hilir termenej dengan baik.

  5. djakz permalink
    3 November 2011 08:27

    aku gak bisa bayangin negara indonesia 5 tahun ke depan…
    bakalan penuh jalan raya dengan motor!
    sekarang aja, motor udah jadi raja jalanan… heuheu :mrgreen:

  6. 3 November 2011 08:33

    Seharusnya hal lain yang harus dihitung adalah angka indent, jika kompetitor mempunyai kapasitas yang sama dengan AHM bukan hal mustahil AHM akan dijungkalkan terlebih lagi jika kompetitor memilih Indonesia sebagai basis produksi dan pengembangan produknya.
    Seharusnya dengan penjualan yang sebegitu tingginya Indonesia dijadikan basis oleh Honda bukannya Thailand.

  7. 3 November 2011 08:48

    Bravo analisanya Mas Edo …yang tidak hanya menampilkan saja ….tapi di kunyah dan di telaah

  8. YAMAHAL permalink
    3 November 2011 09:05

    Gimana distribusi per segmennya bang edo? disinyalir beat pada bulan oktober lalu mampu menekuk si mio lagi yah….

  9. redbullrider permalink
    3 November 2011 09:58

    mudah2an 400ribuan motor baru bukan “bener2 baru”, tapi mudah2an 400ribuan pengguna mobil yg beralih ke motor, kan jalan jadi tambah lega….

  10. necel permalink
    3 November 2011 10:02

    Tahun depan bisa lebih tinggi lagi apalagi dengan diberlakukannya larangan mobil pribadi pake premium. Pengguna mobil pindah ke motor
    http://necel.wordpress.com/2011/11/03/mengenal-honda-rc212v-motor-800cc-4-tak-terbaik/

  11. 3 November 2011 10:20

    Maklum, dengan sistem pembelian angsuran dan uang muka yang rendah, yakni berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, kebanyakan dari masyarakat lantas melirik sepeda motor.
    ———————–
    faktor utama motor low entry laku keras….kadang DP 0 rupiah ^^?

  12. cilukba permalink
    3 November 2011 10:34

    kalo banyak terjadi gagal bayar / non performing loan otomatis akan terjadi masalah dan jualannya tidak akan bisa tinggi seperti itu …lihat tuh BAF banyak NPLnya wkwkwk

    • 3 November 2011 11:13

      monggo mas bro, transportasi umum masih buruk, larinya ke kendaraan pribadi yah?

  13. dara permalink
    3 November 2011 11:23

    Rekor dari pihak leasing…xixixixi..
    KEsimpulan kalo daya beli masih sama yaa………………….. Daya kredit yang meningkat… 😀
    Siap2 buble aja

    • 3 November 2011 11:43

      sepertinya nih cerdas komennya …”sepertinya lho 😆 ” … daya beli masih sama yah 😆 buble yah 😆 , coba di jelasin gimana daya belinya masih sama dan bublenya 😆

      kalo itung2an org awam sih ngak tuh :

      Januari-Agustus 2011, dibiayai FIF mencapai 1.083.598 unit.
      872.171 unit motor baru dan 211.427 unit motor bekas. ==> 872.171 motor baru berbanding 3,6 juta motor baru ahm ==> porsi kredit cuma 24%

      non performing loan (NPL) sebesar 1,5% hingga Agustus 2011 ==> NPL untuk motor baru = 13.003 motor ==> kalo 1 motor harga utangnya tinggal 10 juta (low end) = 130 jutaan yg macet dari motor baru

      • dara permalink
        3 November 2011 13:59

        Baru satu FIF doank aja dah 24 % Om.. Blom Adira finance…xixixi blom yg laen..
        Liat peningkatan penjualan dari tahun ketahun..
        Bisa kelihatan jasa Leasing dimari… simpel aja koq

        • saed permalink
          3 November 2011 15:15

          jelas FIF ambil porsi terbesar karena 1 grup ….sisanya paling besar juga 15% doang (adira dan wom) ….mentok2 total paling 50% yg kredit ….bandingkan sama yamaha bisa 80% yg kredit , karena kalo jual motor yamaha secara cash ngak untung malah buntung wkwkwk

          • dara permalink
            3 November 2011 16:04

            xixixi.. jadi FB ga usah segitunya Gan, sama aja semua ATPM … SIlahkan keliling2 cari informasi produk yg agan dewakan. jangan kaget yaa ntar liat persentase pembiayaan lewat kredit jauh lebih GUEDE… Mau hasil penelitian juga ada

            Logika aja… daya beli tetap.. yang bikin meningkat yaaa jelas kredit…ga usah segitunya bela2in produk….ckckck

        • saed permalink
          3 November 2011 16:09

          wajar kalo fif ambi porsi besar 24% karena 1 grup … yg lain adira , wom porsinya cuma kecil karena ngak terbatas di honda saja ….yg lain paling tinggi 15 % doang …jadi total jualan honda paling 50% kridit… beda sama yamaha yg jualannya hampir 80% kridit ..karena kalo jualan cash , dealer2nya rugi

          • saed permalink
            3 November 2011 16:20

            anda ngomongin orang FB tapi lagak lu yang seperti FB .. ngomong ngak ada dasar …data darimana anda bilang beli segitu2 aja ??? …lu asal jeplak cuap2 kosong ngak pake data ….pertumbuhan ekonomi indonesia yang sangat baik tiap tahun tidak mempengaruhi daya beli ?? … dasar bocah alay

    • dara permalink
      3 November 2011 16:11

      Silahkan ngubek2 dimana ada alinea ini….xixixi.. sumber dari warung ini juga koq.. 😀

      ” Kita tahu, pada 2010, total volume bisnis sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 7,4 juta unit. Sedangkan tahun ini ditaksir bakal menyentuh sekitar 8,2 juta unit. Sekitar 80% dari penjualan tersebut ditaksir bakal melalui sistem kredit dari multifinance.”

      • saed permalink
        3 November 2011 16:25

        ditaksir bakal menyentuh 80% …. siapa yang taksir ??? data darimana yg valid kalo 80% dari kridit ?? … data yg sudah jelas jumlah dana yg di kucurkan adalah dari FIF , ADIRA , WOM … apakah itu sampe 80% dari total honda ?

        • dara permalink
          3 November 2011 16:43

          Silahkan adu data ama eyang Edo .. oke Om… Jangan alay ya…
          Jadi FB tuh ga usah membabi buta gitu bela produk..xixixi
          Ane tuh kutip alinea dari artikel diwarung ini .. ente kyk cacing kepanasan…
          Daya beli stabil tuh kata eyang Edo…
          Banyak2 aja membaca.. seep..

          • 3 November 2011 16:47

            Yukkk kita smua saling mencerahkan, berbagi informasi secara komprehensif untuk kebaikan bersama. Argumentatif dan faktual. Untuk hidup lebih baik, amin.

          • dara permalink
            3 November 2011 16:48

            Amien.. semoga banyak yg tercerahkan dari usaha Eyang Edo

  14. anton nugroho permalink
    3 November 2011 11:58

    bagian promosi ada juga yang penting disimak: promosi yang santun. gak congkak, gak pake nyindir, gak pecicilan, sejuk di hati

  15. nha permalink
    3 November 2011 12:09

    Yang pasti karena juara moto GP, kalau kalah mah tetangga yang naik, IMHO.

  16. Nobita permalink
    3 November 2011 12:09

    beuh….. 1700 jaringan berbanding 800an milik sebelah….
    belum lagi ribuan tenda….
    ckckckckckck…..

    • nr 1908 permalink
      3 November 2011 12:26

      itulah kelebihan honda. honda dah lama di ina. sdh kuat brandnya di ina. beda dgn sebelah. dia harus bangun brand inmage dulu, dan itu butuh dana yg besar. sedangkan honda tinggal mengurusi buat produk baru dan inovasi.

  17. 3 November 2011 12:44

    bagus pak analisanya lengkap, tapi akan terjadi pertarungan sengit antara pertumbuhan kendaraan vs pertumbuhan ruas jalan…

  18. 3 November 2011 14:19

    Kemacetan harus dicarikan solusi lain, bukan dengan pembatasan produksi motor/melarang masyarakat membeli motor, karena itu pilihan atau hak. Toh juga bayar pajak.

  19. 3 November 2011 14:38

    Mantafff….. bener analisanya Kang Edo.
    Ditunggu data penjualan ATPM lainnya 😀

  20. razman_harry permalink
    3 November 2011 16:18

    dibanding tulisan blogger lain, Mas Edo lebih jelas, teratur, sehingga enak dibaca. Meski gak masuk nomer 1 di Alexa blog ini nomor satu di kepala saya. Posisi kedua milik org bogor posisi ketiga milik juragan rondo…

  21. dara permalink
    3 November 2011 16:20

    duitnya muter2 di bunga leasing ..xixixi
    masyarakat terpaksa menuh2in jalan kredit motor…. Padahal jelas banget pemborosan BBM.. Coba transportasi umum lebih manusiawi.. lebih sedikit bahan bakar fosil yg terbuang

    • nr 1908 permalink
      3 November 2011 17:11

      yah jangan salahkan rakyatny juga. wong mau pemerintah lebih seneng bangun jalan tol daripada bangun saranan trans massal. contoh aja keretya cuma, sedikit, monorail mbuh,
      beda dgn negara tetangga, transportasinya di benahi dulu, ada subway, monorail

    • 3 November 2011 19:23

      @dara

      duitnya muter2 di bunga leasing ..xixixi
      masyarakat terpaksa menuh2in jalan kredit motor…. Padahal jelas banget pemborosan BBM.. Coba transportasi umum lebih manusiawi.. lebih sedikit bahan bakar fosil yg terbuang
      ================================

      dari pada ber-sungut2 ga jelas, sekarang solusi anda apa?

  22. bajigur permalink
    3 November 2011 16:54

    MAKIN MACET…..AMPUN DAH……..

  23. 3 November 2011 22:20

    HONDA pantes meraih sukses karena semua produk motor honda bila dipakai siapa saja cocok,kecuali pabrikan sebelah yg hanya cocok buat yg muda2 terutama para bikers 4l4y……………..

  24. 3 November 2011 22:32

    Nplnya rendah ya.
    Dibandingkan dg bunga credit fif yg di atas 20 persen.

    Ternyata dp rendah gak berbanding lurus sama npl.

    Bener kata seseorang dulu, dp ringan justru menunjukkan tingkat risiko gagal bayar yg rendah.

  25. 4 November 2011 23:35

    mengerikan bener

  26. 7 November 2011 15:26

    Modal yang gede pastinya yang jadi faktor penentu utama.
    Kemudaian brand yang udah lama bergulat dibisnis sepeda motor juga jadi faktor latar belakang yang kuat.
    Kalo nggak salah Astra juga memegang merek Seperti Honda motor, Perkebunan, alat berat, dan IT juga.
    apalagi ditunjang jaringan yang kuat dan merata sampe ke papua.
    pasti jadi jaring yang susah dirobohkan.

Trackbacks

  1. Keberhasilan ATPM, Kegagalan Pemerintah « MotorBirunya Igfar
  2. R&D Honda di Indonesia? « Edo Rusyanto's Traffic
  3. Jarak Yamaha dan Honda Melebar « Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: