Lanjut ke konten

Mengintip Potret Motor Skutik di Indonesia

2 November 2011

BABAK baru sepeda motor skutik di Indonesia dimulai pada 2011. Maksudnya, setelah hampir lebih dari enam tahun pasar didominasi oleh besutan Yamaha, kini pasar berubah. Produk-produk Honda secara akumulasi merajai pasar domestik sejak awal 2011. Terjadi pergeseran selera?
Periode Januari-September 2011, Honda menguasai sekitar 54,64%, sedangkan Yamaha hanya sekitar 42,12%. Di posisi ketiga ditempati Suzuki, yakni sekitar 3,23%. Sepanjang sejarah motor skutik, raihan Suzuki pada 2011 merupakan yang terendah.
Bagaimana perkasanya Yamaha sebelum 2011 diakui oleh banyak kalangan. Coba kita tengok pada 2005. Saat itu, Yamaha mengantongi sekitar 94,75%. Maklum, pesaing Yamaha di kalangan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) hanya Kymco. Tahun 2005, Kymco memegang sekitar 5,25%.
Wajah persaingan mulai berubah ketika pada 2006, Honda dan Suzuki ikut icip-icip pasar motor skutik. Komposisi menjadi, Yamaha (71,56%), Honda (19,25%), Suzuki (7,71%), dan Kymco (1,49%).

Patut menjadi catatan, Honda terus tancap gas, sedangkan Yamaha sebaliknya. Korbannya bukan hanya Yamaha ternyata, Kymco pun anjlok, begitu juga Suzuki. Bahkan, Kymco harus rela tak menggerojok pasar sejak 2009.
Praktis, sejak 2009, hanya tiga anggota Aisi yang bermain di segmen motor skutik. Tahun 2009, Yamaha masih kokoh dengan pangsa pasar sekitar 54,59%. Namun, seperti di awal tulisan ini, memasuki 2011, Honda unjuk kekuatan sesungguhnya. Apa resepnya?

Secara kasat mata terlihat, Honda menerapkan strategi palugada. Apa lu mau, gua ada. Hehehe…kidding. Maksudnya, sang produsen Honda, yakni PT Astra Honda Motor (AHM), mengguyur setiap lini pasar. Kini, Honda memiliki enam varian motor skutik. Mau yang berpenampilan retro modern, futuristik, hingga aktual. Mau yang bagasinya biasa-biasa saja, sampai yang bagasinya cukup besar untuk ukuran motor. Atau, mau yang harganya belasan juta rupiah sampai yang puluhan juta rupiah juga tersedia. Tinggal sesuaikan dengan selera dan kocek.
Nah, strategi melepas banyak jala, membuat kian banyak ikan yang didapat, benar-benar mujarab menggeser sang kompetitor. Yamaha, kita tahu hanya mengandalkan tiga varian. Praktis, konsumen hanya memiliki sedikit pilihan. Walau, untuk individu, produk Yamaha Mio cast wheel (CW) tetap teratas dengan pangsa pasar sekitar 25,95%.
Apakah berarti Yamaha juga harus memasang banyak jala? Hanya para punggawa di PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang bisa menjawab. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. cah ndeso permalink
    2 November 2011 12:38

    walaupun ymki pasang banyak jala tapi banyak yg lepas juga percuma…. lha ahm sdh unggul disemua lini produk maticnya…

  2. latifa permalink
    2 November 2011 13:57

    di tunggu data jualan bulan oktobernya Mas Edo ….sekalian klasemen sementaranya sampe bulan oktober ..wkwk emangnya bola pake klasemen segala

  3. 2 November 2011 14:22

    Honda semakin nanjak…

  4. Pino Kio permalink
    2 November 2011 15:48

    yamaha jadul sih
    cuma bisa gonta-ganti stripping dan tag line

  5. 2 November 2011 15:59

    mana nih hasil jualan bulan oktober dan total 2011 nya .. mau lihat yamaha dan honda … bakal seru nih

  6. 3 November 2011 12:00

    matic di Indonesia akan menggila :mrgreen:

    http://bladeus.wordpress.com/2011/11/02/transformasi-bladeus/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: