Lanjut ke konten

Tabrak Lari Diduga Tewaskan Wanita Hamil

31 Oktober 2011

SIANG ini, Senin (31/10/2011), berita miris muncul di situs detik.com. seorang wanita hamil tewas. Dia korban tabrak lagi. Namun, sebelum tewas, sang korban masih sempat melahirkan bayi yang dikandungnya.

Berikut ini cuplikan berita dari situs tersebut.

Tragis! Seorang wanita hamil menjadi korban tabrak lari di Texas, Amerika Serikat. Dia pun sempat menjalani operasi caesar untuk melahirkan bayi dalam kandungannya. Namun setelah melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat, wanita itu meninggal akibat luka-luka yang dialaminya saat ditabrak mobil.

Demikian seperti diberitakan surat kabar lokal, San Antonio Express-News dan dilansir New York Daily News.com, Senin (31/10/2011).

Wanita AS bernama Diann Ford tersebut tengah menyeberang di jalan di San Marcos, Texas ketika mendadak dirinya ditabrak sebuah mobil. Saat itu dia tengah dalam perjalanan pulang menuju rumahnya usai bekerja di sebuah restoran di mana dia menjadi kasir di resto tersebut.

Sekalipun kejadiannya di negeri adi daya Amerika Serikat (AS), rasanya menjadi pembelajaran berharga bahwa tabrak lari adalah perilaku tidak berperikemanusiaan. Tak heran jika dalam regulasi kita diatur soal sanksi bagi pelaku tabrak lari.

Sanki bagi pelaku tabrak lari jika kelak tertangkap, seperti tertera dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memang cukup berat. Tengok saja bunyi pasal 312 dari UU tersebut seperti di bawah ini;

setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

Di Jakarta, Polda Metro Jaya mencatat baha sepanjang Januari-Februari 2011 ada 307 kasus tabrak lari. Artinya, sekitar 25% dari total kecelakaan lalu lintas jalan yang mencapai sebanyak 1.238 kasus dalam dua bulan pertama 2011. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 31 Oktober 2011 14:35

    Pelaku Tabrak Lari g layak dapet SIM om……..sayangnya di kita masih bisa di”beli”

    http://beckhem.wordpress.com/2011/10/31/trik-agar-masyarakat-beralih-ke-transportasi-umum/

  2. 31 Oktober 2011 16:01

    tragis dah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: