Lanjut ke konten

Ketemu ‘Srigala’ Margonda

31 Oktober 2011

MALAM kian larut. Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat masih berdenyut. Aneka kelompok sepeda motor hilir mudik. Riuh rendah suara knalpot ditingkahi sesekali suara bak klakson mobil polisi. Tot tot tot….dibarengi cahaya biru terang.
Di sudut jalan terlebar di seantero Kota Depok itu, belasan anak-anak muda para penunggang Bajaj Pulsar asyik masyuk sendiri, Sabtu (29/10/e011). Mereka bersimpuh di atas pelataran parkir rumah toko (ruko). Membentuk lingkaran dan saling berbagi masalah keselamatan jalan.
Saya tiba persis jelang tengah malam masuk ke dinihari. Di lokasi ada tiga kolega saya dari Road Safety Association (RSA). Bro Rio Octaviano, bro Joan, dan bro Azdi. Seorang bikers anggota Pulsarian Depok sedang menyampaikan masukan dan pertanyaan. Sebagian lainnya menyimak, sedangkan lainnya sibuk ada yang berbincang-bincang sendiri. Lumrah.

“Bagaimana agar kita bisa menghindari dari kesan dan perilaku arogan di jalan saat konvoy? Bagaimana kita mensosialisasikan dan menggoyang pemerintah bahwa klub motor tidak ugal-ugalan?” Tutur bro Deni dari Pulsarian Depok serius.
Bagi saya, pertanyaan itu amat tajam.
Sekaligus menyimpan sebuah ajakan untuk berkendara yang bisa saling peduli.
Soal kelompok pemotor arogan saat berkonvoy adalah yang beredar di tengah masyarakat kita. Ada apatisme ketika melihat iring-iringan pemotor. Kuncinya adalah bagaimana kelompok tersebut punya aturan main yang saklek. Misal, saat konvoy, tidak boleh arogan. Titik.
“Citra klub itu melekat dalam anggotanya,” kata bro Rio yang merupakan Ketua Umum RSA.
Sementara bro Rino, anggota Pulsarian Depok lainnya, berbagi pengalaman soal dirinya yang terpaksa masuk busway karena padatnya kendaraan di jalur arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Adegan itu difoto rekan Pulsarian lainnya dan dimasukan ke jejaring milis. “Saya minta maaf, tapi Saya juga mempertanyakan pemotor yang memotret saat berkendara, itu juga tidak safety,” tukas bro Rino.
Sontak hal itu membuat kolega saya, bro Rio, melontarkan rasa kagumnya. “Hanya orang besar yang mau mengakui kesalahannya sendiri, mengalah bukan berarti kalah,” sergahnya.
Soal aktifitas lain saat bermotor, kata bro Rio, berpotensi mengurangi daya konsentrasi pemotor. Ujung-ujungnya bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Pentingnya Perilaku

Kita tahu, pemicu terbesar kecelakaan lalu lintas jalan adalah perilaku pengendaranya. Praktis, hal itu amat terkait soal konsentrasi. Di sisi lain, perlu ada gerakan baru soal melihat keselamatan jalan. Bila saat ini yang digulirkan adalah soal kewajiban, rasanya sudah waktunya digulirkan bahwa keselamatan adalah kebutuhan. Misal, memakai helm saat bermotor adalah sebuah kebutuhan, bukan semata kewajiban karena ada regulasinya.

Hal itu menggelitik bro Ghodex, ketua Pulsarian Depok. Dia berbagi pengalaman soal kesadaran memakai helm di keluarganya. “Suatu ketika saya lupa tidak memakai helm ketika hendak bermotor di sekitar rumah, tapi isteri saya mengingatkan pentingnya memakai helm,” kata dia.
RSA memang bukan siapa-siapa. Kelompok pressure group ini hanya ingin berbagi seluas mungkin soal keselamatan jalan. “Karena itu, kami senang sekali berbagi dengan RSA soal perilaku dan faktor-faktor lain yang terkait keselamatan jalan,” tutur bro Budi, anggota Pulsarian Depok, di penghujung sharing RSA dengan kelompok penunggang Bajaj Pulsar. Saya termasuk yang mengamati kelompok tersebut. Dipersepsi saya, pemakai Pulsar ini cukup antusias soal keselamatan jalan. Bahkan, mereka memiliki tim inti yang disebut Pulsarian Safety Riding Team (PSRT). Semangat mereka sekuat srigala malam. Seperti makna kata Pulsar itu sendiri yang berarti srigala dalam bahasa Indonesia.
Hampir pukul 01.30 WIB, Minggu (30/10/2011) ketika saya berpamitan. Bergegas menuju rumah untuk istirahat. Satu lagi pengalaman saya bertemu dengan para Srigala Margonda. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 31 Oktober 2011 09:48

    tumben pertamax

  2. 31 Oktober 2011 09:50

    kebanyakan kita mungkin masih pedantis, belum jadi perfeksionis…..

  3. 31 Oktober 2011 11:57

    Terima kasih buat RSA yg telah memenuhi undangan dari kami PRA Depok”a.k.a Detasemen””
    Semoga obrolan seputar keselamatan diJalan raya kemarin malam dapat Kita terapkan dalam berkendara sehari hari””

    Thanks B4 salam Safety””

    • 31 Oktober 2011 13:12

      sama2 mas bro, smoga kita kian meningkatkan kesadaran kebutuhan akan keselamatan jalan. amin

  4. 31 Oktober 2011 16:06

    konvoi biar tidak arogan slh satunya y jgn menggangu dan mengambil jalur pengendara lain.. ttp sefety riding.

    • edo permalink*
      31 Oktober 2011 18:10

      setuju mas bro, saling menghargai di antara sesama pengguna jalan. trims sharing-nya. salam

  5. zaenal permalink
    3 November 2011 12:19

    Terima kasih utk team RSA telah memenuhi undangan Pulsarian Depok, jangan kapok ya Bro… terima kasih juga untuk share – share nya, banyak member2 kami yang terkesan dgn apa yg dipaparkan oleh team PRA…

Trackbacks

  1. jenis bahan jaket dikalangan anak muda | Toko Online Terbesar & Terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: