Lanjut ke konten

Terjadi Pergeseran Pasar Motor Keluar Jawa

28 Oktober 2011

PASAR sepeda motor di Indonesia mulai bergeser. Lambat namun pasti, suatu ketika pasar di Jawa bisa lebih kecil dibandingkan luar Jawa. Percaya?
Mungkin untuk satu hingga lima tahun mendatang Jawa masih cukup tinggi dalam menyerap produksi sepeda motor. Tapi, apa iya dalam 10 hingga 20 tahun mendatang masih begitu?
Sekadar ilustrasi, pada periode Januari-September 2011, terlihat adanya penurunan volume penjualan di Jawa, jika dibandingkan tiga pulau besar lainnya, yakni Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pada periode itu, Jawa menyerap sekitar 51,38% dari total penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Padahal, pada periode sama 2010, penyerapannya mencapai sekitar 57,48%. Kenapa?
Sementara itu, di Sumatera terjadi kebalikannya. Dari semula sekitar 22,11% menjadi sekitar 27,54%. Begitu juga dengan Kalimantan, yakni dari sekitar 7,49% menjadi 9,35%. (lihat grafik-grafik)

Sekalipun di Jawa volume penjualan naik, besarannya amat tipis pada Januari-September 2011 dibandingkan periode sama 2010. Sedangkan kenaikan volume di Sumatera dan Kalimantan cukup signifikan. Sebagai contoh, volume di Jawa kini sekitar 3,19 juta unit, tahun lalu sekitar 3,17 juta unit.

Sementara itu, di Sumatera dari sekitar 1,2 juta unit menjadi 1,7 juta unit.
Oh ya, pada sembilan bulan 2011, total volume penjualan anggota Aisi sekitar 6,21 juta unit. Sedangkan periode sama 2010, sekitar 5,52 juta unit.

Faktor Pemicu
Mengapa penyerapan pasar di Jawa menurun? Ada yang bilang, tren peningkatan harga komoditas alam, seperti batu bara dan sawit, mendorong daya beli di Sumatera dan Kalimantan naik. Akibatnya, minat membeli sepeda motor pun meningkat.
Selain itu, ada tren pembukaan kantor cabang para perusahaan pembiayaan di kedua wilayah tersebut. Kita tahu, mayoritas penjualan sepeda motor masih memanfaatkan perusahaan pembiayaan dengan tenor yang cukup panjang, yakni sekitar 35 bulan.

Di sisi lain, ada tren angkutan umum yang kurang diperhatikan oleh para pengelola transportasi, sehingga masyarakat memilih kendaraan pribadi, baik itu motor maupun mobil.
Boleh jadi ada faktor lain, seperti gencarnya pemasaran motor oleh para produsen melalui mata rantainya, yakni para dealer-dealer. Atau, ada faktor lain, bergesernya budaya komunal ke arah individualistik. Maksudnya, jika naik angkutan umum lebih komunal, namun berkendaraan pribadi orang lebih individualis.
Tentu saja, alasan-alasan di atas baru sebatas asumsi yang terlintas di benak saya. Faktanya bisa saja berbeda. Para konsumen yang tahu persis kenapa dia membeli sepeda motor. Apakah sebagai alat transportasi, atau sebagai sarana hobi berkendara.
Tapi, ngomong-ngomong, jika seluruh kota di Jawa sudah menata transportasi umum massalnya dengan baik, apakah penjualan motor bakal terus membubung? Atau, digeser ke wilayah yang moda transportasinya belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau secara akses dan finansial. Tapi, kapan yah transportasi seperti itu terwujud di negeri kita yang tercinta ini? (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 28 Oktober 2011 12:01

    makin laris

  2. 28 Oktober 2011 13:53

    Jawa sudah jenuh.

  3. 28 Oktober 2011 13:56

    Jawa dah sumpek mbah, semoga luar jawa dipercepat pertumbuhan ekonomi dan infrastrukturnya jadi biar orang di Jawa bisa “dipindah” ke sono. Dah sumpek, bayangkan aj mbah lebih dari 50% penduduk Indonesia ada di jawa…!!!!!!

  4. 28 Oktober 2011 14:02

    @nhd: ya mas bro.

    @beckhem: kalau perlu, ibukota pindah ke luar jawa ya mas bro?

  5. 28 Oktober 2011 16:54

    kalo menurut saya kok justru memang di jawa semakin padat kendaraan bermotor..jd mau gk mau industri otomotif menyasar keluar jawa..

    nitip mbah edo..
    http://boerhunt.wordpress.com/2011/10/28/parkiran-khusus-difable-biker-penyandang-keterbatasan-fisik-ternyata-sudah-diusulkan-bagaimana-dukungan-komunitas-biker-lain/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: