Lanjut ke konten

Lamer Pancoran Bermasalah

24 Oktober 2011


Dear all,
Siang ni baru aja gw kena tilang gara2 PATUH sama lalu lintas. Di traffic light pancoran mengarah ke kalibata lampu menyala warna MERAH namun dari arah kp.melayu ke gatot subroto menyala HIJAU dan kemudian MERAH alhasil arah pancoran ke kalibata tetep berhenti donk khan masih warna MERAH lampu’a. Tapi kenapa yang lain pada jalan dan cemoohan orang2 kepada saya yg tetap berdiri dibelakang garis putih. Dan tak lama seorang petugas bernama har*s menghampiri dan menanyakan surat2, trus saya kasih sambil menanyakan letak kesalahan gw. Setau saya lampu utama sudah hidup, spion 2, dekker pake, helm ada, dan roda motor saya juga masih ada dua yaitu depan dan belakang. Sambil dengan rasa penaran saya coba menanyakan lagi dengan nada tinggi, ehm tes..tes.. “Pak salah saya apa..??” Trus polisi jawab ” kamu itu udah salah pake nanya lagi. ” Makin bingung aje nih, ga lama saya dibawa ke kolong yg biasa polisi pd nangkring dstu ada seorang petugas lain bernama supri*anto menghampiri dan menanyakan penyebab saya diberhentikan dan saya jelaskan secara detail’a bahwa saya lg berhenti dibelakang garis putih posisi pd waktu itu traffic light berwarna merah walau yg lain pada jalan saya tetap nangkring dibelakang garis tp aneh’a sy mengikuti peraturan koq malah saya yg disalahkan (jawab saya kepada petugas)dan akhirnya c har*s dan supri*anto diskusi sebentar alhasil saya dibebaskan tanpa syarat. Memang kewenangan smua ada ditangan

petugas ditlantas dan trafficlight hanya sebagai alat bantu, sedangkan td petugas’a ga ada tp tiba2 nangkring didepan gw. Yang ingin saya tanyakan pada rekan2 itu traffic light ngga bs di stel lg apa waktu’a biar yg ke arah kp. Melayu arah ke kuningan tepat pada posisi merah dan dari pancoran mengarah kalibata cepat berganti warna hijau. Klo ngga salah td saya hitung pergantian’a itu sekitar 10 smp 15 detik baru berwarna hijau. Bantu pencerahan donk. Salam.

TULISAN di atas adalah curahan hati (curhat) kolega saya, bro Dika, pemotor asal Depok. Dia termasuk pemotor yang aktif menyerukan keselamatan jalan.
Curhat yang dimuat di mailing list Road Safety Association (RSA), Senin (24/10/2011) siang itu, mengingatkan kita semua. Terlebih mereka yang melintas di perempatan Pancoran, Jakarta Selatan, mengarah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Singkat kata, para pengendara yang mengarah ke Pasar Minggu dibuat bingung oleh lampu pengatur lalu lintas jalan. Pasalnya, lampu masih berwarna merah di kedua arah. Walau, sebagian besar pengguna jalan ada yang berinisiatif langsung tancap gas.
Saya coba sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono. Instansi yang dibawahinya setahu saya adalah penanggung jawab rambu jalan dan lampu pengatur lalu lintas jalan. Saya pun mengirim SMS.

“Pagi pak Udar, mohon atensinya, lampu pengatur lalin di perempatan pancoran arah ps minggu dan arah cawing ke gatot subroto, jaksel, tidak sinkron. Delay lampu 10-13 detik. Membingungkan warga. Trims, edo.”

Selang dua menit, Pak Udar membalas.

“Ok boz.”

Saya penasaran, SMS lagi.

“Makasih pak, salam dari kami pengguna jalan.”

”Good trmksh Wass.” Jawab Kadishub.

“Smoga bisa diperbaiki segera ya pak udar, amin.”

“Ok,” jawabnya singkat.

Respons tersebut semoga diikuti tindakan konkret di lapangan. “Jangan sampai upaya penyuluhan keselamatan jalan menjadi sia-sia karena tidak didukung infrastruktur dari instansi terkait,” ujar Rio Octaviano, ketua RSA, Senin.
Dia mengingatkan, sudah cukup banyak nyawa yang melayang akibat kecelakaan lalu lintas jalan. “Hapuskan ego sektoral di pemerintah, demi keselamatan rakyat,” tegasnya.
Setuju? (edo rusyanto)

17 Komentar leave one →
  1. ken167 permalink
    24 Oktober 2011 15:45

    positif ting ting supaya itu lampu lalin cepet dibenerin…

  2. 24 Oktober 2011 15:55

    sangat tidak nyaman… Pak???

  3. irwan6722 permalink
    24 Oktober 2011 17:19

    Kejadian serupa di Lamer SANTA ,, bahkan tidak hidup sama sekali …

  4. wawan permalink
    24 Oktober 2011 17:25

    Sedikit mirip sama yang ki perempatan ps.rebo kmp. rambutan ya om edo, penunjuk waktunya membuat bingung. saya klo hari sabtu berangkat kerja lewat pancoran selalu diklakson terus disitu

    • edo permalink*
      24 Oktober 2011 18:48

      aparatur pemerintah di dishub dki jakarta harus bergerak cepat dan merespons masyarakat pengguna jalan nih. masa sih nunggu korban jatuh dulu. benar gak? trims

  5. 24 Oktober 2011 19:09

    tiap hari lewat sana kayaknya normal2 saja TL-nya. yang ditunjukken di gambar, memang ada delay 25 detik antara perubahan hijau ke merah untuk arah kp melayu – gatsu vs merah ke hijau untuk arah tebet – ps minggu. setau ane gunanya untuk mengosongkan traffic yang akan “menyebrang”, supaya ndak terjebak di tengah2. tapi memang biasanya mas2 polisi sudah mengarahkan untuk jalan kalo dari sebelah kiri sudah merah dan ndak ada kendaraan lagi yang belom nyebrang sampe di ruas gatsu.

    saran ane, ikuti saja kalo memang diminta mas polisi untuk maju. kalo mau nunggu sampe ijo, sebaiknya ambil posisi agak ke kanan, mendekati yang akan berbelok ke gatsu. biker alay jarang yang ambil posisi sana.

  6. 24 Oktober 2011 21:16

    Aturannya sih memang harus nurut petugas yang dilokasi dan mengabaikan traffic light. Jadi benar pengendara diatas salah, menurut UU lalulintas no 22 thn 2009 pasal 104.

    Pasal 104

    (1) Dalam keadaan tertentu untuk Ketertiban dan
    Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, petugas
    Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan
    tindakan:
    a. memberhentikan arus Lalu Lintas dan/atau
    Pengguna Jalan;
    b. memerintahkan Pengguna Jalan untuk jalan terus;
    c. mempercepat arus Lalu Lintas;
    d. memperlambat arus Lalu Lintas; dan/atau
    e. mengalihkan arah arus Lalu Lintas.

    (3) Pengguna Jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan
    oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia
    sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

  7. tyonugra permalink
    24 Oktober 2011 21:31

    selisih beberapa detik tetap aj bahaya,,,,petugas aka polantas jg nggga ad setiap saat

  8. Tukang Ngibul permalink
    24 Oktober 2011 21:56

    @mulyanto
    Aturannya sih memang harus nurut petugas yang dilokasi dan mengabaikan traffic light. Jadi benar pengendara diatas salah, menurut UU lalulintas no 22 thn 2009 pasal 104.
    =====================================================================
    tapi kalo di amatin lagi tulisannya :
    Dan tak lama seorang petugas bernama har*s menghampiri dan menanyakan surat2, trus saya kasih sambil menanyakan letak kesalahan gw. Setau saya lampu utama sudah hidup, spion 2, dekker pake, helm ada, dan roda motor saya juga masih ada dua yaitu depan dan belakang. Sambil dengan rasa penaran saya coba menanyakan lagi dengan nada tinggi,

    tertulis menghampiri….berarti polisi tsb belum ada sebelumnya, jadi masa kita mao nurut ama yg belon ada….CMIIW

    • 25 Oktober 2011 08:49

      yoi saya salah. Pengabaian traffic light bukan karena polisi yah. Tapi karena delay yang terlalu lama antar lampu, atau karena lampu yang tidak sinkron. Dan pengguna jalan yang mensinkronkan dengan mengabaikan lampu merah. 😀 .

  9. dika permalink
    25 Oktober 2011 02:22

    @ mulyanto : andai kata tadi ada petugas mungkin saya akan menuruti, khan yg punya wewenang beliau. Namun pd saat siang td yg punya wewenang itu tidak ada, dan nongol tiba2 menanyakan surat2. Tp yg jelas baru kali ni gw matuhin peraturan sampai dimaki maki pengguna jalan.

    • 25 Oktober 2011 07:54

      Wah kirain ada petugas, kirain petugas yang menyuruh tetap jalan saat lampu merah 🙂 . Saya pernah mengalami hal serupa, 3 kali! . Pertama, di pertigaan cicaheum. Lampu kuning dan akan merah, saya pilih berhenti. Tapi akibatnya pengendara di belakang saya (masih berjarak 1 roda) jatuh gedubrakan. Jatuh karena tidak bisa menguasai motornya yang membawa istri+anak+tv 🙂 . Walau tidak ada senggolan, selepas lampu hijau saya minggir dan bertanggung jawab (nyumbang 100 rb buat pengendara ini, kasihan motornya pecah fairingnya dan anaknya nangis kesakitan karena keseleo). Kata polisi, lampu kuning boleh jalan tapi hati2. Belajar dari kasus ini, kalau lampu kuning saya ngga berhenti tapi terus menyeberang… sampai diseberang terus ditilang karena katanya melanggar lampu merah 😀 . Setelah debat seru, akhirnya kena tilang 15 rb 😀 . Yang ketiga, kembali di perempatan sama, kali ini berhenti disaat pergantian ke lampu merah. Akibatnya kaki kiri lecet karena diserempet pengendara yang nyuri traffic light. Memang membingungkan 😀 . Sekarang sih kalau ada kejadian seperti itu antisipasinya adalah belokkan motor kearah jalan ngga ada polisinya 😀 . Lebih baik muter dikit daripada kena tilang atau tabrakan. Just sharing, situasi yang dihadapi mas Dika mungkin berbeda dengan pengalaman saya 🙂 .

      • 25 Oktober 2011 10:07

        Wah lengkap sekali mas bro. Makasih loh dah sharing disini. Infonya bermanfaat. Salam
        https://edorusyanto.wordpress.com

      • cilukba permalink
        25 Oktober 2011 10:54

        kenapa ngak belajar sama orang luar yang cukup smart yaitu pake detik jadi pengendara bisa berhitung …. kadang disini detiknya dimain2in/dirusak2in/tidak diperbaiki (perempatan harmoni dulu pake detik dalam keadaan bagus skrg nga berfungsi lagi tuh (CMIIW) ) …biar bisa nilang/ngobjek yah :D…kalo ada detik minimal grey area sudah bisa di hilangkan

  10. 25 Oktober 2011 13:04

    papan waktu yang ada kadang gak berfungsi.. di lmp merah kbn jeruk, papan waktu cuma jadi pajangan.

    • ila permalink
      25 Oktober 2011 13:46

      sengaja ngak di perbaiki or di rusak bro…karena kalo ada papan waktu yg berfungsi baik…dijamin jarang yg trobos lampu merah ..karena umumnya mereka bisa sabar dan jelas…nah kalo mati kan banyak yg trobos lampu kuning dan enak tuh jadi lahan cari sampingan … lihat cara apapun yg baik pasti ada aja di selewengkan sama si mental korup

  11. wawan permalink
    25 Oktober 2011 15:57

    ya makannya sekarang ini timer di kebanyakan traffic light sudah dicopot so dari jarak jauh kelihatan tinggal 5 detik kebanyakan jadi banyak yg tancap gas.. disepanjang sudirman, sampai ke kota sudah mulai dicopot lagi, tapi untuk wilayah otista masih terpasang beberapa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: