Lanjut ke konten

Knalpot Ngebul Bul Bul

20 Oktober 2011

ANGKUTAN umum itu melenggang. Penumpangnya lumayan penuh. Ada yang duduk, ada yang berdiri. Sesekali berhenti, menaikkan dan menurunkan penumpang. Di belakangnya, asap mengebul dari knalpot. Asalnya ngebul bul bul ke udara. Wah….
Di sudut lain, ada sepeda motor yang juga tak kalah. Asap knalpotnya menyembur kesana-sini. Masih ada aja yang nekat pakai kendaraan berknalpot ’boros’ begitu yah?
Knalpot kendaraan dengan asap super ngebul maupun asap standar, bukan mustahil menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi para punggawa pemerintahan. Maklum, di pundak mereka bergelayut amanat untuk menjaga langit tetap cerah, bebas polusi.
Di Jakarta, pemerintah provinsi (Pemprov) sudah sejak lama punya itikad baik untuk menjaga kebersihan udara kota berumur 484 tahun ini. Lihat saja dua peraturan yang sudah ditelorkan oleh mereka. Pertama, Peraturan Daerah (Perda) No 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Lalu, kedua, Peraturan Gubernur (Pergub) No 141 tahun 2007 yang berisikan amat agar angkutan umum dan kendaraan operasional Pemprov memakai bahan bakar gas (BBG) paling lambat tahun 2012.


foto:http://mbayuisa.blogspot.com

Pemprov juga menerapkan wilayah bebas kendaraan (car free day) di beberapa ruas jalan tertentu seperti di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan dan Jl Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat. Penerapan car free day berlangsung setiap minggu di akhir bulan. Tidak ada boleh kendaraan yang melintas pada jam tertentu, kecuali angkutan umum, Trans Jakarta. Masih ada kata kecuali yah? Hehehehe….
Itikad baik sudah ada. Walau, kedua peraturan tersebut belum merembet kepada penggunaan kendaraan pribadi. Maksudnya, pemanfaatan BBG belum digembar-gemborkan untuk kendaraan pribadi. Mungkin para produsen otomotif belum siap menerapkan sistem mesin yang memanfaatkan bahan bakar non-BBM. Entah belum siap, atau belum mau.

Balik lagi soal langit biru Jakarta. Asap dari jutaan kendaraan yang beredar di Jakarta memang mau tak mau membuat Ibu Kota Republik Indonesia (RI) ini terus disesaki karbon dioksida hasil pembakaran dari kendaraan. Maklum, di Jakarta, saat ini tercatat sedikitnya ada 11 juta kendaraan. Luar biasa. (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. RdP permalink
    20 Oktober 2011 12:27

    .

  2. 20 Oktober 2011 12:29

    gimana uji kirnya pak koq bisa lolos… Padahal di salah satu ada tentang batas emisi…

  3. 20 Oktober 2011 12:51

    ironis pak… Saya cuma bisa melihat saja… Ketika uji kir itu cuma kedok aja pak, angkutan jalan pun di lihat secara fisik pun ngak banget, koq bisa masuk jalanan..
    Praktik tersebut secrah jelas menjadi paket keboborokan indonesia…
    Sip pak… Setuju sama pak edo…

  4. 20 Oktober 2011 13:21

    uji kir disinyalir hanya formalitas.
    karena masih banyak ditemui bis/truk dengan knalpot hitam pekat..
    lebih parah daripada motor kan? (IMHO)

  5. assassin permalink
    20 Oktober 2011 13:37

    2 artikel tentang potret negara kita…MIRISSSS

  6. 20 Oktober 2011 14:23

    Asep yang ginian sangat-sangat mengganggu biker yang berada di belakangnya, dan tentunya sangat membahayakan karena mengganggu pandangan. Anehnya model-model Bis Kota yang dikelola BUMN (?) atau Pemerintah (?) justru masih berkeliaran dengan asepnya yang mengebul kaya dapur … 🙂
    __________________________
    Nih Wjah Honda Trellis 150 cc+
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/10/20/nich-wajah-honda-trellis-150-cc/

  7. 20 Oktober 2011 15:13

    Jangan lupa minum air kelapa ijo pak, buat menetralisir racun2 gas buang yang ada dalam darah…

  8. mas aa permalink
    20 Oktober 2011 15:52

    teknologi Bahan Bakar Air sudah ditemukan puluhan tahun yang lalu, tapi…
    “Salah satu penemu yang lebih sempurna adalah Stanley Meyer dari Ohio, Amerika Serikat yang pada tahun 1995 dengan Mobil VW Kodoknya yang dimodifikasi bisa melaju mencapai jarak kurang lebih 160 KM hanya dengan 3 liter air, yang akhirnya terbunuh dengan cara diracun pada tahun 1998.
    Hampir semua penemu bahan bakar air, jika tak mau dibeli hak ciptanya selalu mengalami hal yang tragis, maka hanya dengan jalan penyebarluasan informasi sajalah hal itu bisa dihindari, agar setiap orang yang membaca dan mengetahui rahasianya bisa ikut andil menggunakannya.” dikutip dari http://bahanbakarair.indonetwork.co.id/
    nah kalo dah urusannya politik dagang, tekno pun sulit berkembang…

    *save our world : gunakan air bersih dengan bijak…

  9. wangi permalink
    20 Oktober 2011 18:46

    uji emisi yang di adakan dephub yg lalu cuma AATA (anget2 tai ayam)..setelah itu bis2 knlpot hitam bisa berkeliaran lagi..

  10. riddle permalink
    20 Oktober 2011 20:04

    car free day, kebijakan bodoh, bagaimana mana mungkin melarang kendaraan lewat suatu tempat pada suatu waktu bisa mengurangi polusi, lha trus tempat lain yang kelimpahan kendaraan yang gak bisa lewat tempat biasa apa gak nambah polusi di tempat tersebut?

  11. cups27 permalink
    20 Oktober 2011 21:13

    turut mengurangi polusi dengan cara naik angkutan umum dan bersepeda buat jarak <5km, motor disimpen aja dirumah atau jarak tertentu. *it's me* hehe.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: