Lanjut ke konten

Moratorium Mal, Jakarta Gak Macet? (Bagian 1)

16 Oktober 2011

DUA hari terakhir warga Jakarta disuguhi berita penghentian sementara (moratorium) pembangunan mal hingga 2012. Berita itu mencuat seiring penundaan pemberian izin bagi tujuh mal di Jakarta.
Nah, pemerintah provinsi DKI Jakarta menyebutkan, moratorium diberlakukan karena tidak semua pusat belanja di Jakarta terisi. Selain itu, mal juga dituding sebagai satu diantara faktor penyebab kemacetan di jalan raya.
Moratorium tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta tentang Moratorium Pemberian Izin Pembangunan Pusat PerbelanjaanPertokoan/Mall Dengan Luas Lahan Lebih Dari 5.000 meter persegi.
Sekadar menyegarkan ingatan kita, saat ini, DKI Jakarta punya sebanyak 564 pusat perbelanjaan. Nah, dari semua itu, sebanyak 132 adalah pusat perbelanjaan yang dikategorikan sebagai mal. Mayoritas, yakni sebanyak 432 masuk kategori hipermart , pusat grosir, pertokoan, pasar tradisional, dan swalayan.

“Kami menunda perizinan pembangunan mal di Jakarta setelah adanya moratorium,” kata Kepala Dinas Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta, Wiriyatmoko, di Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sarwo Handayani, moratorium pembangunan mal merupakan kebijakan yang tepat. Seperti dikutip poskota.co.id, saat ini kondisi Jakarta sudah tak memungkinkan lagi dilakukan penambahan mal. Namun, moratorium ini tidak berlaku surut. Sehingga buat yang sudah mengantongi izin sebelum diberlakukannya kebijakan ini, tidak kena moratorium. “Moratorium ini berlaku bagi pengusaha yang saat ini baru mengurus perizinan,” tegasnya.

Dia menambahkan, kalau nantinya akan ada aturan baru yang menyebutkan mal bisa dibangun di Jakarta, lokasinya akan ditempatkan di kawasan terpadu. Misalnya di Sentra Primer Barat atau Sentra Primer Timur. “Hal itu agar keberadaan mal tidak membawa dampak negatif, seperti kemacetan dan juga berkurangnya ruang terbuka hijau,” tandasnya. Keren!
Moratorium pembangunan mal di Jakarta jika dikaitkan soal kemacetan lalu lintas jalan, boleh jadi cukup erat. Namun, kenapa dalam 17 Jurus Kemacetan yang dicanangkan Wapres Boediono pada September 2010, hal itu tidak mencuat yah. Justeru dari ke-17 jurus itu, banyak hal urgent yang belum dijalankan.
Ngomong-ngomong, menurut Senior Associate Director Retail Service Colliers International Indonesia Steve Sudijanto di Jakarta, belum lama ini, Jakarta masih mendapatkan pasokan pasar ritel sebanyak 444.504 m2 pada 2012. Seperti dilansir Investor Daily, pasokan tersebut berasal dari sembilan pusat perbelanjaan, baik yang akan mulai dibangun ataupun baru dalam tahap perencanaan.

Kesembilan pusat belanja itu antara lain Kemang Village, Menteng Square, Kota Kasablanka, dan Ciputra World Jakarta yang bakal hadir di tahun depan. Sedangkan Cipinang Indah Mall, Green Bay Pluit, St Moritz, Pulomas X-Venture, dan Mall at The City Center akan hadir di dua sampai tiga tahun mendatang.
“Kehadiran mal-mal pada tahun depan merupakan pusat belanja yang telah mendapatkan izin. Jadi itu belum terkena moratorium oleh Pemerintah Provinsi Jakarta,” tutur Steve Sudijanto.
Sementara itu, pasokan pasar ritel di kawasan Jabodetabek diperkirakan bertambah sebanyak 876.224 meter persegi (m2) melalui pendirian 21 pusat belanja hingga tahun 2014. Pusat-pusat belanja tersebut bakal banyak berdiri di daerah-daerah penyangga Jakarta sebagai dampak dari moratorium di Jakarta.
Padahal, menurut kajian Colliers International Indonesia, tingkat hunian (okupansi) pusat ritel atau mal di Jakarta rata-rata 85,7%, untuk di area pusat bisnis sebesar 88,4%. Sedangkan okupansi di kawasan Bodetabek sekitar 84,1%. Sisanya untuk apa yah? Terus kenapa mau nambah terus tuh para pengembang? (edo rusyanto/bersambung)

8 Komentar leave one →
  1. RdP permalink
    16 Oktober 2011 04:02

    .

  2. 16 Oktober 2011 08:12

    Cakep.
    Nitip sarapan bubur di pagi hari

  3. Rollerman permalink
    16 Oktober 2011 09:05

    Jakarta udah jadi kota MALLtropolitan

    1 kota aja paling banyak 3 mall.lhaa ini aja udah brapa tuh??ckckckckc

    fasilitas umum gak pernah dbagusin,malah bangun mall terus

  4. 17 Oktober 2011 08:32

    masih bingung kenapa izin pendirian cipinang indah mall disetujui, padahal mall tersebut dibangun di pinggir jalan kalimalang yang sekarang aja sudah terkenal macet & crowded pada jam-jam sibuk

    apalagi kalau cipinang indah mall sudah berdiri, tak bisa dibayangkan bagaimana kemacetan disana?? 😡

    • 17 Oktober 2011 08:34

      patut diduga kurang peduli kepada nasib para pengguna jalan. trims infonya mas bro, salam.

  5. 17 Oktober 2011 22:34

    udah kbanyakan mall di Jakarta……….

    macet sih udah pasti, dan pasar tradisional sepi pun jadi efek yang wajar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: