Lanjut ke konten

Bikers Antre Bikin KTP Elektronik

15 Oktober 2011

SEORANG pria melangkah gontai keluar areal Kantor Kelurahan. Di tangan kirinya terselip secarik kertas putih, di tangan kanannya memegang kartu tanda penduduk (KTP).
“Wah, saya disuruh datang lagi besok, sekarang sudah panjang antreannya,” tutur pria yang sehari-hari berjualan rokok disamping kelurahan itu, di Jakarta, Jumat (13/10/2011) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Di halaman Kantor Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, berjejal warga lainnya yang hendak membuat KTP elektronic atau E-KTP. Nomor antrean yang sudah dikeluarkan pegawai kelurahan sejak pukul 13.00 WIB, memasuki angka enam puluhan. Satu nomor dipakai untuk satu keluarga. Misalnya, satu keluarga yang mau membuat E-KTP ada dua orang, nomor urut yang diterima dipakai untuk dua orang.

Saya yang menerima surat panggilan Jumat siang, mencoba antre. No urut yang saya terima, 55. Saat saya datang, baru urutan ke-enam yang dipanggil masuk ke ruang foto digital. Jika satu nomor butuh tiga menit, berarti saya mesti menunggu sekitar 150 menit. Hemmm…
“Tutupnya jam empat sore pak,” kata seorang staf kelurahan.
Tunggu dulu, itu untuk jadwal normal. Menurut staf yang lainnya, layanan pembuatan E-KTP mengikuti jumlah warga yang datang. “Setiap hari sekitar 120-150 orang, kami melayani sampai selesai, pernah sampai jam 22.00 WIB,” kata pria berseragam celana coklat dan baju batik.
Dia bercerita, di wilayah Kelurahan Munjul ada delapan rukun warga (RW), sejak September 2011 hingga 14 Oktober 2011, baru rampung empat RW. Pihak Kelurahan menargetkan program pembuatan E-KTP rampung pada November 2011. “Tapi rasanya bisa molor sampai Desember,” kata dia yang juga anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

Oh ya, prosedur pembuatan E-KTP dimula dengan menyerahkan surat panggilan di loket yang sudah disediakan. Lalu, warga menyerahkan KTP lama dan diberi nomor antrean. Setelah itu, jika sudah dipanggil mengikuti pemotretan digital, pemindaian sidik jari dan retina mata, serta tanda tangan elektronik. Sidik jari mencakup empat jari tangan kanan kiri, jempol kanan kiri, dan telunjuk tangan kanan kiri. Semuanya gratis!
KTP elektronik ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri untuk merapihkan data kependudukan Indonesia. Sudah tak ada lagi zamannya KTP ganda. Sistem data online mematikan praktik kepemilikan KTP di berbagai wilayah.
Proses pembuatan KTP elektronik berlangsung singkat, tak lebih dari lima menit. Tapi, antreannya bisa 3-4 jam. Kapan jadinya? ”Paling cepat Desember 2011 pak,” jelas seorang wanita staf kelurahan saat saya tanya, Jumat.

Tapi ngomong-ngomong, di sela mengantre pembuatan KTP elektronik, saya menjumpai banyak pemotor yang melenggang tanpa memakai helm. Mungkin di benak mereka, jarak rumah ke kantor kelurahan tak lebih dari dua kilometer. “Kalau saya cuma 500 meter, jadi gak pakai helm gak apa-apa,” kata seorang bapak.
Rupanya, pemahaman risiko kecelakaan lalu lintas jalan masih rendah. Padahal, kita semua tahu kecelakaan tak pernah mengenal jarak. Betul gak? (edo rusyanto)

11 Komentar leave one →
  1. topa permalink
    15 Oktober 2011 11:36

    betul pak…,kebanyakan biker nih beranggapan bahwa pakai Helm karena aturan / takut di tilang polisi.
    Padahal tujuan asal pakai Helm adalah untuk keselamatan pengendara kalau misal berlaku kecelakaan….
    Walaupun jarak dekat, hendaknya pakai Helm,
    ”nasib malang kan tidak berbau”….

    • 15 Oktober 2011 11:47

      butuh peningkatan kesadaran bersepeda motor yang aman, nyaman, dan selamat. sebelum, semuanya terlambat. trims atas sharing-nya bro, salam.

  2. 15 Oktober 2011 11:48

    oke pak, tapi gimana pak kalo kita sekedar jalan2 santai di gang kecil deket rumah gimana…
    Aku sadar pak pake helm bukan sekedar aturan tapi faktor safety…
    Aku sering juga pak kalo sekedar ngecek keleng kapan kerjaan yang orang kerja di gang sebelah gimana…
    Apakah aku salah dan tidak peduli pak…
    Tapi lebih memilih menanggalkan helm pak…
    Rata sepeed yang ada ngak sampek 20 kpj…

    • 15 Oktober 2011 11:52

      sekadar sharing aja mas bro, jika jarak tempuh berkisar 100-200 meter rasanya lebih sehat berjalan kaki. tapi, kalau terpaksa naik motor, ada baiknya mencegah fatalitas dengan memakai helm. kita kan gak tahu, kapan dan dimana akan celaka. sekadar sharing aja mas bro, salam.

  3. dudung59 permalink
    15 Oktober 2011 12:43

    ditagih uang foto n sidik jari ga om???

  4. 15 Oktober 2011 12:50

    Nitip dulu mbah, baru baca ….

    _________Hasil QTT Philip Island : Stoner Puooollll …..

    http://udiendkab.wordpress.com/2011/10/15/hasil-qtt-philip-island-stoner-puooollll/

  5. 16 Oktober 2011 12:33

    Wah ribet nikh !!!!!!!!!!!mana besok jatah RW 04 munjul yg kudu kesono, malas banget jadinye besok ke sono lah….tq viva infonya…

  6. Mudvayne permalink
    20 Oktober 2011 17:02

    mau tnya kalo telat membuat E-KTP ato terlambat . dikenakan sanksi tidak ya?

  7. 24 November 2011 12:23

    lebay bos
    Emang napa gk pake helm aja …. Gt aja repot

Trackbacks

  1. Ini Dia Bedanya KTP Konvensional dengan E-KTP « Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: