Lanjut ke konten

Akhirnya, Sang Bebek Didepak Skutik

14 Oktober 2011

SEPANJANG sejarah industri sepeda motor di Indonesia, baru tahun ini, model motor bebek kalah pamor dibandingkan motor skutik. Pada Januari-September 2011, pangsa pasar motor skutik 49,75% dari sekitar 6,2 juta motor yang digerojok anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).
Sementara itu, motor bebek menyusut menjadi 42,13% dan motor sport relatif stabil di 8,12%.
Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar motor skutik 49,75% merupakan angka tertinggi. Sekaligus rekor melewati pangsa pasar model bebek. Rentang 2007-2011, motor bebek tak pernah terkalahkan. Tahun ini, bebek takluk.
Lantas, kenapa konsumen berbondong-bondong memilih motor skutik? Setidaknya ada empat jawaban utama yang bisa saya catat. Pertama, motor skutik lebih praktis digunakan oleh para penunggangnya. Motor skutik memanjakan para pengguna tanpa harus mengoper gigi dan menarik tuas kopling. Cukup menghidupkan mesin, tarik gas dan rem, sikuda besi sudah bisa ditunggangi.

Kepraktisannya itu pula yang membedakan ketika mengendarai motor skutik dengan motor bebek atau motor sport. Ketika berkendara di jalan yang macet atau super macet, motor tipe skutik cenderung lebih tidak letih dengan menarik tuas kopling atau mengoper gigi.
Kedua, desain motor skutik cenderung lebih futuristik dan mengikuti zamannya. Walau soal model amat subyektif, namun rata-rata motor skutik yang merangsek ke pasar didesain sesuai selera pasar. Ada juga yang didesain model retro modern.
Ada faktor ketiga yang juga tak kalah penting memicu orang memilih motor skutik, yakni jor-jorannya iklan skutik dibandingkan bebek dan sport. Para produsen cenderung lebih menggenjot iklan model skutik di media massa, terutama di siaran televisi. Bahkan, selain iklan digeber, para pabrikan besar, seperti Honda, juga agresif menambah kapasitas produksi untuk motor skutik.

Faktor keempat, harga jual yang tidak berbeda jauh dengan model bebek. Bahkan, ada produk motor skutik yang dijual di bawah harga motor bebek. Tentu saja sesuai dengan segmen konsumen yang hendak dibidik. Namun, rentang harga Rp 12-16 juta per unit, membuat motor skutik bisa bersaing ketat dengan tipe bebek.
Nah, keempat faktor utama tadi mau tidak mau bisa memikat konsumen untuk memilih motor skutik. Belum lagi, disatu sisi, para produsen juga menyiapkan layanan purna jual atau service hingga sedekat mungkin dengan konsumen. Artinya, di seluruh bengkel resmi para produsen, tersedia layanan service maupun purna jualnya.
Namun, seorang teman berbisik, ”Ada fungsi bebek yang tidak bisa digantikan oleh motor skutik. Bebek bisa buat belanja ke pasar dan ngojek, kalau skutik masih jarang.” (edo rusyanto)

23 Komentar leave one →
  1. RdP permalink
    14 Oktober 2011 10:02

    Yeah!

  2. ISee permalink
    14 Oktober 2011 10:07

    untung Honda tetap pada prinsipnya ..yaitu IRIT….dari jaman kuda gigit besi sampai sekarang tetap pada prinsipnya ….sementara yang lain bagai orang linglung sama prinsipnya…eh akhirnya jadi mau ikut2an main irit 😀

    lambat laun orang akan jera pake skutik kalo langganan bolak balik spbu…apalagi tahun depan pemilik mobil dilarang beli premium…ditambah lagi krisis global siap menghantam….hari gini kebat kebut , jalan kaki aja susah :mrgreen:

    • kentang permalink
      14 Oktober 2011 10:38

      btw, Suzuki tetep sama pakemnya lho… sayang skrg lagi redup, padahal dulu ngefans banget sama Satria bebek n RGR

  3. kentang permalink
    14 Oktober 2011 10:35

    hoo, kepasar sih skrg pake skuting mbah. klo ngojek emang iyah, bebek masih jawara

  4. smoothy blue permalink
    14 Oktober 2011 10:39

    jelas ATPM lebih suka jualan matik mbah bro soalnya ongkos produksi matik lebih murah,contohnya tidak adanya gigi persneling yang ongkosnya lumayan besar,pelek n ban yg lebih kecil dari bebek,dll

    • 14 Oktober 2011 10:41

      wah…untungnya juga bisa lebih gede dong?

  5. 14 Oktober 2011 10:47

    Ibu saya ke pasar pake skutik koq..

  6. 14 Oktober 2011 11:16

    Ke pasar pakai skutik lebih mudah, bisa naruh belanjaan di dek.

  7. 14 Oktober 2011 11:17

    bebek kendaraan yang ekonomis…
    Tapi matic kendaraan yang multi ekonomis…
    Z…:::
    http://anharvictor.wordpress.com/2011/10/03/motor-yang-akan-moncer-di-2012/

  8. apand permalink
    14 Oktober 2011 11:31

    Dikit lagi musim banjir siklus 5 tahun kan tuh bro Edo …
    Melihat ada kemungkinan akan berubah lagi gk tuh perbandingan bebek – skutik?
    Akan terasa deh begitu melibas genangan / kubangan mana yang lebih nyaman.
    Disaat pengguna skutik berhati2 dengan CVT yang rendah / dekat dengan tanah / banjir :p
    pengguna bebek tinggal melenggang lancar jaya :p

    Pendapat bro Edo gimana?

  9. 14 Oktober 2011 13:04

    @Om Edo
    Berarti skutik lebih cocok untuk kepasar, kan ada dek ditambah bagasi gede.

    @apand
    Tapi skutik juga enak kalau melibas air kaki tinggal nangkring di dek dan sepatu serta celana aman dari cipratan air.

  10. 14 Oktober 2011 13:20

    ada yg kurang mbah.sisi fungsionalitasnya.dek didepan biasa ditumpuki barang2 dar beras,gula,tepung,sayur dan lain2.

  11. 14 Oktober 2011 13:24

    skutik panen oyeee …

    ________FP-2 Philip Islan Ostrali : Stoner Masih Oyeee_____________
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/10/14/hasl-fp-2-philip-island-stoner-masih-oye-supersic-geser-lorenzo/

  12. assassin permalink
    14 Oktober 2011 14:05

    mas edo abis mbaca di warungnya om bro ilham, tentang habis fasenya R2 di ranah jepang..kira2 indoneisa mencapai puncaknya kapan yah……kayanya setelah 2014an kali yah……..atau mang nunggu harga bbm mahal dan mass transportasi lebih layak……..

  13. yahonsuwakanja permalink
    14 Oktober 2011 14:08

    motor boros lebih laku ya….

  14. smoothy blue permalink
    14 Oktober 2011 16:27

    jelas banget untungnya gede mbah bro,apalagi harga matik sekarang sama dengan bebek…

  15. binladeen permalink
    14 Oktober 2011 17:39

    Kata para FBY:
    “Berterima kasihlah pada Yamaha yang telah mengedukasi konsumen untuk menggunakan motor paraktis dan fungsional ini. Sesuatu yang gagal dilakukan oleh Vespa dan Jetmatic- Kymco”

    • jarot permalink
      15 Oktober 2011 15:50

      thanks yamaha for your effort …now I’ll take it from here 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: