Lanjut ke konten

Gak Motor, Gak Mobil, Libasss Zebra Cross

30 September 2011

PEREMPATAN Ragunan hiruk pikuk. Ratusan kendaraan memadati persilangan jalan yang mengarah ke Pasar Minggu, Ragunan, (Jakarta Selatan) atau ke arah Pasar Rebo (Jakarta Timur). Suara knalpot memekakan telinga.
Suasana lainnya, seperti yang saya lihat Kamis (29/9/2011) pagi, para pengguna jalan saling serobot. Melibas garis setop, bahkan zebra cross yang notabene adalah tempat hak para pejalan kaki melintas.
Tak hanya pemotor yang selama ini dianggap gemar melibas zebra cross, saya juga melihat ada sejumlah mobil pribadi. Tidak tanggung-tanggung, bukan mobil kelas bawah, yang ikut melanggar zebra cross adalah mobil-mobil mewah.

Oopppsss…belum selesai. Para pemotor bahkan melibas segitiga pembatas jalan. Kira-kira begini ilustrasinya. Segitiga diperempatan jalan itu mirip seperti di pertigaan Kalibata yang tempo hari saya tulis. Satu ruas untuk kendaraan yang hendak berbelok ke kiri dan sisi lainnya untuk kendaraan yang hendak lurus. Nah, para pemotor melingkar dan melawan arah. Duh, kemana kesabaran kita?

Rupanya memang kesabaran kita para pemakai jalan selalu diuji. Tidak hanya diuji rasa sabar, juga mengendalikan emosi agar tidak saling serobot ketika berkendara. Maklum, bisa-bisa mengundang maut. Kita semua tahu, faktor manusia masih dominan sebagai pemicu kecelakaan lalu lintas jalan. Rasanya tidak ada salahnya jika kita mengerem nafsu untuk melibas regulasi demi kepentingan pribadi. Bagaimana? (edo rusyanto)

21 Komentar leave one →
  1. 30 September 2011 00:15

    Pengendara sruntulan..

    Numpang kang..
    http://mesin4tak.wordpress.com/2011/09/30/suzuki-perlu-lebih-dari-sekedar-nex/

  2. DMS78 permalink
    30 September 2011 00:29

    Itu lah bangsa qt sush diaturnya tp kl udah urusan complant pd pinter2 pd galak2

  3. 30 September 2011 00:30

    parah

  4. 30 September 2011 01:08

    Begitulah semrawutnya transportasi di negeri ini

    Pamer blog baru ya om edo 😀
    http://aguswazza.wordpress.com/2011/09/29/jejak-pertama/

  5. 30 September 2011 05:59

    eyang, itu mah yg lewat sebracros sagol semua 😀 sudah jalas buat para penyebrang eh ini malah buat lewat mobil sama motor dasar sagol……

  6. 30 September 2011 07:40

    kasihan penyebrang … apakah ini pertanda sudah hilangnya rasa empati terhadap sesama?
    ===================
    Nitip mas3 :

    Motor Sport Murah Honda akan Dirilis Tahun 2012 seharga 5,9 Juta (?)
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/09/29/motor-sport-murah-honda-akan-dirilis-tahun-2012-seharga-59-juta/

  7. lucifer rex permalink
    30 September 2011 08:12

    itu mah jalur sy tiap pg mbah,dr arah p rebo belok kiri ragunan,kl mo ke kiri susahnya minta ampun,bnyk motor ngelingker d segitiga nya,trotoar pun dhajar,alhmdlh sy bkn biker spt itu mbah

    • 30 September 2011 12:47

      yuk terus kita ajak lebih peduli sesama pengguna jalan. aminnn

  8. 30 September 2011 08:33

    spot yang tak lewatin biasanya di perempatan harmoni menuju istana, di perempatan pancoran arah pasar minggu, maklum mbah tuh orang g ngerti aturan cuman bisa naek motor, gas rem tok hehehee.

  9. 30 September 2011 08:43

    jangankan pengguna jalan om, petugas pake seragampun ane sering liat melibas zebra cross . . .
    benang kusut transportasi . . . . ruwet

    keep brotherhood,

    salam,

    • 30 September 2011 09:50

      Petugas mestinya jadi panutan buat publik yah. Wah…repot dong kalau jadi panutan yg keliru. Gak usah ditiru akh.
      Trims mas bro.

  10. assassin permalink
    30 September 2011 09:24

    wah mas edo kapan2 sayah share yah nich artikel kaya gini….hahahaha….seneng saya kalo ada hubungan dengan septy rid…..(safety ride)

  11. 30 September 2011 10:31

    Punten nitip lagi mbah :

    Alasan yang “Sesuatu Banget” : Kenapa motogp Jepang 2011 Keukeuh Digelar di Motegi ?
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/09/30/alasan-yang-sesuatu-banget-kenapa-motogp-jepang-2011-keukeuh-digelar-di-motegi/

  12. ungeex permalink
    30 September 2011 11:30

    mungkiin lebiih tepaatnyaa mereka mendapatkan sim nya dengan nembak lewat calo..
    jadi jelas mereka ngak mudeeng arti dari rambu2 lalin yg ada, gt x eyaang …

  13. DiDi permalink
    30 September 2011 16:29

    sudah 2 bulan mencoba menyesuaikan dg kondisi jalanan di ibukota, tapi tetep aja…masih shock dg kondisi jalanan dan kelakuan pengendara yg kebanyakan ga tau aturan. beda banget ma di kota Balikpapan. Disana juga kota besar tapi lalulintasnya tertib banget…
    Kalau lampu merah, semua berhenti di belakang garis putih. Disini??? boro-boro…lampu belum hijau pun klakson udah teriak2 berlomba menjadi yg tercepat maju ke depan…
    di Balikpapan kalau menyeberang jalan di zebracross, pengendara selalu memberi jalan, meskipun itu bukan pas di lampu merah… Disini????
    hiks..merindukan suasana ketertiban Balikpapan… (sorry mbah jadi curcol)

  14. 30 September 2011 16:53

    sulit ya ngomongin pelanggar kayak gini, hrus dbnahi dg ksdaran masing2
    jgn lupa mampir ke eMingko Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: