Lanjut ke konten

Model Helm Parkir

23 September 2011

SUATU malam sekitar tahun 2003 saya parkir di Setia Budi Building, Jl HR Rasunas Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Tak lebih dari satu jam, saat saya kembali ke parkiran motor, helm saya raib. Jaket yang ditaruh di dalam helm tidak diangkut. Terpaksa malam itu cari pinjaman helm.
Pengalaman pahit kehilangan helm saat memarkir sepeda motor pasti banyak dialami para pemotor. Bahkan, tahun 2010, saya terpaksa kehilangan helm lagi saat parkir di salah satu kedai di Jl Margonda Raya, Depok. Kejadiannya pun singkat, tak lebih dari 30 menit dan di tengah keramaian para pengunjung kedai yang hendak berbuka puasa. Nasib.
Dari kedua kasus kehilangan helm tersebut, ada satu hal yang sama, saya tidak mengaitkan helm di pengait yang ada di sepeda motor. Saya meletakan helm begitu saja di atas motor dengan asumsi cukup aman. Ternyata keliru.

Banyak model atau cara para pemotor menaruh helm saat memarkir motor. Foto di atas ini mirip dengan ketika saya kehilangan helm. Tidak dikaitkan di motor. Sang pencoleng dengan leluasa menggondol helm.
Sedangkan model menaruh helm di foto berikut ini juga hampir mirip. Sekalipun memakai jaring, peluang untuk dicuri masih tinggi.

Nah, model yang mengaitkan helm seperti di foto ini, jauh lebih menyulitkan sang pencuri helm. Setidaknya harus berupaya memotong pengait. Pada helm tertentu, pengaitnya berbentuk logam, praktis butuh alat khusus untuk melepaskan helm dari pengait. Pasti merepotkan.

Tentu saja jauh lebij aman jika kita menitipkan helm dipenitipan helm yang tersedia di dekat area parkir. Persoalannya, tidak semua area parkir motor menyediakan penitipan. Kalau sudah begitu, mending ditenteng aja helmnya. Asyik kan? (edo rusyanto)

18 Komentar leave one →
  1. 23 September 2011 00:35

    Pengalama serupa di citraraya tangerang

  2. Agus_wazza permalink
    23 September 2011 01:05

    Makanya malas bawa helm bagus. :p

    *padahal emang ga punya

  3. 23 September 2011 06:07

    Pingin helm aman………………….
    Ada solusinya pakailah helm anti maling.
    nitip jemuran nih…………………..
    http://facebook.com/agenhelmetrdx

  4. 23 September 2011 07:17

    Semasa mahasiswa saya juga sering gitu, tp karena helmnya murahan (logo sni pun gak ada :D) gak pernah ilang…

  5. apand permalink
    23 September 2011 07:56

    kan udah ada motor yang helm in mbah….gk masuk koq kategorinya hehehe….

    • 23 September 2011 08:00

      Tulisan ini memang berdasarkan apa yg dilihat dan dirasakan hari itu, saat parkir motor. Nanti kalau melihat dan merasakan helm in, ya bakal ditulis juga. Trims atensinya mas bro.

  6. toro permalink
    23 September 2011 08:30

    Ada yg gak ditinggal di motor, gak dititipkan juga gak ditenteng……tetep aja dipakai sambil jalan2….hahahaaa…mirip pelajar yg niat mau tawuran.

  7. vanz21fashion permalink
    23 September 2011 09:25

    -.- pengalaman ga enak pernah nitip helmet di penitipan helmet di salah satu mall di bandung. Waktu itu masi pake INK GPracer, entah perasaan saya aja ato emang betulan, tapi saya ngerasa helmet-nya kayak abis dipake org. Bikers bisa ngebedain lah kalo helmet-nya abis dipake org ato ngga, apalagi saya termasuk yg ga pernah minjemin helmet pribadi. Alhasil sejak saat itu ditenteng helmetnya.. Ninggalin helmet di motor -.- hmm.. ga akan pernah

  8. 4201journey permalink
    23 September 2011 09:34

    helm pull pes lbih aman. Krna bisa diikat pk kwat sling, helm open pes juga udah ada pengamannya, kyt,ink,mds imho.
    Ane juga pernah khilangn helm mds open pes. Pengait talinya dipotong…

  9. Oni89 permalink
    23 September 2011 09:49

    Alhamdulillah saya blm pernah kehilangan,
    paling aman sih dibawa tp asal mw ribet2an bawa helm!

  10. Jolkuwu permalink
    23 September 2011 10:13

    Berbekal pengalaman 2 kali helm full face saya hilang, sekarang saya pake helm open face dengan sedikit modifikasi. Saya bongkar busa samping, lalu saya ikatkan kawat jemuran yg agak besar (yg kira2 tahan goresan cutter) sebanyak tiga lapis dihubungkan dari pengait yg di paku keling/rivet (yg nempel di helm) menuju ring yg biasanya di pake “nyantolke” kemotor. Jadi meski maling bisa memotong tali helm asli bawaan pabriknya, dia masih harus diuji kesabarannya memotong 3 lapis kawat jemuran menggunakan cutter..Meski sederhana, paling tdk bisa mengulur waktu eksekusi maling..yaa sukur2 belum smp berhasil udh kepergok orang..Kelemahannya klo malingnya bawa Tang potong..ya udh pasrah aja..

    • 23 September 2011 10:39

      makasih bro dah mau berbagi tips. salam

  11. 23 September 2011 10:39

    Kawat seling susah diputus meski pakai tang. Hanya kalau model dicantolin seperti itu kalau kehujanan bisa penuh air.

  12. 23 September 2011 22:15

    mas kalau saya sekarang helm jangan disimpan di tempat parkir bawa aja kecuali ada penitipan

  13. 24 September 2011 16:53

    Saya mah biasanya ditenteng aja.

  14. Adit bukan Aidit permalink
    25 September 2011 20:57

    aku biasa di gendong di tas kemana2.. 😀

  15. ZTM permalink
    8 Oktober 2011 16:23

    pernah kejadian, di parkiran kampus helm ink baru gwa ilang,, sialnya di sisain bekas besi kaitnya,,bikin gwa kesel..
    .
    sejak saat ituh kmna” gw tengteng dah tuh helm..
    _ini ceritaku apah cerita mu…hahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: