Lanjut ke konten

Batas Kebisingan Sepeda Motor

19 September 2011

PERNAH mendengar suara knalpot sepeda motor yang nyaring bunyinya? Bagaimana perasaan Anda?
Atau pernah mendengar soal razia kebisingan knalpot sepeda motor? Apa sanksinya bagi pelaku yang dianggap melanggar? Pasti bingung.
Ya. Saya juga kerap bingung oleh aturan yang satu ini. Ada seorang teman bercerita, saat dia touring Jakarta-Jogjakarta-Jakarta, kena tilang di kota Gudeg tersebut. Saat itu, dia bersama sejumlah teman-temannya. Mereka ditilang karena suara knalpot motor sport 150cc yang dipakainya bersuara bising. Setelah tawar-menawar sejumlah uang pun berpindah tangan. ”Padahal, saya memakai knalpot standar bawaan produsen motor,” sergah dia kecewa, beberapa waktu lalu.
Nah, ketika saya melihat daftar seperti yang ada di foto di bawah ini, saya jadi bertanya-tanya. Apakah saat razia kebisingan suara knalpot para aparat dilengkapi dengan alat pengukur? Lantas seperti apa yang dimaksud batasan 85 dan 90 desibel? Polda Metro Jaya belakangan sempat mengaku bakal menyediakan alat ukur kebisingan dalam menunjang razia kebisingan.
Coba perhatikan, foto di bawah ini yang diambil dari buku panduan yang disosialisasikan saat menjelang mudik Lebaran 2011. Untuk sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin 80cc ke bawah, batas ambang kebisingannya sekitar 85 desibel. Lalu, untuk yang direntang 80cc ke atas hingga 175 cc, batasnya 90 desibel. Dan, untuk yang di atas 175cc juga 90 desibel. Oh ya, aturan itu berlaku sampai dengan 30 Juni 2013.

Setelah itu, atau mulai 1 Juli 2013, ketentuannya berubah menjadi, motor 80cc ke bawah sebesar 77 desibel. Sedangkan yang di atas 80cc hingga 175cc sebesar 80 desibel dan yang di atas 175cc sebesar 83 desibel.
Tampaknya, aturan tersebut mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.
Hemmm…lantas, apa arti 77 hingga 90 desibel itu? Suaranya memekakan telinga kah? Atau bikin kegaduhan luar biasa saat bersepeda motor bersama-sama? Ada yang bisa membantu? Silakan dibagi disini. (edo rusyanto)

48 Komentar leave one →
  1. soemarlien permalink
    19 September 2011 16:19

    pernah denger yang ngebahas tentang desible, itu tentang headset katanya, kalo sampe lebih dari 35db itu kita tidak mendengar suara orang…. penasaran saya

  2. 19 September 2011 16:20

    Menilik daftar disini : http://www.gcaudio.com/resources/howtos/loudness.html , 90db berarti setara dengan bunyi lengkingan trompet kereta api atau suara truk, berarti suara itu sudah jauh lebih besar dari suara knalpot yang diteriakkan sekeras mungkin …

    Jangan ragu berdebat sm Polisi yang nekat nilang cuma karena suara 🙂

  3. MATERTIGER permalink
    19 September 2011 16:23

    Kasihan temen aku juga udah mahal2 beli knalpot seharga 2 jeti tapi di gergaji sama petugas,,mantap….jadi di gant lagi sama yg bawaannya..hihihih..lagian kaya alay saja di gonta ganti…

  4. Zunawan permalink
    19 September 2011 16:37

    Kebanyakan aturan jadi bingung. Gerakan seakan terbatas.

  5. 19 September 2011 16:38

    Telinga pak Polisi bukan alat ukur.
    Kalau nekad jadi alat ukur juga, perlu dikalibrasi dulu.

    Ada-ada saja.

  6. agus jati permalink
    19 September 2011 16:49

    Sebaiknya pihak POLRI membuat peraturan mengenai kebisingan suara knalpot sepeda motor dan jika sudah ada maka disosialisasikan kemasyarakat dan memberitahukan ke jajarannya di tingkat Polda. Agar nantinya ada keseragaman dalam penindakan jika ada pelanggaran mengenai kebisingan suara knalpot sepeda motor di tiap-tiap kota di Indonesia.

  7. 19 September 2011 17:19

    Aplikasi Android ada tuh alat ukurnya. Namanya AndroSensor. Bisa ngukur segala macem. Dari Temperatur, koordinat lokasi, accelerometer, gyroscope, cahaya lampu (satuan LUX), dan tentu saja sound level dalam satuan dB.

    Jadi, kalo ditangkep karena alasan bunyi knalpot, tinggal diukur pakai AndroSensor.
    Syaratnya, Mas Edo kudu punya ponsel Android.
    Eh, di BB juga ada aplikasinya loh. Saya lupa namanya. Coba cari di BB App World.

    *komentator adalah pengguna knalpot sutandar :mrgreen:

  8. 19 September 2011 17:19

    dari pada ngeributin soal kebisingan knalpot motor, dimana di uni eropa sendiri aja masih sulit melakukan standari sasi, lebih baik “ngaspal” aja dulu yang bener !!!

    terus terang suara 90 Dp itu setara dengan suara HD free flow (kurang lebih) jadi sudah sangat bising.

    ngukur desibel suara motor juga gak segampang itu. Setiap motor suaranya bervariasi di setiap putaran mesin. So, artinya gak gampang buat ngukur suara knalpot.

    inilah negara kita, di satu sisi lagaknya bikin aturan seperti di uni eropa, disisi lain menyediakan infrastruktur paling dasar secara layak aja gak becus. …my god!!!!

  9. 19 September 2011 17:25

    @alonrider: saya coba cari deh aplikasinya. mau beli android, duitnya gak cukup.

    @mbah dukun: betul banget, infrastruktur kudu dibenahin dulu oleh para penyelenggara jalan.

  10. damhar permalink
    19 September 2011 17:57

    Seperti yg sudah2 di negara ini..aturannya bagus, tapi penerapannya gak jelas..potensial dijadikan alasan oknum nakal buat cari2.
    Yg jelas kalau mau bilang dB ya mesti bawa soundlevel meter

  11. 19 September 2011 18:46

    Yang membingungkan 77 db atau 90 db diukur pada rpm brapa? Saat stasioner ato gas mentok?

  12. 19 September 2011 19:17

    Gowes aja,gak ada suaranya

  13. 19 September 2011 19:47

    terlalu banyak @ UUD= ujung-ujungnya duit masuk kerja jadi polisi sogok pake UUD mau kerja jadi PNS UUD bahkan mau kerja di pabrik tahu juga harus pake UUD 😆

  14. 19 September 2011 20:36

    Ane setuju kalo pengguna knalpot non standar pabrikan ditilang.
    Lagian kenapa mesti diganti yang racing yang notabene bikin telingah gerah mendengarnya…………
    Kalo motornya emang khusus buat kompetisi sih gak masalah.
    Lha ini motor harian yang tiap hari mondar mandir jalan umum belum kalo lewat perkampungan/gang2 sempit trus disitu lagi ada orang,sakit anak kecil yg lagi tidur dan orang yang lagi sakit gigi………………pasti sangat mengganggu.Mungkin kalo yang temperamen akan balok kita pakai kayu dan yg lebih hati2 dan perlu ditakuti oleh para pewngguna knalpot bising adalah mereka2 yg gak berani negur langsung tapi mereka menyumpai dengan kata hatinya.Dan anda tau sendiri gimana kalo orang kesel menyumpai,ingat sumpahya orang2 teraniaya kadang jauh lebih manjur…………..
    Jadi jangan 4l4y lah……………………………………………………………………….

    • budi permalink
      30 Desember 2011 14:35

      SUKA2 yang punya bung…..

    • rizky permalink
      28 September 2016 17:15

      digang kecil kan suara knalpot walau berisik cm lewat aja g lebih dari 1 menit…gimana kl acara saudara loe yg nikahan pake soundsystem yg kenceng banget sampai larut malam?

  15. 19 September 2011 21:04

    @alonrider: tuh keluar juragannya, bodats.

  16. 20 September 2011 00:07

    silahkan aja kalau situ mau pake knalpot free flow, asal jangan sampe ganggu telinga saya, kalau sampai mengganggu saya ya jangan salahkan siapa2 kalau tiba2 situ ngebut dijalan umum bolak-balik kayak disirkuit tiba2 saya lempar pake balok kayu atau batako. ok

    • breng's permalink
      7 Desember 2012 18:39

      kaya sendiri nya ga pernah ngebut aje lw.. awas senjata makan tuan.

  17. 20 September 2011 07:01

    Abseeeenn…

    (100 db)

  18. Tjeret permalink
    20 September 2011 10:52

    Ya setau saya ada ‘ketentuan’ yang berlaku pada pengetesan dB

    Mis pada speaker, ada jarak ataupun sudut antara sumber dan sensor
    Jadi gak ditempelin di spekernya

    Untuk pengaplikasian aturan di jalan umum, kayaknya ‘mustahil’
    Lha mosok harus disita motornya, trus dimalam yang sepi baru dites kemudian jika terbukti lewat baru disembelih knalpotnya 🙂

  19. 21 September 2011 06:14

    dB itu ukuran energi suara, jadi setiap bunyi punya energi, nah masalahnya energi tersebut akan terus berkurang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumber bunyi. jadi ngukur dB knalpot juga ada aturannya, 90 dB itu pada jarak berapa meter dari ujung knalpot? kalau pas dari mulutnya waluapun knalpot standar ga akan ada yg lolos tes, mirip kasus Mas Alonrider, nguap aja 70 dB karena ngukurnya (kemungkinan besar) cuma satu senti dari mulut. kalau diukur dari jarak 1 meter pasti hasilnya beda.

    • oira permalink
      12 Desember 2012 22:25

      setuju ..setuju,,,,,jarak antara sumber suara dan penerima suara mempunyai peranan penting.

  20. 21 September 2011 08:24

    Ikut menyimak…

  21. satriafu150 permalink
    21 September 2011 10:33

    minerva VX150r

  22. daffy permalink
    22 September 2011 14:23

    y mestixa smua pengguna knalpot yg bising ditilang duns lah ini, sy prnah liat tuk motor2 smacam tiger n scorpio yg gnti knalpot tdk ditilang tp yg mtr bebek ditilang, maka dr itu pihak kepolisian hrs tegas menindakxa klo ud ad aturanxa y tlg dterapkan aturan tersebut dgn tdk pandang bulu yg slah y dtindak. dgn catatan sblm menindak hrs ad alat buktixa dlu klo emg melebihi ambang batas yg diatur UU tsb.telinga itu bkn bukti kuat utk menindak.

  23. 25 September 2011 16:15

    wah kalau gitu bagaimana nasip motor dua tak??apakah juga kena tilang??? udah suara keras + keluar asep padahal ntu motor setandarrrrr!!!

  24. Danie Breed Wantunend permalink
    25 September 2011 16:34

    ah itu mh yg SIRIK, masih ada POLISI jga yg pake KNALPOT BISING….
    seharusnya yg di rajia itu bkan pemakai tapi pembuat (pabrik) nya,

    smakin banyak aturan smakin banyak pelanggaran,
    karena pelaturan di buat untuk d langgar.
    KOREKSI DIRI PRIBADI.

  25. 25 September 2011 16:55

    nah tuh, gimana kalo yang knalpot standar bawaanya di bobog?? masih di tilang??

  26. nick69 permalink
    25 September 2011 17:17

    Cukup pake knalpot std pabrik

  27. dtrexxser permalink
    25 September 2011 23:13

    Minta link nya ke fb ya………………….

  28. mita permalink
    26 September 2011 08:45

    sudah biasa kalo ada polisi nilang cuman buat nyari duit,,,,,,pernah ketilang karena pake knalpot bkn asli pabrik (bkn krn kebisingannya),,,,tp dr merek terkenal,,,dan suaranya gak kenceng2 amat,kt polisi ini bkn aslinya jd hrs ditilang,,,,kalo memang ada peraturan gitu hrsnya pabrik2 knalpot aftermarket itu disuruh tutup ajah kan beres,,,,

  29. yana055 permalink
    4 Januari 2012 19:42

    Gan kan ntu udah ada batas kebisingan,,, namun taukah batas kebisingan tersebut pada putaran mesin “Brpa RPM”???
    cz rasanya klo diitung dri kondisi lamsang kurang fair tuh, masalahnya bnyak motor bebek knalpot standar bobokan yg lebih sunyi ketika rpm dibawah 5000 dan bunyi sangat keras pada lebih dri 5000rpm,,,

  30. 10 Januari 2012 03:20

    hmmm…. gini…. setelah membaca koment2 d atas, mending ramai2 mengirim surat k kapolri atau siapalah yg berwenang soal uud trsebut… isi suratnya adalah : “..Razia toko2 yg menyediakan / menjual knalpot bersuara bising..” intinya, jangan selalu kami (pihak konsumen) yg di rugikan… saya pengguna knalpot racing (NOB1), itu knalpot resmi pabrikan, bukan las-lasan… slama msh ada barangnya, pas ada duit yaa psti kita beli… beli motor saya byr pake duit sendiri, isi bensin juga pake duit sendiri, gk minta ma pak polisi… jd hak kita mau di modif seperti apa wong motor-motore dewe’… so, klo memang tidak dibolehkan, tolong kpada pihak aparat u/ menyeragamkan smua pihak terkait.. silahkan tindak PRODUSEN dulu sebelum menindak KONSUMEN…. slam Gass Pollll……*

  31. 13 Agustus 2012 13:55

    motor saya vixion dan saya tes dengan db meter hasilnya 83-85 db.

  32. Ajib permalink
    30 November 2012 14:04

    belum pernah ditilang gara2 knalpot tuh, soalnya ga pernah ganti knalpot, mendingan ngebobok knalpot copotan aja, beli di penadah hahaaaa…

  33. 25 Desember 2012 00:56

    wow makin ragu pakai knalpot bising, mau liat referensi modifikasi sepeda motor cek disini gunturpurba.blogspot.com

Trackbacks

  1. Moron: Motor saya ditangkap Polisi karena knalpot! « Live from 2 wheels
  2. Jawaban Polisi menanggapi laporan pengaduan tilang knalpot racing « Smartf41z
  3. Knalpot Racing Dan Undang Undang | KiDemangsCorner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: