Lanjut ke konten

DP 20%, Penjualan Motor Turun 20%?

31 Agustus 2011

UANG muka alias down payment (DP) kredit sepeda motor sangat terjangkau pada saat ini. Ada perusahaan pembiayaan yang berani mensyaratkan DP hanya Rp 450 ribu untuk kredit motor bebek. Bahkan, pada saat musim promosi, ada yang membebaskan persyaratan uang muka. Hebatkan?
Tak aneh jika kemudahan tersebut memicu membubungnya volume penjualan motor dalam beberapa tahun terakhir. Walau, di sisi lain, tenor cicilan memuai hingga 36 bulan.
Kini, ketika menyeruak kabar keharusan DP kredit motor atau mobil minimal 20%, muncul beragam respons dari para pelaku bisnis otomotif. “Kalau DP 20%, penjualan motor bisa turun 20%,” kata Dyonisius Beti, presiden direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), saat berbincang dengan saya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Respons senada sempat dilontarkan Sigit Kumala, senior manager Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut dia, ketentuan DP 20% bakal berpengaruh signifikan terhadap penjualan motor.
Walau, jika menurut Audy Wiranata, direktur pemasaran PT AHM, bagi pihaknya, bukan persoalan besaran DP tapi yang penting adalah kelayakan calon konsumen atau debitur.

Alasan ketentuan batas minimal DP kredit motor yang digagas Bank Indonesia (BI), boleh jadi tak semata agar kesehatan kredit yang disalurkan perusahaan pembiayaan tetap terjaga. Maklum, ketika terjadi stagnasi kredit, matarantainya bisa panjang. Saya melihat ada sisi lain dari alasan batas minimal DP.
Mungkin, regulasi tersebut juga menjadi bagian jurus pengereman pertumbuhan kendaraan di Indonesia. Karut marut lalu lintas jalan harus dikendalian. Maklum, stagnasi lalu lintas memicu kerugian luar biasa bagi sebuah kota. Mulai biaya ekonomi, sosial, hingga lingkungan hidup.
Tapi, semestinya pemerintah juga pararel menciptakan moda transportasi massal umum yang aman, nyaman, selamat, dan terjangkau. Dengan begitu mobilitas warga tetap terjaga, roda ekonomi berputar, dan keselamatan jalan dapat lebih tercipta. Menurut Anda? (edo rusyanto)

17 Komentar leave one →
  1. Kakang Ali permalink
    31 Agustus 2011 08:33

    Kang Edo,
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H.
    Minal Aidil Walfa’izin.

  2. tigerpiceks permalink
    31 Agustus 2011 09:56

    mbagh edoo ini mbok dilebokke neng blog-e yayuk sentul

    wkwkwkwkwk :)) ngakak tenan :))

  3. Prabu Melaz permalink
    31 Agustus 2011 11:45

    Kalo tujuannya mengerem pertumbuhan penjualan motor,semestinya dg cara menerapkan pajak yg tinggi. Plus pajak progresif. Sehingga harga motor mjd tinggi. Dan pajak progresif berdampak pd keinginan orang utk menambah jml kepemilikan sepeda motor. Tp,pemerintah jg wajib menyediakan sarana transportasi yg aman,nyaman,tepat waktu,dan murah.

    • Lole permalink
      2 September 2011 08:10

      pajak di mana-mana …makin di buat2…itu uang lari kemana yah…apakah masyarakat indonesia sudah merasakan hail pajak2 tersebut…apakah di indonesia banyak orang yang senang menghukum dirinya sendiri dengan pajak dimana-mana tapi hasil pajak tidak dapat dirasakan………….lihat itu uang hasil pajak kendaraan yg besar lari kemana ???? apakah dari 30 tahun ada penambahan/pelebaran jalan yg sepadan dgn lamanya waktu plus pajaknya ???….wkwkwk kalo semua orang usulin naikin pajak pasti pemerintah setuju lah (ohhh what a smartass) :mrgreen:

  4. 4201journey permalink
    31 Agustus 2011 12:28

    jangan 20persen, bikin 30persen aja…
    Biar tidak banyak yang sruntulan dijalan, sekarang beli motor lebih mudah drpada beli sepeda polygon,united,giant dll….
    Coba tiru uang muka buat motor sport yg rata2 diatas 4jt…..
    Baru mantab…..

  5. 31 Agustus 2011 13:24

    DP 0% baguslah buat yang nggak mampu beli cash, atau malah nggak baik ya… (Maklum ora tau kredit)

  6. 31 Agustus 2011 14:00

    Bagus..!!!
    Kalau bisa jangan 20%
    Tapi 30 atau 50% sekalian..biar orang mikir sebelum beli motor..
    Terutama bebek..

    Jangan mentang2 dp ringan bisa sruntulan di jalan seenaknya

  7. 4201journey permalink
    31 Agustus 2011 17:15

    Kalo memang kepingin pasti bisa ko nabung sampai 30%.
    Contoh ninja250, meskipun uang mukanya diatas 8jt,ttp aja banyak yg beli, tapi kemungkinan yang beli adalah biker berilmu, bukan biker kemarin sore yang belok ga liat belakang dulu, ato ga pake isyarat lampu…. Main terabas seenaknya…

  8. 4201journey permalink
    31 Agustus 2011 17:16

    Kalo memang kepingin pasti bisa ko nabung sampai 30%.
    Contoh:nmp,piksen,scorpio,cbr, sampai ninja250, meskipun uang mukanya diatas 8jt,ttp aja banyak yg beli, tapi kemungkinan yang beli adalah biker berilmu, bukan biker kemarin sore yang belok ga liat belakang dulu, ato ga pake isyarat lampu…. Main terabas seenaknya…

  9. 31 Agustus 2011 17:21

    aman lah,,,kan banyak duit

  10. deen permalink
    31 Agustus 2011 17:28

    Yang terpukul paling ATPM yang strategi jualannya main di DP rendah …
    Kalo buat konsumen, bagus! Biar beli motor tu bener-bener niat beli, bukan mau “ngerjain” leasing …

  11. 31 Agustus 2011 21:35

    Izin menyimak… Pak Edo..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H. Minal Aidil Walfa’izin
    Mudik juga ya?? hati2 di jalan n tetep update terus blognya 😀

  12. Dismas permalink
    1 September 2011 03:20

    transportasi massal yang layak seolah sulit ter – realiasasi 😦

    nitip jualan oom :

    http://dizmaz.wordpress.com/2011/08/30/khusus-wilayah-surabaya-dijual-1-buah-cdi-brt-hyperband-untuk-bebek-honda-100cc/

  13. vyzex permalink
    1 September 2011 07:58

    gak masalah itu

    mau dp 20 persen kek
    30 persen kok

    yang penting kan ada subsidi dp

    hahahaha

    ujung-ujungnya bayar pertama tetap di bawah 1 juta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: