Lanjut ke konten

Mengapa Revo AT dan Lexam Sulit Capai Target?

19 Agustus 2011


Honda Revo AT. (dok edo)

PRODUSEN sepeda motor Honda Revo AT dan Yamaha Lexam mungkin kurang agresif. Tak aneh, jika kedua motor yang dikategorikan bebek matik (betik) itu, terkesan sulit mencapai target.
Kita tahu, target Honda Revo AT 3.000 unit, sedangkan target Yamaha Lexam sebanyak 2.000 unit per bulan. Faktanya, Revo AT yang sudah merangsek pasar sejak Juli 2010, rata-rata per bulan pada 2011 sekitar 647 unit, sedangkan Lexam sekitar 822 unit.
Dari sudut pangsa pasar, kedua produk tersebut tak mampu menembus angka 1% sekalipun. Bahkan, pada Juli 2011, keduanya menyentuh angka terendah sepanjang 2011.
Kenapa sulit mencapai target? Padahal, untuk urusan menggenjot pasar, Honda dan Yamaha sudah teruji. Lihat saja bagaimana Honda bisa membuat skutik Scoopy melejit, atau membuat skutik Spacy bersinar. Sedangkan Yamaha, bisa membuat Vixion moncer dan Mio terus berkilau. Kenapa ketika bicara betik mereka tak mampu meraih target?


Yamaha Lexam (dok ymki)

Saat ini, tudingan utama pasti mengarah kepada produk yang belum familiar di tengah masyarakat kita. Maklum, bagi konsumen yang familiar memakai motor bebek dan skutik, memang bakal agak sedikit butuh waktu untuk adaptasi. Berarti, gagal dong mengedukasi pasar?
Atau karena faktor harga? Kita tahu, Lexam dibanderol Rp 16,46 juta per unit, sedangkan Revo AT sekitar Rp 15,8 juta per unit. Jika dibandingkan dengan produk motor bebek, harga keduanya memang di atas rata-rata. Artinya, boleh jadi kurang kompetitif jika menyasar konsumen entry level yang sangat elastis oleh harga.
Nah, jangan-jangan karena faktor para produsen juga kurang agresif menggenjot produksi dan pemasaran. Mereka belum yakin tipe betik menjadi alternatif masyarakat di masa mendatang.

“Target penjualan Revo AT sebanyak 3.000 unit per bulan. Mudah-mudahan bisa dicapai maksimal,” tutur Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Julius Aslan, di sela peluncuran Revo Techno AT, di Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Sedangkan Dyonisius Beti, presiden direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengaku, segmen tipe betik masih kecil dibandingkan motor bebek maupun skutik.
Atau ada faktor lain membuat Revo AT dan Lexam sulit mencapai target? Monggo di-share. (edo rusyanto)

19 Komentar leave one →
  1. 19 Agustus 2011 08:31

    masih aneh asing janggal lucu

  2. Rampak_naong permalink
    19 Agustus 2011 08:32

    Pertamax!!

  3. jihan permalink
    19 Agustus 2011 08:36

    karena cowo kebanyakan tidak suka di sebut banci kalau make tuh motor,,jadi ga mau beli

  4. Sam_h permalink
    19 Agustus 2011 08:48

    Harga mahal pak, iklannya jga jarang, coba dikisaran 13 jutaan 😀

  5. Ebony permalink
    19 Agustus 2011 10:08

    Kayaknya masyarakat ngak suka yg tanggung, bebek bukan, skutik juga bukan.
    Biaya perawatan yang cenderung lebih mahal dan ngak bisa untuk kerja berat seperti bebek biasa.

  6. YAMAHAL permalink
    19 Agustus 2011 10:30

    Dilihat dalam grafik Lexam terjun banget penjualannya, sangat parah… mungkin karena terlalu OPERPRESSSSSSSSS…

  7. Bedjo permalink
    19 Agustus 2011 10:42

    revo AT yg canggih dan murah aja kurang laku apalagi leXam yg jadul bin OPERPRESS???

  8. 19 Agustus 2011 10:55

    kemahalan sih harganya…

  9. Bautista permalink
    19 Agustus 2011 11:25

    bayangkan nih lexam kan masih baru …masa bulan juli cuma terjual 60 untuk seluruh indonesia …itupun belum tentu kejual alias masih dipajang didealer…bener2 investasi gagal total

  10. propus permalink
    19 Agustus 2011 11:35

    revo AT mending transformasi jadi Blade AT, hehehehe…imbuh cakram belakang…yaaa…harga jangan naiklaaaa…

  11. 19 Agustus 2011 11:35

    Muahaalll…

  12. yahonsuwakanja permalink
    19 Agustus 2011 12:48

    bebek-bebeknya disuntik mati dulu…
    jadi tinggal Matic , Skubek dan Betik…

    hahahaha….sadis

  13. softech_niQ permalink
    19 Agustus 2011 12:57

    yup,,,krna mahhall bin operpres untuk model & kubikasi segitu,,,,kl CBR 150R AT/YZF-R15 AT dhargai 17jt bs lain lg tuh skenariox,,,

  14. 19 Agustus 2011 13:47

    bisa jd mengapa keduanya kurang greget penjualannya krn faktor harga, serta mindset konsumen yg masih blm ngeh ttg motor ini.

  15. 19 Agustus 2011 17:09

    Masih dianaktirikan oleh produsennya sendiri.

  16. 20 Agustus 2011 23:28

    konsumen indo belum banyak terima motor banci….

    http://bestsoccervideos.blogspot.com/2011/08/premier-league-arsenal-0-2-liverpool.html

  17. yang ga setuju maho permalink
    21 Agustus 2011 15:57

    di kasi paddle shift ya laku,, orang indo hobinya nyontek tahiland,,,

  18. 23 Agustus 2011 01:33

    Kang Edo, minta datanya ya 😀

  19. B Go permalink
    1 Februari 2012 06:35

    Merasa Puasss.. Perusahaannya Merugi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: